Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Gelar Bimtek Rumah Subsidi, Wujud Kepatuhan REI Kalsel

Gelar Bimtek Rumah Subsidi, Wujud Kepatuhan REI Kalsel

  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimtek Rumah Subsidi sebagai panduan spesifikasi teknis pembangunan hunian khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pasalnya, pemerintah mempersyaratkan pembangunan rumah bersubsidi bagi MBR harus sesuai spesifikasi dan standardisasi teknis yang telah ditetapkan.

“Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan arahan agar pengembang perumahan membangun hunian bersubsidi yang berkualitas. Pengembang diharapkan memiliki integritas dan tanggung jawab dalam membangun perumahan rakyat yang menjadi bagian dalam Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto,” tutur Ketua REI Kalsel, Ahyat Sarbini, dalam keterangan pers yang dikutip Jumat, 20 Juni 2025.

Menurut Ahyat, pengembang hunian bersubsidi harus memperhatikan kualitas, keamanan dan aspek kenyamanan rumah bersubsidi. “Pengembang jangan hanya memperhatikan aspek bisnis, melainkan juga harus pertimbangkan keamanan dan kenyamanan rumah bersubsidi,” kata Ahyat.

Ahyat menjelaskan, pihaknya senantiasa bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh stakeholder perumahan lainnya. “Kami perlu bimbingan dan arahan dari pemerintah bagaimana cara membangun rumah yang bagus dan seperti apa spesifikasi teknisnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Balai Pelaksana Penyedia Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kalimantan II Kementerian PKP dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

“Rumah bersubsidi harus dibangun sesuai dengan standar agar layak huni, termasuk pula prasarana, sarana dan utilitas lainnya,” kata Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kalimantan II, Anggoro Putra.

Anggoro menegaskan, pengembang harus membangun rumah subsidi yang berkualitas sehingga tidak ada keluhan saat rumah dihuni oleh MBR. Secara teknis, lanjut Anggoro, spesifikasi teknis rumah subsidi antara lain bagaimana penulangan kolom, penulangan balok, hubungan kuda-kuda dengan kolom dinding, dan aspek keamanan dinding. “Kalimantan Selatan memang bukan daerah rawan gempa, tapi kita perlu adaptif dalam membangun konstruksi yang kokoh,” terang Anggoro.

Bimtek Rumah Subsidi

Anggoro meminta ketua asosiasi agar melakukan pembinaan terhadap anggota untuk memenuhi standar spesifikasi teknis. Apalagi ini sosialisasi bimtek rumah subsidi yang pertama kali digelar di Indonesia. “Presiden Prabowo selalu mengingatkan agar memberikan karpet merah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya pula backlog (kesenjangan antara ketersediaan dengan kebutuhan rumah) yang tinggi bisa dikurangi,” kata Anggoro.

Selain itu, perhatikan pula rencana tata ruang dan wilayah yang peruntukan memang untuk perumahan. Jangan sampai pengembang sudah berinvestasi ternyata kawasan itu bukan untuk perumahan.

“Misal itu ternyata persawahan yang dilindungi apalagi sekarang program swasembada pangan, atau itu wilayah resapan, maka tak bisa dibangun atau diberi izin untuk perumahan. Kita juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah mana lokasi yang cocok yang memang secara zonasi untuk permukiman, jadi semua harus sinergis,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Divisi Pemantauan dan Evaluasi Keterhunian Rumah BP Tapera, Andri Sandiary menyampaikan, pihaknya berfokus pada aspek keterhunian terkait pemanfaatan rumah bersubsidi dalam pelaksanaan bimtek rumah subsidi. “Keterhunian rumah bersubsidi pada tahun 2022 masih sangat rendah yakni 70 persen di seluruh Indonesia. Hal itu karena pendataannya masih manual oleh petugas kami di lapangan,” ujar Andri.

Andri mengutarakan bahwa sejak tahun 2023 dan tahun 2024 kemarin, pemanfaatan rumah bersubsidi terkait aspek keterhunian mengalami kenaikan yang signifikan. “Keterhunian pada tahun 2023 dan tahun 2024 naik di atas 90 persen. Pemantauan tidak hanya dari petugas kami di lapangan. Tapi juga ada sistem pelaporan mandiri oleh konsumen rumah sbsidi melalui aplikasi Akuhuni dan data aplikasi yang diserahkan bank penyalur KPR Subsidi,” pungkasnya.  (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obituari, Ini Pemikiran Prof Arief Sabaruddin Sebelum Tutup Usia

    Obituari, Ini Pemikiran Prof Arief Sabaruddin Sebelum Tutup Usia

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • 0Komentar

    “Tulisan ini adalah pemikiran Prof. Dr. Ir. Arief Sabaruddin CES via pesan WhatsApp kepada saya pada pukul 08.00 WIB, Senin, 11 Desember 2023. Hanya berselang sehari sebelum beliau tutup usia pada Selasa, 12 Desember 2023,” tutur Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto. Mari kita simak gagasan Direktur Utama PPDPP ini tentang solusi menyikapi […]

  • Edisi Desember 2019

    Majalah REI Edisi Desember 2019

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • 0Komentar

    DOWNLOAD

  • Awal Mei 2024, Realisasi KPR FLPP Capai Rp8,8 Triliun

    Awal Mei 2024, Realisasi KPR FLPP Capai Rp8,8 Triliun

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 8 Mei 2024 mencapai 72.779 unit rumah atau senilai Rp8,830 triliun. Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP melalui 32 bank penyalur itu tersebar di 8.245 perumahan oleh 5.899 pengembang di 33 provinsi dan 376 Kabupaten/Kota. “Realisasi […]

  • REI Tawarkan Propertinomic untuk Pemerintahan Mendatang

    REI Tawarkan Propertinomic untuk Pemerintahan Mendatang

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut gembira visi-misi dari semua calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) 2024-2029 yang telah memasukkan sektor perumahan sebagai visi-misi prioritas termasuk kemungkinan dibentuknya Kementerian Perumahan dan Perkotaan. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan salah satu amanah Musyawarah Nasional (Munas) REI tahun 2023 yang berlangsung di Jakarta pada Agustus […]

  • rusun

    Pacu Penyediaan, Skema Baru Rusun Subsidi Segera Terbit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menyusun skema baru rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Sebab, penyediaan hunian vertikal bersubsidi dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak menarik. “Selama lima tahun terakhir, negara baru mampu membiayai sekitar 200 unit rumah susun subsidi. Dengan skema baru ini, kita ingin […]

  • Pemerintah dan DPR Setujui RUU Pembentukan Provinsi di Papua

    Pemerintah dan DPR Setujui RUU Pembentukan Provinsi di Papua

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pembentukan provinsi di Papua. Ketiga RUU itu yaitu RUU Provinsi Papua Selatan, RUU Provinsi Papua Tengah dan RUU Provinsi Papua Pegunungan. “Komisi II DPR menyetujui penyampaian ini dan akan kami teruskan kepada pembahasan tingkat II pada rapat paripurna yang […]

Translate »
expand_less