Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BRIS Diminta Perkuat Pembiayaan ke Sektor Properti

BRIS Diminta Perkuat Pembiayaan ke Sektor Properti

  • calendar_month Minggu, 13 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Merger tiga anak usaha syariah dari bank pelat merah diharapkan dapat lebih mendukung ekspansi layanan sistem keuangan syariah di Indonesia. Tak terkecuali dukungan yang diharapkan bagi sektor properti.

“Kami berharap bank syariah hasil merger ketiga anak usaha bank BUMN dapat mengayomi dan mendukung kemajuan sektor properti. Apalagi, seperti kita ketahui, sektor properti menjadi penggerak ekonomi nasional, sehingga pembiayaan perbankan syariah bisa lebih maju dan lebih up to date,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perbankan Syariah Royzani Sjachril, saat dihubungi industriproperti.com, Minggu, 13, Desember 2020.  

Royzani menyampaikan, pertumbuhan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan konsep syariah cukup signifikan yakni sekitar 10% per tahun. “Peningkatan KPRS (KPR berbasis syariah) mencapai 10% per tahun. Itu campuran antara pengajuan baru dengan pengalihan dari KPR konvensional kepada pembiayaan berbasis syariah,” ujarnya.

Menurut dia, tren pertumbuhan pembiayaan perbankan berbasis syariah ini didukung oleh adanya kepastian cicilan serta gencarnya kampanye anti riba yang disebarkan via sosial media. “Bahkan nasabah dari kalangan non-muslim pun ada yang beralih ke produk syariah. Alasannya tentu karena KPRS fix sampai akhir periode tagihan,” ucap Royzani.

Royzani Sjachril

Dukungan Pembiayaan Syariah

Ketiga bank BUMN syariah yang melakukan merger meliputi PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah. Hasil penggabungan atau merger bank syariah BUMN akan dinamakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Nama baru itu akan digunakan oleh PT Bank BRI Syariah Tbk selaku pihak penerima penggabungan (survivor entity).

Adapun komposisi pemegang saham pada bank hasil merger adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah yaitu 2%, serta publik sebesar 4,4%.

“Kehadiran BRIS akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, entitas baru ini tentu memerlukan identitas yang kuat dan Direksi yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya,” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN yang kini menjabat Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi.

Saat ini, lanjut Royzani, dukungan pendanaan syariah untuk kredit modal kerja bagi perusahaan pengembang relatif masih sedikit. “Selama ini hanya BNI Syariah yang sudah menyalurkan kredit modal kerja dengan akad musyarakah langsung ke proyek properti. Sedangkan unit usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, BTN Syariah (BTNS), juga sudah menyediakan kredit pembebasan lahan (KPL). Tapi BTNS tidak ikut dimerger,” kata dia.

Musyarakah adalah penyertaan (equity participation), yakni akad kerjasama usaha patungan antara dua pihak atau lebih pemilik modal untuk membiayai suatu jenis usaha dengan proporsi pembagian keuntungan sesuai porsi tanggung jawab yang disepakati bersama.

Aset bank hasil merger ini mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan BRIS dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam lima tahun mendatang.

“Kami selaku asosiasi pengembang berharap dengan terbentuknya BRIS dapat lebih mempererat sinergi untuk bersama-sama menumbuhkan pasar keuangan syariah di sektor properti. Kami juga perlu banyak belajar mengenai dukungan yang dapat diberikan dari perbankan syariah terhadap industri properti,” ucap Royzani.

Selain memiliki aset dan modal inti besar, BRIS juga akan didukung lebih dari 1.200 kantor cabang, 1.700 jaringan ATM, serta lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembang Optimistis Penjualan Lahan Industri Membaik

    Pengembang Optimistis Penjualan Lahan Industri Membaik

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis kinerja perseroan akan membaik di 2022. Hal itu didorong peningkatan penjualan lahan industri yang trennya terus membaik, terlebih di masa post-pandemic yang melonggarkan aktivitas masyarakat. Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan penjualan lahan seluas 20 hektar di Suryacipta City […]

  • Kemenparekraf Susun Roadmap Dekarbonisasi Sektor Pariwisata

    Kemenparekraf Susun Roadmap Dekarbonisasi Sektor Pariwisata

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun Peta Jalan (Roadmap) Dekarbonisasi untuk Sektor Pariwisata. Agenda tersebut memperoleh dukungan dari United Nations Development Program (UNDP) melalui Climate Promise Project. Penandatanganan dokumen yang akan menjadi acuan bersama untuk menyusun rencana strategis dalam menjalankan aksi iklim di sektor pariwisata yang ramah lingkungan, rendah emisi, dan mencapai […]

  • pasar properti

    Ini Sebab Pasar Properti Indonesia Makin Positif

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sentimen konsumen properti terhadap pasar properti nasional makin positif. Hal ini terlihat pada temuan survei Rumah.com Consumer Sentiment Survey H1 2022, yang menunjukkan indeks sentimen properti naik 3 poin dari periode sebelumnya menjadi 72 poin. “Adanya kenaikan kepuasan terhadap iklim properti hunian saat ini didorong oleh peningkatan suplai properti yang tersedia di pasar, […]

  • Hunian vertikal di Escala-Central Living District Alam Sutera

    Komitmen Pengembang, Pembangunan Elevee Condominium Sesuai Jadwal

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pembangunan proyek hunian vertikal Elevee Condominium yang dikembangkan PT Alam Sutera Realty Tbk kian signifikan. Setiap 10 hari, progres pembangunan naik satu lantai dan saat ini pembangunan Elevee Condominium sudah memasuki struktur bangunan di lantai 9. Pembangunan Elevee Condominium dimulai pada Maret 2023 lalu. “Progres pembangunan ini menandakan komitmen kami dalam mengembangkan dan […]

  • RUPST Summarecon Agung

    Tahun Buku 2024, Summarecon Agung Cetak Sejarah Penjualan

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk mencetak rekor sejarah dengan kenaikan pendapatan di 9 kawasan kota terpadu yang dikembangkannya. Capaian pendapatan perseroan sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp 10,62 triliun atau naik 59,5 persen dengan perolehan laba bersih tertinggi yakni sebesar Rp 1,84 triliun, naik 74,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami bersyukur atas pencapaian luar biasa […]

  • Rebranding Kota Wisata Cibubur

    Kota Wisata Cibubur Bersolek Hadirkan Fasilitas Teranyar

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land terus menambah fasilitas di township yang dikembangkan, yakni di Kota Wisata Cibubur. Fasilitas tersebut melingkupi area komersial, sekolah bertaraf nasional dan nasional plus, rumah ibadah, Fresh Market, hingga Rumah Sakit Eka Hospital. “Dengan ragam fasilitas tersebut, Kota Wisata bertransformasi dari kawasan perumahan menjadi pengembangan urban yang modern,” kata Direktur Sinar […]

Translate »
expand_less