Buruan Beli! Properti Mewah Kawasan Elit Banting Harga

Properti mewah di kawasan elit, seperti Pondok Indah, Kelapa Gading dan Menteng dikabarkan banting harga mencapai 50 persen dari harga pasar.
0
7
Skybridge di Pondok Indah, Salah satu kawasan elit di Jakarta (Foto: Himawan Mursalim)

Jakarta – Harga properti di kawasan elit Jakarta dikabarkan mengalami penurunan harga yang cukup drastis. Sebut saja, properti mewah di kawasan elit, seperti Pondok Indah, Kelapa Gading dan Menteng dikabarkan banting harga mencapai 50 persen dari harga pasar.

“Kalau sekarang memang buyer lagi wait and see, yang beli ini belum ada. Meski ada yang memberikan diskon, harga murah, sekarang ini belum ada serius buyer,” ungkap Head of Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga dalam Media Briefing Colliers Indonesia secara daring, Rabu, 7 Juli 2021.

Lebih jauh Lenny menuturkan, investor baik sektor perumahan maupun properti mewah makin banyak yang menjual aset yang dimilikinya seiring pandemi yang masih terjadi. Namun, penurunan harganya tidak sebesar yang didengar banyak orang dan masih dalam batas normal dan wajar.

Head of Advisory Colliers Indonesia Monica Koesnovagril menambahkan, fenomena penjualan rumah sekunder di Kawasan elit Jakarta sudah marak terjadi sejak 2019. Hal itu terjadi karena penurunan permintaan sewa dari kalangan ekspatriat dan pandemi Covid-19.

“Pada 2019 sebelum pandemi banyak (rumah sekunder) yang dijual. Namun karena Covid-19 pada 2020, maka makin banyak rumah dijual. Ekspatriat pada pulang, jadi pemilik rumah lebih memilih menjualnya,” ungkap.

Tak hanya rumah mewah, apartemen mewah juga mengalami tren serupa. Apartemen mewah di Kawasan elit central business district (CBD) Jakarta banyak yang dijual oleh pemiliknya.

“Begitu pula untuk apartemen, itu sudah banyak kita mendapatkan owner untuk apartemen high class di CBD area, mereka memang di 2019 sudah banyak. Semakin ke sini sudah banyak tadinya antara jual atau sewa, sekarang mereka lebih fokus dijual,” jelas Lenny.

Maraknya penjualan apartemen mewah, imbuh Lenny, disebabkan oleh adanya ketidakpastian permintaan dari sisi penyewa. Umumnya, penyewa apartemen mewah ini adalah ekspatriat yang kini sebagian sudah pulang ke negaranya.

Ditambah lagi, kondisi pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Pemilik apartemen mewah yang umumnya menjual asetnya adalah yang memiliki lebih dari satu apartemen. Namun, penjualan apartmen mewah ini diperkirakan cukup sulit di kondisi saat ini.

“Mengingat kondisi saat ini, buyer sudah tidak ada, walaupun banyak yang sudah menurunkan harga jualnya, sudah drop dengan diskon yang cukup tinggi, tapi karena buyer tidak banyak jadi masih banyak yang titip ke Colliers untuk properti apartemennya, kebanyakan memang untuk apartemen mewah saat ini,” ucap Lenny.

Pemulihan Sektor Properti

Pandemi Covid-19 yang makin mengganas di pertengahan tahun 2021 memukul seluruh sektor properti Indonesia. Untuk pulih, diperlukan waktu yang tidak sedikit. Dari seluruh sektor properti, kawasan industri diprediksi berpeluang pulih lebih cepat.

“Kelihatannya sektor kawasan industri akan berpeluang lebih dahulu recover karena ada potential demand yang masih tertahan. Artinya, rencana ekspansi sudah ada, sekarang tinggal waktu eksekusinya,” jelas Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto.

Sementara itu, sektor properti lainnya akan pulih lebih lama, misalnya sektor properti komersial. Penyebabnya adalah terjadi pasokan yang lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan.

“Sektor properti komersial terjadi beberapa over supply situation. Kondisi ini memang yang membuat sektor ini tidak bisa pulih terlalu cepat,” ucap Ferry.

Untuk 2022, Ferry menilai masih ada peluang seluruh sektor properti untuk bangkit dari keterpurukan. “Dari proyeksi awal 2022, kalau pandemi ini bisa ditkean, bisa dikontrol sehingga ada kesempatan untuk pemulihan ekonomi. Masih ada kesempatan sektor properti untuk bergerak di tahun 2022,” tutup Ferry. (ADH)

EnglishIndonesian