Bidik Hunian Milenial, Hipmi Ajak REI Kolaborasi
- account_circle Oki Baren
- calendar_month Sen, 8 Mar 2021

Pengurus BPP Hipmi beraudiensi ke Ketum DPP REI Paulus Totok Lusida, Senin (8/3/2021)
Jakarta – Kalangan milenial masih menjadi magnet bagi pasar perumahan. Demi menangkap peluang pasar ini, pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI).
“Kami tertarik untuk menggarap perumahan bagi konsumen dari kalangan milenial. Pengusaha anggota Hipmi yang menggarap, tentunya dengan bantuan atau dukungan dari Asosiasi REI, sebagai ‘Bapak’ kita. Untuk itu, kami akan fokuskan terlebih dahulu proyek perumahan di daerah mana yang dapat dikerjasamakan dengan pengembang anggota REI. Anggota Hipmi nanti akan ikut bergabung sebagai sub-developer,” kata Ketua Bidang Tata Ruang, Pekerjaan Umum, dan Pembangunan Desa Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Muhammad Ali Affandi, yang bersama sejumlah Pengurus Bidang VIII BPP Hipmi beraudensi ke kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, di Jakarta, Senin (8/3/2021).
Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida yang menerima langsung rombongan BPP Hipmi menyebutkan, pada prinsipnya REI bersikap terbuka terhadap pihak manapun yang berkeinginan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam penyediaan perumahan. “Kami tentunya sangat welcome terhadap keinginan Hipmi untuk dapat berkolaborasi dan sinergi untuk dapat berkembang bersama. Tentu dengan rambu-rambu yang ada,” kata Totok yang didampingi Direktur Eksekutif DPP REI Dhani Muttaqin.
Menurut Totok, dalam situasi saat ini, pasar perumahan yang masih tetap bertahan adalah di kisaran harga kurang dari Rp 1 miliar. “Kalau ada yang berminat untuk ikut membangun dalam konsep klaster, silakan saja. Kami bisa menawarkannya kepada rekan-rekan pengembang yang membangun dalam skala besar. Misalnya, kami bisa menawarkan ke pengembang yang membangun di daerah seperti di Kalimantan Timur,” ujar dia.
Pada kesempatan itu pula, Totok berpesan, apabila kerjasama dua organisasi profesi ini terwujud, maka pelaksananya harus benar-benar mengutamakan profesionalisme. “Hipmi harus menunjuk anggotanya yang memang terbukti profesional agar tidak justru menimbulkan masalah di masa mendatang,” tegas Totok.
Merespons pesan tersebut, Andi, sapaan karib Ketua 8 BPP Hipmi itu meminta jajarannya agar secepatnya menyiapkan konsep proposal penawaran kerjasamanya. “Kalau nanti kerjasama ini terlaksana, saya tegaskan agar semua pelaksananya dapat menjaga nama baik Hipmi di depan anggota REI,” tegas Andi. (MRI)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren



