Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Catatkan Realisasi Investasi Rp14 triliun
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
- print Cetak

Ilustrasi Properti Jakarta (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Realisasi investasi sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran di Jakarta menembus angka Rp14 triliun pada Semester I tahun 2026. Nilai itu menyumbang 8% dari total realisasi investasi Jakarta yang sebesar Rp173,6 triliun, disusul sektor Konstruksi sebesar Rp12,9 triliun. Realisasi investasi Jakarta kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia dengan kontribusi 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.
“Pencapaian ini menunjukkan Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto.
Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp67,1 triliun. Tiga sektor dengan kontribusi investasi terbesar ialah sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi dengan realisasi Rp54,3 triliun atau 31 persen dari total investasi. Posisi berikutnya ditempati sektor Jasa Lainnya sebesar Rp43,6 triliun atau 25 persen, serta sektor Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16 persen.
Dominasi ketiga sektor tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor yang menopang konektivitas, perdagangan, serta pengembangan jasa sebagai penggerak utama perekonomian Jakarta.
Lokasi Favorit Investasi
Heru menjelaskan, realisasi investasi PMDN dan PMA terbesar masih berada di Jakarta Selatan dengan nilai mencapai Rp62,7 triliun. Tingginya capaian investasi tersebut didukung oleh berbagai keunggulan Jakarta, mulai dari infrastruktur yang terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, hingga ekosistem bisnis yang semakin matang.
“Realisasi investasi terbesar berada di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Pusat sebesar Rp49,9 triliun, Jakarta Utara Rp23,1 triliun, Jakarta Barat Rp20,6 triliun, dan Jakarta Timur Rp17,1 triliun. Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu membukukan realisasi investasi sebesar Rp289 miliar,” papar Heru.
DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan posisi sebagai daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. Langkah tersebut meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, hingga penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.
Selain itu, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta juga memperkuat strategi promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi serta pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada investor. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
