Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Menteri PKP Tinjau 2 Desain Rumah Subsidi Baru

Menteri PKP Tinjau 2 Desain Rumah Subsidi Baru

  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung desain dan tipe rumah subsidi baru yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diusulkan oleh Lippo Group. Setidaknya ada dua tipe rumah subsidi baru yang ditampilkan dalam bentuk mock up, yaitu Tipe 1 Kamar Tidur dan dan Tipe 2 Kamar Tidur.

“Saya didampingi Dirjen, rekan-rekan pengembang, milenial dan kawan-kawan media meninjau mock up rumah minimalis yang dibangun oleh Lippo Group di kawasan perkotaan sekaligus mendengar berbagai masukan terkait usulan pilihan jenis rumah subsidi yang berukuran 26,3 meter persegi untuk yang 2 kamar tidur dan 25 meter persegi untuk yang 1 kamar tidur,” jelas Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.

Lebih jauh Menteri PKP menjelaskan, Kementerian PKP siap menerima berbagai usulan konsep desain rumah subsidi dari seluruh stakeholder perumahan. Hal itu diperlukan sebagai salah satu solusi menjawab kebutuhan rumah bagi MBR yang tinggal di perkotaan dimana lahan untuk perumahan semakin terbatas.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri PKP Paulus Totok Lusida menyambut baik usulan tipe dan desain rumah subsisi baru tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah tersebut hanya untuk kota metropolitan. “Ini hanya untuk kota metropolitan yang mereka perlu jangkauan ke tempat kerja secara efisien dan efektif,” ucap Totok.

Sementara CEO Lippo Group James Riady menuturkan perumahan yang terjangkau bukan hanya program jaring pengaman sosial. Ini adalah mesin ekonomi yang kuat, menciptakan lapangan kerja dalam konstruksi dan mendukung ekonomi lokal. Ini juga mempromosikan keadilan sosial dengan memberikan populasi yang rentan kesempatan nyata untuk stabilitas dan martabat.

Program perumahan yang terjangkau sangat dibutuhkan untuk menutup kesenjangan dan menyediakan rumah yang terjangkau dan layak, terutama untuk keluarga berpenghasilan rendah. James Riady menyatakan kesiapan untuk membantu program pemerintah dalam penyediaan rumah subsidi baru ini dengan menyiapkan dana triliunan rupiah.

“Kami telah tetapkan menyediakan Rp2 triliun untuk membiayai, memberikan modal kepada pengembang-pengembang FLPP dan kami akan mengerjakan bersama-sama BTN dan bank-bank lain supaya cepat dan singkat dan sederhana. Dan akan membantu mereka bagaimana bisa lebih baik mempromosikan produk-produk mereka,” jelas James Riady.

Wakil Ketua Umum Bidang Monitoring dan Rumah Subsidi DPP REI Nelly Suryani menambahkan, beberapa hal perlu diperhatikan terkait dengan pembangunan rumah subsidi baru ini. “Yang pertama harus sesuai tata ruang dan harus ada infrastruktur dasar yang mendukung. Kedua, harus kepada kepadatan yang sangat tinggi karena lokasinya yang tentu harganya akan sangat mahal sehingga itu tidak mengganggu ekosistem yang sudah terbentuk selama ini,” jelasnya.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menuturkan, rumah tersebut merupakan opsi tambahan agar MBR dapat memiliki rumah subsidi. Dirinya menekankan bahwa usulan rumah subsidi baru ini tidak menggantikan regulasi yang telah berlaku selama ini.

“Kami tekankan, fitur yang lama tetap masih berlaku. Bukan menggantikan, tapi menyesuaikan regulasinya,” katanya.

Spesifikasi Rumah Subsidi Baru

Setidaknya ada 2 tipe rumah yang bisa dilihat yakni Tipe 1 Kamar Tidur dengan Luas Tanah 25 meter persegi (2,6 x 9,6 meter) dan Luas Bangunan 14 meter persegi. Kedua adalah Tipe 2 Kamar tidur dengan Luas Tanah 26,3 meter persegi (2,6 x 10,1 meter) dan Luas Bangunan 23,4 meter persegi.

Spesifikasi teknis bangunan rencananya akan menggunakan struktur beton bertulang. Lantai keramik di bagian teras, lantai utama, kamar tidur, kamar mandi dan carport. Dinding dari bata ringan dan mortar finish cat, plafond dari gypsum, cat dinding dilengkapi sanitair kloset duduk, wastafel, shower, kran meja dapur dan sink.

Atap rumah menggunakan rangka dari baja ringan dan penutup atap dari spandek. Kusen dan pintu aluminium dan instalasi air bersih PDAM dan sumber air yang disiapkan developer dan listrik 900 watt. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov DKI Jakarta berikan diskon pajak hotel dan restoran.

    Asyik! Hotel dan Restoran Dapat Diskon Pajak Hingga 50 Persen

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha di sektor perhotelan serta restoran makanan dan minuman berupa diskon pajak sebesar 20 hingga 50 persen. Kebijakan diskon pajak hotel yang berlaku mulai Senin (25/8/2025) melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 722 Tahun 2025 dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. […]

  • Sederet Tokoh Properti dan Nasional Raih Duo Award ke-2

    Sederet Tokoh Properti dan Nasional Raih Duo Award ke-2

    • calendar_month Selasa, 21 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Grup perusahaan media, Journalist Media Network (JMN) kembali menggelar ajang bergengsi Duo Award, yakni Indonesia Property&Bank Award (IPBA) ke XVII dan Indonesia myHome Award (IMHA) ke VI di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/3). Penghargaan tersebut dilakukan rutin setiap tahunnya oleh JMN, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang berprestasi dalam rangka […]

  • Usung Pariwisata Berkualitas, Ini Target Kunjungan Wisman di 2022

    Usung Pariwisata Berkualitas, Ini Target Kunjungan Wisman di 2022

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di 2022 menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1,8 juta sampai 3,6 juta orang. Angka itu dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, pada tahun 2020 jumlah wisman ke Indonesia mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021 […]

  • SDM industri furnitur

    IFEX 2024 Hadirkan 1.000 Produk Furnitur dan Kerajinan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 segera digelar dari 29 Februari hingga 3 Maret 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ditargetkan, lebih dari 115 negara akan hadir pada IFEX 2024. Hingga saat ini Jumat (23/2), data negara yang telah melakukan registrasi IFEX didominasi oleh Australia, China, India, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Malaysia, […]

  • Khawatir Konflik, Asosiasi Tak Dilibatkan di Forum Penataan Ruang

    Khawatir Konflik, Asosiasi Tak Dilibatkan di Forum Penataan Ruang

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Khawatir memicu konflik kepentingan, asosiasi pengguna aturan terkait penataan ruang direncanakan tidak akan dilibatkan secara langsung dalam Forum Penataan Ruang. Forum ini merupakan salah satu yang diamanatkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penataan Ruang, turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK). “Demi menghindari kemungkinan timbulnya conflict of interest, […]

  • Presiden Joko Widodo dengan ASN Kementerian ATR/BPN saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional ATR/BPN Tahun 2019 (Foto Biro Setpers Presiden)

    Giatkan Penertiban, ATR/BPN Dorong Pembetukan Sekretariat PPNS

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki kewenangan dalam melakukan penertiban pemanfaatan ruang dan pertanahan. Adapun bentuk perwujudan kewenangan tersebut ialah melalui pembentukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Penataan Ruang, yang nantinya bertugas untuk melakukan penegakan hukum, termasuk penyidikan terhadap pelanggaran penataan ruang. Berdasarkan penuturan dari Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang, Andi […]

Translate »
expand_less