Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Insentif Pajak Jasa Perhotelan Tembus Rp495 miliar

Insentif Pajak Jasa Perhotelan Tembus Rp495 miliar

  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan Keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa perhotelan pada tahun 2025. Insentif tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Insentif yang diberikan juga menjadi salah satu kebijakan fiskal yang diterapkan di tengah kenaikan biaya produksi dan upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja.

“Kami sengaja mendorong stimulus di periode akhir tahun, bukan hanya untuk mengejar angka pertumbuhan, tetapi untuk memastikan roda ekonomi berputar dan lapangan kerja tetap terjaga,” jelas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Insentif pajak yang diberikan Pemprov DKI Jakarta diwujudkan melalui keringanan PBJT bagi sektor makanan dan minuman serta jasa perhotelan. Keringanan pajak sebesar 50% diberikan pada Agustus–September 2025, kemudian dilanjutkan dengan keringanan 20% pada Oktober–Desember 2025. Kebijakan ini diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 722 Tahun 2025 dan mencatatkan total keringanan sebesar Rp495 miliar yang dinikmati oleh 45.248 objek pajak.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan pembebasan pajak reklame di pusat perbelanjaan dan hotel melalui program Jakarta Festive Wonders. Insentif ini tidak menghambat penerimaan daerah, tercermin dari realisasi pajak reklame yang tumbuh 8,85% dibandingkan bulan sebelumnya. Pembebasan reklame tersebut turut mendorong kenaikan realisasi PBJT Makanan dan Minuman sebesar 7,73% serta PBJT Jasa Perhotelan sebesar 9,18% dibandingkan November 2025.

Selama periode Natal dan Tahun Baru, tingkat okupansi hotel meningkat dari 85% menjadi 90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan sekitar 20%.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui kebijakan fiskal dan program pembangunan yang berpihak pada penguatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan usaha, termasuk di sektor jasa perhotelan.

Perhotelan Dorong Ekonomi Jakarta

Kebijakan insentif pajak berjalan seiring dengan kinerja perekonomian Jakarta yang mencatat pertumbuhan positif. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11%, dengan kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,61%.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah berperan menjaga iklim usaha agar tetap kondusif, termasuk melalui pemberian insentif fiskal bagi sektor-sektor strategis seperti perhotelan.

Momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta semakin menguat pada Triwulan IV-2025 dengan laju pertumbuhan mencapai 5,71% secara tahunan. Pada periode tersebut, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 8,40%, sementara Jasa Lainnya dan Jasa Perusahaan masing-masing tumbuh 8,32% dan 8,11%.

Sepanjang 2025, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya, yakni sebesar 9,33%. Kinerja sektor ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pariwisata, mobilitas masyarakat, serta konsumsi, yang turut didukung oleh kebijakan insentif pajak daerah.

Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79% dan konsumsi pemerintah sebesar 13,20%. Struktur ini menegaskan pentingnya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembang rumah MBR menanti realisasi tambahan kuota FLPP

    Pengembang Menjerit, Tambahan Kuota FLPP Belum Realisasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah belum juga merealisasikan tambahan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) tahun 2024 sebesar 34 ribu unit sebagaimana yang sudah dijanjikan. Akibatnya, pengembang rumah subsidi di sejumlah daerah terancam gulung tikar serta berpeluang memicu lonjakan kredit macet (non-performing loan/NPL) perbankan. “Kalau tambahan kuota KPR FLPP tidak segera turun di bulan ini, kami khawatir […]

  • rumah subsidi dengan kredit program perumahan

    Menkeu Purbaya: Pembangunan dan Renovasi Perumahan Capai Rp20 Triliun

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Pagu anggaran infrastruktur pada 2026 mencapai Rp434,8 triliun yang diarahkan antara lain untuk konektivitas, ketahanan pangan, energi, dan layanan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan APBN tahun berjalan. Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga menyampaikan program pembangunan dan renovasi perumahan (komersil, rumah subsidi dan bantuan renovasi (BSPS) 190 ribu unit yang dananya dari APBN dan […]

  • Sang Pemikir Hunian MBR Itu Telah Tiada

    Sang Pemikir Hunian MBR Itu Telah Tiada

    • calendar_month Sabtu, 15 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Duka menyelimuti sektor perumahan khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Profesor Budi Prayitno, pengajar Departemen Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) tutup usia, Sabtu, 15 Mei 2021. “Kabarnya, Mas Budi kelelahan dan terkena serangan jantung. Beliau adalah sosok yang sederhana dan santun. Tapi pemikirannya sangat kritis, terutama menyangkut isu perumahan […]

  • Pemerintah Kebut Proyek MRT East-West Rute Cikarang-Balaraja

    Pemerintah Kebut Proyek MRT East-West Rute Cikarang-Balaraja

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengupayakan percepatan penyelesaian proyek infrastruktur MRT East-West sebagai pengembangan MRT Fase 3. Proyek MRT East-West sejalan dengan upaya Pemerintah memangkas konsumsi BBM masyarakat serta menekan kemacetan di wilayah Jabodetabek. Proyek yang mencakup rute Balaraja – Cikarang sepanjang 84,102 km itu menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Sumber pendanaan proyek MRT Fase 3 […]

  • industri furnitur

    Kinerja Ekspor Industri Furnitur 2022 Capai US$2,47 M

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kontribusi industri furnitur sebesar 1,30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) non-migas dengan kinerja ekspor senilai US$ 2,47 miliar pada tahun 2022. “Pada kuartal pertama tahun 2023 pertumbuhan industri furnitur telah menunjukkan peningkatan ketimbang triwulan I-2022 (q to q). Capaian ini terjadi ditengah ancaman resesi global yang sebelumnya membuat pertumbuhan industri furnitur mengalami […]

  • Perppu Ciptaker

    DPR Setujui RUU Penetapan Perppu Ciptaker Dijadikan Undang-undang

    • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Legislasi DPR RI menyetujui RUU Penetapan Perppu Cipta Kerja (Ciptaker) untuk ditetapkan menjadi Undang-undang dalam Rapat Sidang Paripurna DPR RI terkait Pembahasan Tingkat II atas Pengambilan Keputusan RUU Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada Selasa, 21 Maret 2023. “Perppu Cipta Kerja merupakan salah satu langkah mitigasi dari krisis global dan tentunya […]

Translate »
expand_less