Ini Resep Gubernur Pramono Jadikan Jakarta Top 50 Kota Global
- calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
- print Cetak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sejumlah strategi agar Jakarta menjadi Top 50 Kota Global. Salah satu strategi yang dillakukan adalah membangun Jakarta tidak hanya mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Dalam membangun Jakarta untuk menjadi Top 50 Kota Global, saya akan membangun Jakarta bukan semata-mata karena APBD,” ucap Gubernur Pramono Anung dalam WARTALKS – Peta Strategis 5 AbadJakarta Menuju Top 50 Global City 2029 di Jakarta, Rabu, 23 Juli 2025.
Lebih jauh Pramono menjelaskan, sumber dana selain APBD untuk membangun Jakarta diantaranya diperoleh berasal dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Dia pun meyakini, langkah tersebut akan mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik ke depannya.
“Mudah-mudahan dalam kepemimpinan saya 1 tahun ke depan atau 2 tahun wajah Jakarta mengalami perubahan,” imbuhnya.
Sementara itu dalam acara “Jakarta Sustainability Forum: Advancing for Top #20 Global City” Gubernur Pramono menegaskan, peran baru Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global harus mengedepankan aspek keberlanjutan. Hal ini penting untuk menarik investasi serta membangun kepercayaan komunitas global dalam jangka panjang. Ia mencontohkan The High Line di New York, sebuah taman publik yang dibangun di atas rel kereta terbengkalai.
Konsep serupa dinilai dapat diadopsi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, memperluas ruang terbuka hijau, dan memperkaya keragaman ruang publik di Jakarta. “Aspek keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak agar Jakarta dapat menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” tegasnya.
Ajak Swasta Bangun Kota Global
Gubernur Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari setiap kebijakan pembangunan kota. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain perluasan ruang terbuka hijau (RTH), serta program normalisasi dan naturalisasi sungai demi menciptakan Jakarta yang lebih layak huni.
“Ke depannya, sinergi dan peran aktif sektor swasta, akademisi, mitra internasional, serta elemen masyarakat lainnya sangat dibutuhkan untuk memperkuat posisi Jakarta di mata dunia. Saya mengajak semua pihak memastikan pembangunan kota ini tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan inklusif demi mewujudkan Jakarta sebagai Top 20 Global City yang berkelanjutan,” pungkasnya. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz


