Sekolah Developer Batch 3, Cetak SDM REI Banten Unggulan
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- print Cetak

Peserta Sekolah Developer yang diadakan REI Banten (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Banten menyelenggarakan Sekolah Developer Batch 3 sebagai program strategis memperkuat kapasitas dan profesionalisme pengembang di Provinsi Banten. Kegiatan ini merupakan salah satu fokus utama organisasi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) developer untuk dapat berkompetisi di industri properti.
“Sekolah Developer ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk SDM perusahaan anggota REI Banten. Materi yang diberikan bukan sekadar teori semata, melainkan juga terapan di lapangan,” ucap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Banten Roni Hardiriyanto Adali, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Sekolah Developer yang diadakan di Kota Serang, Rabu-Kamis, 5-6 Agustus 2026, ini untuk mencetak SDM yang tangguh di tengah tantangan ekonomi dan turunnya daya beli masyarakat. “Fokus kami adalah meningkatkan kualitas SDM. Jadi, SDM-nya dulu yang ditingkatkan kualitasnya, setelahnya SDM itu akan membangun bisnisnya dengan lebih baik,” tegas Roni.
Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady, yang hadir sebagai narasumber Sekolah Developer REI Banten menekankan, saat ini merupakan momentum terbaik bagi para pengembang perumahan. “Pengembang membutuhkan pengetahuan untuk dapat melihat bahwa saat ini adalah momentum,” ucapnya.
James Riady mengungkapkan, belum pernah terjadi sepanjang sejarah Republik Indonesia berdiri, bahwa ada sosok Kepala Negara yang sangat peduli terhadap kebijakan penyediaan hunian bagi rakyatnya. “Tidak pernah terjadi dalam sejarah, kita melihat ada Presiden yang peduli dan mengomandoi soal perumahan. Didorong oleh Ketua Satgas, dan Menteri Perumahan yang khusus didorong untuk melakukan terobosan dalam pembangunan di sektor ini. Jadi, sekarang adalah momentum yang sangat baik,” tegas James Riady.
James menjelaskan, keterlibatan pengembang anggota REI bukan sekadar soal bisnis, melainkan wujud integritas dan kontribusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menghadirkan keadilan sosial lewat program rumah layak huni. “Dengan kontribusi 2 persen dari sektor ini, bisa mendorong terwujudnya cita-cita Presiden Prabowo Subianto mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen,” kata James Riady.

CEO Lippo Group James Riady membagikan success story saat menjadi narasumber di Sekolah Developer yang digagas REI Banten (Foto: Istimewa)
Sekolah Developer Terobosan Inspiratif
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Kota Baru, Mary Octo Sihombing, mengutarakan bahwa Sekolah Developer REI Banten sebagai terobosan inspiratif dalam mencetak pengembang pemula yang profesional.
“Program 3 juta rumah adalah tugas besar dari sisi suplai. DPD REI Banten memelopori lahirnya pengembang yang makin profesional untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Ketua Kehormatan REI Banten tersebut.
Sekolah Developer merupakan program edukasi dan pelatihan intensif yang diinisiasi oleh REI Banten untuk mencetak pengembang properti yang kompeten, legal, dan berintegritas. Kegiatan ini dirancang bagi pengembang pemula maupun pelaku bisnis properti untuk memperdalam pemahaman materi strategis. Materi yang diberikan antara lain mulai dari regulasi perizinan terbaru, manajemen proyek, strategi pembiayaan dan kemitraan perbankan, hingga analisis pasar dan teknik pemasaran yang efektif. Program ini digagas oleh REI Banten bekerja sama dengan Banten Real Estate Institute.
Sekolah Developer merupakan pengembangan dari program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang sebelumnya diselenggarakan oleh DPD REI Banten serta didukung oleh Badan Diklat Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI). Kegiatan ini merupakan diversifikasi dari kurikulum Badan Diklat DPP REI yang lebih spesifik serta menyesuaikan kebutuhan pengembang di daerah.
“Awalnya kami memang mengikuti diklat dari Badan Diklat DPP REI. Selanjutnya, kami menyelenggarakan Sekolah Developer sendiri karena menyesuaikan kebutuhan dari pengembang di wilayah Banten,” pungkas Roni. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
