Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Bank Dunia Tuding KPR Subsidi Tak Efisien, Tapi BP2BT Juga Gagal

Bank Dunia Tuding KPR Subsidi Tak Efisien, Tapi BP2BT Juga Gagal

  • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Bank Dunia dalam laporannya bertajuk “Indonesia Public Expenditure Review 2020: Spending For Better Results” mengevaluasi program pembiayaan perumahan di Indonesia. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia menyebut bahwa program pembiayaan perumahan yang digunakan untuk memenuhi target kepemilikan rumah dan hunian tidak efisien. Pasalnya, subsidi yang digunakan mahal dalam hal biaya fiskal dimuka dan hutang di masa depan. Selain itu, baik skema FLPP maupun SSB hanya menguntungkan bank dan pengembang daripada konsumen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sehingga membuat hengkangnya sektor swasta.

Bank Dunia, masih dalam laporan tersebut, juga merekomendasikan untuk mengalihkan dana ke subsidi yang lebih efisien, progresif, dan lebih tepat sasaran, sambil mengoptimalkan program-program subsidi saat ini untuk meningkatkan efisiensi dan kesetaraan.

Adapun program pembiayaan perumahan yang dianggap lebih efisien oleh Bank Dunia adalah program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Hal ini karena BP2BT berlawanan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sebab program besutan Bank Dunia ini hanya menyediakan bantuan uang muka satu kali untuk MBR, sehingga mengurangi kewajiban ekonomi di masa depan dan biaya administrasi jangka panjang.

Dalam catatan redaksi industriproperti.com, desain program BP2BT memang berbeda dengan program FLPP maupun SSB. Dalam program SSB, Pemerintah memberikan subsidi selisih antara bunga pasar dengan bunga yang dapat ditanggung oleh konsumen MBR, sehingga selama masa tenor cicilan, konsumen hanya dikenakan bunga flat sebesar 5 persen. Sedangkan program FLPP, Pemerintah memberikan dana dengan persyaratan lunak kepada pemberi pinjaman yang memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan suku bunga tetap kepada konsumen sebesar 5 persen per tahun selama 20 tahun. Likuiditas hampir sebesar 75 persen didanai oleh Pemerintah Indonesia dan sisanya oleh perbankan.

Namun demikian, realisasi program ini juga dinilai gagal. Hal ini diutarakan oleh Direktur Jendral Perumahan Khalawi Abdul Hamid saat Kick Off Meeting Pelaksanaan BP2BT Tahun 2021, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021. “Saya merasa gagal menyalurkan Program BP2BT karena pencairannya hanya 8,8 persen. Selama dua tahun program ini tidak berjalan optimal. Padahal kita sudah memberi sejumlah relaksasi. Misalnya, ketentuan lama waktu menabung dari semula minimal enam bulan telah dipangkas hanya tiga bulan,” kata Khalawi.

“Sudah susah payah dicarikan pinjaman, tapi tidak terserap. Kritik itu disampaikan Pak Menteri PUPR (Basuki Hadimoeljono) kepada saya. Hal ini tentu harus menjadi pemicu bagi kita semua untuk sama-sama mendorong suksesnya program BP2BT,” lanjut Khalawi.

Adapun dari total alokasi anggaran, total pinjaman Bank Dunia ini sebesar USD 205 juta atau setara Rp 2,7 triliun. Namun, dalam dua tahun terakhir hanya tersalurkan USD 18,1 juta atau setara Rp 238,4 miliar (sekitar 6.534 unit rumah bersubsidi).

Dihubungi secara khusus, Ketua Umum The Housing and Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto menyatakan bahwa kajian desain program BP2BT tidak komprehensif. “Desain programnya tidak memahami seluk beluk perumahan rakyat dan karakteristik MBR formal maupun informal,” tegas Zulfi kepada redaksi industriproperti.com.

Menurut Zulfi, persyaratan yang ditetapkan dalam program BP2BT luar biasa ketat. “Meski iming – iming subsidinya besar, tapi MBR diminta untuk menabung, ini sangat sulit untuk pekerja informal. Apalagi bunganya juga bunga pasar,” ujar Begawan Perumahan Rakyat tersebut.

The HUD Institute menawarkan program pembiayaan perumahan berbasis data permintaan/ konsumen yang valid dan etnografi. Sehingga, lanjut Zulfi, baiknya pemerintah memetakannya dengan baik dan selalu update. “Konstruksi rumah untuk orang Padang dan orang Tegal itu berbeda, sehingga desain program juga tidak bisa sama,” pungkas Zulfi. (ADH & BRN)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebutuhan Rumah untuk Lansia di Tiongkok Tinggi (Foto: Pei Qiang)

    Fasilitas Perawatan Lansia jadi Tren Baru di Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Berinvestasi dalam perawatan lansia di Tiongkok menjadi suatu prospek bisnis yang menggiurkan bagi investor dalam negeri maupun internasional mengingat seberapa cepatnya demografi penduduk Tiongkok menua. Perusahaan properti dan infrastruktur yang berbasis di Sydney, Lendlease Corp Ltd., telah menanamkan $280 juta ke Ardor Gardens, sebuah pengembangan perawatan lansia mewah. “Keadaan pasar kemungkinan akan sangat […]

  • Living World Grand Wisata

    Living World Grand Wisata Beroperasi, Terbesar di Timur Bekasi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – Living World Grand Wisata yang dikembangkan oleh PT Sahabat Duta Wisata, perusahaan joint venture antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land, resmi dibuka pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Living World kelima ini berlokasi di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, dengan luasan commercial area lebih dari 58.000m2. Living World Grand Wisata akan menjadi pusat […]

  • Penjualan Turun 12%, SCG Tetap Bukukan Laba Bersih

    Penjualan Turun 12%, SCG Tetap Bukukan Laba Bersih

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Produsen semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG), mengumumkan penjualan sepanjang tahun 2023 sebesar 14,5 juta dollar AS, atau turun 12% (year on year/yoy). Penurunan penjualan itu terutama karena turunnya harga produk kimia dan pengecualian penjualan SCG Logistics. Kendati terjadi penurunan penjualan, SCG tetap membukukan laba bersih sebesar 750 ribu dollar AS, atau naik […]

  • Sebanyak 38.850 PNS di Bali Belum Mutakhirkan Data Tapera

    Sebanyak 38.850 PNS di Bali Belum Mutakhirkan Data Tapera

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat sebanyak 38.850 PNS (setara 63,81 persen) di lingkup Provinsi Bali belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Sedangkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali selaku pemberi kerja telah merampungkan pemutakhiran data 58.994 PNS melalui portal Sitara. “Pemutakhiran data penting untuk mengetahui dan memastikan informasi data peserta, status […]

  • IKN

    Jokowi Janji Gelar Karpet Merah Pengusaha Lokal Investasi di IKN

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah selalu memprioritaskan dan mendahulukan investor lokal dalam investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, jika tidak ada minat dari investor lokal, maka pemerintah akan mencari investor dari luar negeri yang minat untuk berinvestasi di IKN juga tinggi. “Saya sampaikan kepada Kepala Otorita, rem untuk yang dari luar, […]

  • Perbankan Diminta Pangkas Bunga Konstruksi Properti Hijau

    Perbankan Diminta Pangkas Bunga Konstruksi Properti Hijau

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) properti hijau hendaknya turut diikuti dengan dukungan pembiayaan konstruksi untuk para pengembang yang membangun properti hijau. “Perbankan dapat mendukung pengembang dengan mengurangi bunga konstruksi pada pembangunan properti hijau,” terang Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang […]

Translate »
expand_less