Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Akhirnya, Ini Insentif untuk Sektor Properti!

Akhirnya, Ini Insentif untuk Sektor Properti!

  • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan pernyataan bersama dalam Konfrensi Pers mengenai Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, yang diselenggarakan pada hari senin, 1 maret 2021.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa sektor perumahan diberi insentif relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung oleh Pemerintah atas penyerahan rumah tapak maupun rumah susun, selama enam bulan untuk masa pajak Maret sampai dengan Agustus 2021.

“Adapun mekanismenya ialah 100% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi dua miliar rupiah dan 50% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual diatas dua miliar rupiah sampai dengan lima miliar rupiah,” ujar Airlangga Hartarto.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengutarakan kriteria rumah tapak dan/atau rumah susun yang diberikan insentif, antara lain memiliki harga jual maksimal Rp 5 miliar, diserahkan secara fisik pada periode pemberian insentif, merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, dan diberikan maksimal satu unit rumah tapak/rumah susun untuk satu orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

“Hal ini dilakukan untuk menyerap untuk rumah – rumah siap huni, sehingga stock rumah akan turun, sehingga memacu produksi rumah baru lagi,” pungkas Sri Mulyani.

Pada kesempatan tersebut Menteri Keuangan juga mengatakan bahwa desain kebijakan ini ditujukan untuk memulihkan kembali konsumsi rumah tangga, termasuk kelompok menengah. “APBN bekerja untuk dua front atau jalur: memulihkan ekonomi masyarakat dan mendorong pemulihan dunia usaha,” kata Menteri Keuangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga mengatakan bahwa insentif kebijakan Pemerintah ini melengkapi empat kebijakan Pemerintah di sektor perumahan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB),  Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Insentif perumahan ini untuk mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun oleh pengembang pada tahun2020 dan 2021 dan membantu masyarakat untuk memperoleh rumah yang layak huni yang sudah ada di pasar perumahan melalui pembebasan PPN,” kata Menteri PUPR.

Adapun pemberian untuk sektor properti (sektor real estate dan sektor konstruksi) ini juga tidak terlepas dari kontribusinya terhadap ekonomi nasional, yang mana selama 20 tahun terakhir terus meningkat, dari 7,8% pada tahun 2000 menjadi 13,6% pada tahun 2020.

Begitu juga dengan pekerja di sektor properti yang terus meningkat sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2016 dan sedikit melandai hingga 9,1 juta di 2019, namun menurun menjadi 8,5 juta pekerja di tahun 2020. Dari sisi kredit, kontribusi kredit properti terhadap total kredit juga telah meningkat dari 7,3% pada tahun 2002 menjadi 19,5% pada tahun 2020.

Berdasarkan paparan dari Menteri Koordinator Perekonomian, juga disebutkan bahwa pada tahun 2020, industry properti turun signifikan, dimana penjualan turun -21%, dengan dampak terbesar terhadi pada rumah besar (turun -37%). Namun harga masih bertumbuh rata – rata 1,43%, yang mana pertumbuhan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil dengan kenaikan sebesar 1,87%. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

    BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Wilayah Indonesia yang berada pada posisi ring of fire (daerah rawan letusan gunung berapi dan gempa bumi) menimbulkan tantangan terkait penanganan pasca bencana terutama masalah pengadaan hunian pengganti bagi para korban bencana. Sejumlah aspek teknis terkait penyediaan hunian layak bagi para korban bencana menjadi fokus perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kualitas material […]

  • Latinos Business District (Foto: Dok Sinar Mas Land)

    Sinar Mas Land Hadirkan Latinos Business District

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land melalui Bumi Serpong Damai (BSD) City memperkenalkan Latinos Business District yang berada di Kawasan Timur BSD City. Produk properti ini memiliki desain multifungsi dan fleksibel dengan memaksimalkan ruang bisnis yang memiliki nilai tambah untuk dijadikan tempat tinggal yang nyaman. Produk komersial ini mengusung konsep boutique small office home office (Boutique SOHO) […]

  • Persija Jakarta

    Persija Resmi Disponsori Bank Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta resmi menjadi sponsor bagi klub sepak bola Persija. Komitmen dukungan tersebut dibuktikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua belah pihak yang digelar di Taman Menteng, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025. Lewat kolaborasi ini, Bank Jakarta menegaskan komitmennya mendukung kebangkitan Macan Kemayoran dengan menjadi salah satu sponsor, sekaligus memperluas jangkauan layanan […]

  • Pengelolaan Tanah Berkelanjutan Antisipasi Emisi Karbon

    Pengelolaan Tanah Berkelanjutan Antisipasi Emisi Karbon

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya melakukan pengelolaan tanah berkelanjutan melalui perencanaan penggunaan tanah dengan beragam regulasi. Pasalnya,  pengelolaan tanah yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang pertanahan dan tata ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya […]

  • Kementerian PUPR Garap Desain Purwarupa Hunian MBR

    Kementerian PUPR Garap Desain Purwarupa Hunian MBR

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan desain purwarupa hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Desain purwarupa berdasarkan masukan dari asosiasi perumahan. Purwarupa ini akan menjadi panduan bagi pelaku usaha pada tahap permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi hunian bersubsidi. “Kami tengah mengembangkan desain prototipe atau purwarupa rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan […]

  • Hutama Karya Fungsionalisasi Tol Pekanbaru-Bangkinang Akhir 2021

    Hutama Karya Fungsionalisasi Tol Pekanbaru-Bangkinang Akhir 2021

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) tengah merampungkan pembangunan tahap I Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satunya yaitu ruas Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 40 km. Tahapan konstruksi proyek tol koridor Pekanbaru – Padang (254 km) telah mencapai 74 persen dan ditargetkan dapat fungsional akhir tahun 2021. “Proyek Tol Pekanbaru – Bangkinang saat ini sudah […]

Translate »
expand_less