REI Kalsel Expo 2026, Momentum Kolaborasi Ekosistem Perumahan
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- print Cetak

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho (tengah) bersama Ketua DPD REI Kalsel Ahyat Sarbini, saat seremoni pembukaan REI Kalsel Expo 2026, di Banjarmasin, Rabu, 12 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar REI Expo 2026, di Banjarmasin. Kegiatan yang dihelat 12-16 Agustus 2026 ini mempertemukan ekosistem perumahan sekaligus memperluas aksesibilitas serta pembiayaan sektor perumahan di daerah.
“REI Kalsel Expo telah memasuki usia 20 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi REI Kalimantan Selatan,” kata Ketua REI Kalsel, Ahyat Sarbini, saat Seremoni Pembukaan REI Kalsel Expo 2026, di Banjarmasin, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ahyat menyebutkan, pameran ini diselenggarakan untuk mendorong penjualan rumah di Provinsi Kalsel seiring target sebesar 10.000 hingga 13.000 unit pembangunan perumahan bersubsidi tahun 2026 di wilayah tersebut. Kendati semester I 2026 penjualan rumah terkendala akibat daya beli masyarakat, namun pihaknya tetap optimistis target penyediaan rumah bersubsidi tahun 2026 dapat terpenuhi. “REI Kalsel Expo diharapkan mampu membantu penjualan rumah bersubsidi. Tahun ini targetnya sebesar 13.000 unit,” kata Ahyat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, mengutarakan efek domino yang ditimbulkan dari pembangunan perumahan. “Setiap hunian yang dibangun akan menggerakkan rantai pasok, membuka lapangan kerja, dan menambah pendapatan masyarakat di banyak lini,” ujarnya.
Rahmiyanti menilai bahwa kelompok MBR membutuhkan bantuan dari ekosistem perumahan untuk dapat memperoleh rumah impiannya. Salah satunya adalah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Harapannya, melalui kegiatan seperti REI Expo ini masyarakat berpenghasilan rendah bisa semakin mudah mendapatkan informasi dan memiliki rumah pertamanya,” tegasnya.
Turut hadir pada seremoni pembukaan REI Kalsel Expo 2026, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho. Dipaparkannya, BP Tapera memperoleh mandat untuk menyalurkan bantuan untuk MBR memperoleh rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP.
“Masih menjadi tantangan bahwa masih banyak keluarga di Kalsel yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah harus hadir,” tegasnya.
Berdasarkan data BP Tapera, hingga 12 Agustus 2026, realisasi KPR Sejahtera FLPP di Kalimantan Selatan mencapai 5.147 unit dengan nilai pembiayaan Rp 676,5 miliar. Program tersebut menjangkau 13 kabupaten/kota, didukung 9 bank penyalur, 9 asosiasi, 574 pengembang, dan 521 perumahan.
Heru Pudyo Nugroho menegaskan REI merupakan mitra strategis BP Tapera dalam penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “BP Tapera adalah mitra yang luar biasa, karena dalam penyediaan rumah subsidi, tentu REI juaranya,” ujarnya.
Heru juga mendorong perluasan akses KPR subsidi bagi pekerja informal. Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menggerakkan tenaga kerja, industri bahan bangunan, konstruksi, hingga berbagai sektor ekonomi pendukung lainnya. “Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya.
REI Kalsel Expo Momentum Kolaborasi
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perbankan dan Pembiayaan Syariah, Royzani Sjachril, menilai pameran tersebut merupakan momentum memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan. “Ekspo menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat, solusi perumahan dan pembiayaan. Tema sinergi tanpa batas sangat tepat, karena pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ucapnya.
Royzani menyatakan bahwa pameran ini membuka peluang bagi pengembang untuk membuktikan kualitas bangunan dan produk hunian yang ditawarkan kepada pasar perumahan di wilayah Kalsel. Dengan begitu, calon konsumen bisa lebih mudah dalam membandingkan produk, harga, lokasi serta fasilitas yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk transaksi rumah.
Ia menuturkan, sejumlah pengembang juga memberikan harga khusus dan berbagai promo selama pelaksanaan expo. Hal itu diharapkan semakin membuka peluang masyarakat untuk memiliki rumah, terutama bagi mereka yang sedang mencari hunian pertama. “Di tengah kondisi perekonomian saat ini, kami tetap optimistis karena ada banyak kemudahan yang diberikan dalam REI Kalsel Expo 2026,” ungkap Royzani.
Ketua Panitia REI Kalsel Expo 2026, Irwansyah menambahkan, sesuai tema ekspo yang ramah keluarga, pameran ini juga dimeriahkan aneka lomba antara lain lomba anak merangkak, fashion show anak, donor darah, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.
“Pameran ini memasuki dekade kedua, digelar sejak 2006 hingga kini sudah 20 tahun. Semoga memberikan tren positif mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Banua,” ucapnya.
Irwansyah mengatakan, sekarang merupakan momentum yang tepat untuk memiliki rumah impian, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Pengunjung bisa mendapatkan berbagai keuntungan mulai dari cashback, potongan harga, hingga hadiah langsung selama pameran berlangsung,” pungkasnya. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
