Singapura Dibidik Garap Proyek Strategis TOD di Jakarta
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi TOD (Foto: jakartamrt)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka penguatan investasi Singapura di Jakarta pada berbagai proyek, seperti Transit-Oriented Development (TOD), pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4. Tak hanya itu, pintu invetasi dari Singapura juga terbuka untuk berbagai inisiatif transformasi perkotaan yang mendukung Jakarta menuju kota global.
“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” jelas Gubernur Pramono dalam keterangannya dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Gubernur Pramono melanjutkan, selain menawarkan peluang investasi pada sektor transportasi dan pengembangan kawasan perkotaan, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten. Menurutnya, kepastian kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.
“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama,” ucap Gubernur Pramono.
Sebelumnya, Gubernur Pramono forum Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services pada rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura menjelaskan, Jakarta terus memperkuat sektor transportasi dengan cakupan layanan transportasi publik yang telah mencapai 92,5 persen. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan Rp4,2 triliun pada 2026 untuk memperluas layanan Transjabodetabek.
Siapkan Pusat TOD di Dukuh Atas
Pemprov DKI Jakarta melanjutkan pengembangan jaringan MRT hingga 46,5 kilometer pada 2034 dan LRT hingga 21,8 kilometer pada 2029. Jakarta juga menyiapkan pusat Transit-Oriented Development (TOD) baru di Dukuh Atas pada 2027 bersama Shenzhen Metro untuk mengintegrasikan lima moda transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.
Di bidang pendidikan, program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul telah menjangkau 707.477 siswa serta 15.825 mahasiswa. Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pendidikan gratis di 103 sekolah swasta guna memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.
Sementara itu, di sektor kesehatan, layanan Pasukan Putih bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas serta layanan konseling gratis JakCare dihadirkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah.
Gubernur Pramono menegaskan, pelayanan publik yang andal dan efisien merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni bagi semua.
“Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua,” ujarnya. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
