Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Booming Komoditas Bakal Kerek Harga Properti

Booming Komoditas Bakal Kerek Harga Properti

  • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kenaikan harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir akan memberikan dampak terhadap sektor properti. Berdasarkan data historis, booming komoditas berpotensi mengerek kenaikan demand dan harga properti.

“Berkaca dari tahun 2013, pendapatan mereka (masyarakat) tidak hanya ditempatkan di perbankan, instrumen keuangan pasar modal, tetapi rata-rata pada waktu itu ditempatkan di properti. Itu mendorong demand di sektor properti naik, kemudian mendorong kenaikan harga,” jelas Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip dalam Webinar “Pengaruh Kenaikan Harga Komoditas 2022 Bagi Sektor Perumahan : Memanfaatkan Momentum, Sekaligus Menjaga Pertumbuhan dan Stabilitas Harga”, Kamis, 14 Juni 2022.

Sunarsip menjelaskan, pada kondisi normal (ekonomi tumbuh dan stabil), booming harga komoditi akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kondisi ini akan meningkatkan demand terhadap properti sehingga mendorong kenaikan harga properti.

“Kita coba memanfaatkan momentum komoditas karena kalau terjadi booming komoditas maka biasanya daerah-daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang berasal dari sektor komoditas maka penduduknya mengalami peningkatan dari sisi pendapatan,” kata Sunarsip

Namun, Sunarsip mengingatkan bahwa tidak semua kalangan diuntungkan dengan fenomena booming komoditas. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), misalnya, booming komoditas dapat menghadang peluang mereka untuk membeli rumah karena kenaikan harga rumah.

“Kita ingin booming komoditas bisa dijadikan momentum untuk memperkuat sistem pembiayaan perumahan. Kita tidak ingin efek dari booming komoditas tersebut mendorong lonjakan harga properti yang dapat merugikan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Karena ketika harga properti naik, mereka tidak bisa memiliki peluang untuk membeli properti,” urai Sunarsip.

Menengah Atas atau MBR?

Senada dengan Sunarsip, Direktur Finance Bank BTN Nofry Rony Poetra mengatakan, boom coomodity di Indonesia sempat mencapai puncaknya pada 2012 yang terlihat dari tingginya ekspor minyak dan gas serta beberapa komoditi lainnya. Di sisi lain, harga rumah mulai mengalami kenaikan pertumbuhan sejak 2013 sebagai cerminan tingginya permintaan.

“Korelasi secara singkat yang bisa kita lihat adalah harga komoditi naik, kemudian sektor properti mana yang lebih terkenda dampaknya? Apakah sektor properti menengah ke atas atau MBR. Ternyata dua-duanya ada dampak. Kalau harga rumah di tipe 70 ke atas pertumbuhannya stabil. Tipe 36 dan 45 kurang lebih sama,” ucap Nofry.

Indonesia merupakan negara penghasil sumber daya alam. Kenaikan harga komoditi pangan dan energi dalam jangka pendek akan berdampak positif pada neraca perdagangan nasional. Namun, kondisi ini perlu pengelolaan yang baik agar dampak ekonominya bisa terasa untuk jangka panjang.

“Kita harapkan boom commodity ini tidak cuma berdampak ke sumber daya alam, tapi juga harus tetap bisa mendorong pertumbuhan sektor manufaktur,” ucap Nofry. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Menteri ATR

    Jokowi Minta Menteri ATR/BPN Baru Tuntaskan 3 Masalah Ini

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Selepas melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tiga permasalahan segera tuntas. “Oleh sebab itu, tadi malam saya sampaikan urusan yang berkaitan dengan sengketa tanah, sengketa lahan harus sebanyak-banyaknya harus bisa diselesaikan. Yang kedua, urusan sertifikat harus sebanyak-banyaknya juga bisa diselesaikan […]

  • antasari place

    Tunjukkan Komitmen, Apartemen Antasari Place Selenggarakan Topping Off

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pengembang dan manajemen baru dari proyek Apartemen Antasari Place melakukan seremoni topping of pada, Kamis, 31 Mei 2023. Ini merupakan milestone penting dalam pembangunan proyek apartemen. “Dengan selebrasi topping off ini kami senantiasa menunjukan komitmen kami kepada seluruh stakeholders terutama konsumen Antasari Place,” kata Direktur Utama PDS, […]

  • BP Tapera Optimis Penuhi Target Penyaluran FLPP Kuartal II-2022

    BP Tapera Optimis Penuhi Target Penyaluran FLPP Kuartal II-2022

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan rakyat (BP Tapera) optimistis mampu memenuhi target pada indikator kinerja utama yang ditetapkan Kementerian Keuangan untuk kuartal II-2022. Terhitung 3 Juni 2022, BP Tapera telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 81.846 unit senilai Rp9,09 triliun atau 36,22% dari target yang ditetapkan pemerintah. Sehingga total penyaluran dana […]

  • Anggaran Rp10 T Kementerian PKP Direstui DPR, BSPS Dapat Porsi Besar

    Anggaran Rp10 T Kementerian PKP Direstui DPR, BSPS Dapat Porsi Besar

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi V DPR RI menyetujui usulan anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun 2026 sebesar Rp10,89 triliun. Dari total tersebut, sebesar Rp8,9 triliun atau 81% dialokasikan khusus untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). “Pagu anggaran 10,89 triliun ini kami utamakan sesuai dengan diskusi dengan pimpinan dan anggota adalah untuk BSPS. Jadi […]

  • Terobosan Menekan Angka Backlog Perumahan

    Terobosan Menekan Angka Backlog Perumahan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan kekurangan (backlog) perumahan yang angkanya masih tinggi hingga menyebabkan lebih kurang 10 juta keluarga di Indonesia belum memiliki rumah. Di sisi lain, jumlah unit apartemen tak terserap pasar jumlahnya cukup banyak hingga menjadi aset tidur yang bisa dimanfaatkan untuk diserap kembali ke masyarakat yang membutuhkan. “Idenya adalah bagaimana […]

  • hunian cerdas

    Hunian Cerdas Bisa Kurangi Backlog Perumahan?

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Hunian cerdas (smart housing) dipercaya dapat mengurangi angka backlog perumahan yang masih tinggi. Konsep hunian cerdas yang menawarkan berbagai kemudahan dapat menarik minat masyarakat untuk memiliki tempat tinggal. “Tapi kalau mahal, itu tidak menjadi daya tarik. Logikanya mungkin begini, kalau misalkan karyawan baru di sebuah kota gaji misalkan Rp10 juta. Sepertiga income itu […]

Translate »
expand_less