Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bangun Jembatan Batam-Bintan, PUPR Tawarkan Skema KPBU

Bangun Jembatan Batam-Bintan, PUPR Tawarkan Skema KPBU

  • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong inovasi pembiayaan untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Alternatif pembiayaan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sarana terbaik untuk mewujudkan pembangunan suatu wilayah atau daerah dengan tanpa membebani anggaran negara.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN. Di antaranya adalah bagi swasta memiliki kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan, sementara keuntungan Pemerintah proyeknya banyak yang mengawasi, sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah melakukan pengkajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Rencananya, pembiayaan pembangunan jembatan tersebut menggunakan skema KPBU. Namun demikian, Pemerintah juga memberi dukungan finansial agar proyek tetap feasible.

“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan dalam siaran persnya, Minggu (25/4/2021).

Menurut dia, Jembatan Batam -Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari dua jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Sementara untuk porsi pembiayaan Pemerintah pada jembatan penghubung Batam -Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh -Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

“Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.000 meter, jadi total panjangnya sekitar 7.000 meter,” terang Yudha.

Standar Jalan Tol

Desain awal pembangunan jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005 dan diperbarui tahun 2010. Namun karena ke depan berbentuk jembatan tol atau kendaraan yang lewat akan dikenakan tarif, sehingga terdapat perubahan desain agar menyesuaikan standar tol. Di mana lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter disesuaikan menjadi 33 meter.

“Untuk jembatan Tanjung Sauh ke Bintan yang KBPU, nanti desain yang ada menjadi basic design untuk diupdate oleh investor menjadi DED (detail engineering design), sehingga untuk ditindaklanjuti apa yang kurang difinalisasi. Sementara Jembatan Batam-Tanjung Sauh karena menjadi tugasnya Pemerintah, kami akan selesaikan kekurangan yang ada dalam beberapa bulan, sehingga saat proses KPBU selesai, DED-nya juga selesai,” tutur dia.

Yudha mengatakan untuk progres saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU dan diharapkan segera mulai konstruksi. Jembatan Batam -Bintan akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan, sehingga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau, dengan mengurangi waktu tempuh dan juga biaya transportasi orang dan barang.

“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap tahun 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi concern kami, maka targetnya sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” kata Yudha. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjanjian KUB

    Diinisiasi Sejak 2024, Bank DKI Gandeng BMM Bentuk KUB

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank DKI menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Maluku Malut (BMM) membentuk KUB (Kelompok Usaha Bersama). Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Penyertaan Modal dan Perjanjian Pemegang Saham, di Balai Kota Jakarta, Rabu, 5 Juni 2025. Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan bahwa pembentukan KUB ini merupakan tonggak penting […]

  • “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masalah perizinan menjadi kendala klasik yang masih menghantui pembangunan perumahan di Indonesia. Padahal, di satu sisi angka kekurangan (backlog) perumahan nasional masih cukup tinggi mencapai 14 juta unit, dan setiap tahunnya terus bertambah. Perlu keikhlasan dari semua pihak agar semua masyarakat dapat hidup di rumah yang layak. Jika ditanya apa salah satu yang […]

  • BTN Housingpreneur

    Penghargaan BTN Housingpreneur Perkuat Inovasi Perumahan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penganugerahan (awarding) BTN Housingpreneur 2025 menjadi ajang penutup pelaksanaan pameran BTN Expo 2026 yang telah berlangsung sejak 28 Januari 2026. Program ini berhasil mencatat 1.170 submission dan melahirkan 58 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan ajang ini digelar di tengah […]

  • Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja pasar perumahan sepanjang tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0%. Meski hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terkonsentrasi di segmen menengah-atas, namun di kuartal IV-2021 pasar mulai bergeser ke segmen yang lebih rendah. “Seperti yang diprediksi sebelumnya, kemungkinan pasar akan kembali ke […]

  • Pengembang rumah MBR menanti realisasi tambahan kuota FLPP

    PPDPP Resmi Tutup Layanan KPR FLPP

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR secara resmi menutup penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per 31 Oktober 2021. Penyaluran FLPP tahun 2021 ditutup tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 yakni sebanyak 178.728 unit. Jumlah itu setara Rp 19,57 triliun atau sebesar 113,48 persen […]

  • WSBK Parekraf

    Ajang WSBK Diharapkan Beri Dampak Ekonomi Pelaku Parekraf

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap ajang World Superbike (WSBK) yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu mendatangkan dampak ekonomi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB. “Pertandingan berjalan sukses, didukung dengan cuaca yang cerah. Ini momentum bagi […]

Translate »
expand_less