Brantas Abipraya Rampungkan Huntara di Pidie Jaya
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

Deretan hunian sementara (huntara) yang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero) (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir Sumatera di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Huntara tersebut dinyatakan siap huni dan akan segera dimanfaatkan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.
“Kami berupaya agar huntara ini tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk kembali menata kehidupan pascabencana,” ujar kata Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero), Muhammad Toha Fauzi, dalam keterangan persnya yang dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Penyelesaian huntara ini mencerminkan peran aktif BUMN dalam hadir membantu masyarakat pada situasi darurat. Sebanyak 162 unit huntara dibangun untuk menghadirkan tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat bagi warga terdampak. Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai guna menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan.
Tak hanya menyediakan hunian, huntara di Pidie Jaya juga dilengkapi taman bermain dan lapangan terbuka ramah anak. Fasilitas ini hadir sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk beraktivitas, berinteraksi, serta menumbuhkan kembali rasa nyaman dan keceriaan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyambut baik selesainya pembangunan huntara tersebut dan mengapresiasi kontribusi Brantas Abipraya beserta seluruh pihak yang terlibat.
Kehadiran huntara diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
Pembangunan huntara ini merupakan wujud komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.
Hunian ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, dan BUMN Karya, sehingga pembangunan dapat dilakukan secara terukur, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan memperkuat komitmen untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia,” kata Muhammad Toha Fauzi.
Brantas Abipraya Dukung Pemulihan
Tak hanya membangun kembali di Aceh, Brantas Abipraya bersama Kementerian PU mendukung percepatan pemulihan di Sumatera Barat. Sinergi ini diwujudkan melalui berbagai upaya tanggap darurat hingga rehabilitasi infrastruktur terdampak.

Huntara untuk korban bencana banjir Sumatera di Aceh (Foto: Istimewa)“Lamanya waktu pemulihan dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari sektor jalan dan jembatan hingga sumber daya air. Sebab, sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat,” tutur Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Ditambahkannya, Kementerian PU menegaskan bahwa Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih secara berkelanjutan.
Pada kesempatan terpisah, saat meninjau langsung progres pembangunan huntara untuk korban banjir Aceh di lapangan, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan kolaborasi ini merupakan komitmen langkah nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren


