Covid-19 di Jawa Tengah Makin Mengerikan, PUPR Siapkan Rusun Jadi Tempat Isolasi

Kementerian PUPR tengah mempersiapkan Rusun ASN di Semarang menjadi tempat isolasi.
0
10
Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR dan Gubernur Jawa Tengah (Foto: Lukas)

Jakarta – Situasi penanganan pandemi Covid-19 Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan tanda – tanda yang memprihatinkan. Jateng dalam satu minggu terakhir ini menjadi sorotan setelah secara konsisten menyumbangkan kematian warga terpapar Covid-19 tertinggi di Indonesia selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali 3 Juli lalu.

Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus tambahan kasus Covid-19 di Jateng selama 27 Juni sampai 2 Juli atau pada enam hari sebelum diberlakukan PPKM Darurat, total tambahan kasus di Jateng tercatt sebanyak 14.860 kasus. Kemudian dalam kurun waktu PPKM Darurat dari 3 sampai 8 Juli, penambahan kasus di Jateng mencapai 21.729 kasus.

Jumlah kumulatif kematian Covid-19 di Jateng selama enam hari PPKM Darurat bahkan nyaris dua kali lipat dari jumlah kumulatif kematian Covid-19 di enam hari sebelum PPKM Darurat. Pada 27 Juni sampai 2 Juli tercatat total kematian di Jateng sebanyak 664 jiwa. Kemudian pada enam hari pertama PPKM Darurat, total kematian akibat Covid-19 di Jateng mencapai 1.396 jiwa.

Selain itu, dalam hal vaksinasi, Jateng juga masih punya PR besar. Provinsi ini tercatat memiliki tingkat vaksinasi lansia terendah kedua di Indonesia, setelah Jawa Barat, berdasarkan laporan terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Hingga 5 Juli 2021, menurut laporan tersebut, terdapat 2,4 juta lansia belum divaksinasi di Jawa Tengah. Sementara lansia adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan jika terpapar Covid-19.

Guna mengantisipasi persoalan Pandemi Covid-19 yang semakin mengganas di Jateng dan tingginya kebutuhan tempat isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 di Jateng, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mempersiapkan Rumah Susun (Rusun) Aparat Sipil Negara (ASN) di Semarang menjadi tempat isolasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan, saat ini jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak sebanding dengan ketersediaan tempat isolasi di fasilitas Kesehatan. Untuk itu, Kementerian PUPR akan memanfaatkan Rumah Susun ASN di Semarang untuk menjadi tempat isolasi.

“Kami akan memanfaatkan Rusun ASN di Semarang, Jawa Tengah sebagai tempat isolasi,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, sesuai keterangan pers yang diterima oleh redaksi industriproperti.com

Saat ini, imbuh Basuki, pemerintah akan terus berupaya membantu masyarakat serta para pegawai Kementerian PUPR yang terpapar Covid-19 agar bisa lekas sehat kembali. Untuk pemanfaatan Rusun ASN tersebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan, pemerintah daerah dan BNPB setempat sehingga penanganan pasien bisa berjalan dengan baik.

“Kami juga meminta agar para pegawai Kementerian PUPR untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mematuhi kebijakan PPKM pemerintah,” terangnya.

Sebagai informasi, Rusun ASN yang akan dijadikan tempat isolasi di Provinsi Jawa Tengah adalah Rusun ASN BBWS Pemali Juwana yang berada di Kecamatan banyumanik, Kota Semarang. Rusun tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sebanyak satu tower dengan ketinggian delapan lantai.

“Hunian vertikal tersebut memiliki kapasitas hunian sebanyak 95 unit tipe 45. Saat ini pihak Kementerian PUPR tengah menyiapkan fasilitas pendukung untuk ruang isolasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menampung pasien Covid-19,” katanya. (ADH)

EnglishIndonesian