Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dihantui Resesi Global, Bisnis Properti Tahun 2023 Masih Cerah

Dihantui Resesi Global, Bisnis Properti Tahun 2023 Masih Cerah

  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kendati resesi global mengintai, para pemangku kepentingan sektor properti optimistis bahwa industri ini masih tetap berpeluang tumbuh di tahun depan.

“Krisis global menjadi tantangan bersama di tahun depan. Namun, kita tetap optimis bahwa dengan economic growth sehingga sektor properti bisa tetap bertumbuh,” tutur Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Hari Ganie pada Indonesia Property Forum di Jakarta, Rabu, 23 November 2022.

Hari menuturkan, optimisme juga hadir karena adanya kekhususan atau karakteristik pada masing-masing daerah. “Kekhususan itu, misalnya, di lokasi yang memiliki fasilitas pendidikan seperti di kawasan Depok. Sejumlah kampus di sana menerima pendaftaran mahasiswa baru. Mereka ini membutuhkan fasilitas hunian,” ucapnya.

Wakil Kepala Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Dedy Lesmana menuturkan hal senada. Berdasarkan data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non subsidi di Bank BTN sepanjang tiga tahun terakhir memperlihatkan bahwa sektor ini sudah mulai pulih.

“Kita flashback ke tahun 2019, saat itu penyaluran KPR komersial Bank BTN mencapai 31.103 unit. Setelah pandemi Covid-19 melanda, penyalurannya turun hampir separuh menjadi 17.692 unit pada tahun 2020,” ujar Dedy.

Pelonggaran Uang Muka

Kemudian, Bank Indonesia melakukan pelonggaran terkait aturan rasio Loan To Value (LTV) untuk kredit properti. Otoritas moneter merelaksasi aturan itu melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 23/2/PBI/2021 tentang Perubahan Ketiga atas PBI No. 20/8/PBI/2018 tentang Rasio LTV Untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka). Ketentuan itu efektif berlaku per 1 Maret 2021.

“Relaksasi kebijakan LTV berdampak signifikan bagi pertumbuhan realisasi KPR Bank BTN. Sebab, dengan kebijakan relaksasi LTV sangat meringankan calon konsumen. Dampak dari keringanan LTV itu, segmen KPR non subsidi kami tumbuh diatas 50% menjadi 27.615 unit rumah sepanjang tahun 2021,” kata Dedy.

Pendapat berbeda disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda. Menurut Ali, jauh sebelum BI merelaksasi aturan itu, pengembang sudah menerapkan strategi uang muka 0%. “Developer sudah memberlakukan uang muka nol persen sebagai gimmick penjualan,” tukasnya.

Ali justru menekankan bahwa hambatan terbesar calon konsumen perumahan adalah tingginya biaya-biaya saat hendak mengajukan pembiayaan kredit perumahan. “Jangan bicara pasar perumahan yang sangat besar karena backlog yang masih tinggi. Tapi, begitu mau realisasi akad kredit terbentur karena calon konsumen tidak bisa menyediakan biaya-biaya yang sangat besar. Untuk beli rumah dengan skema kredit perbankan, calon konsumen harus menyiapkan setidaknya 25% biaya dari total harga jual,” ujar Ali.

Optimisme tentang cerahnya bisnis properti di tahun 2023 disampaikan CEO 99 Group Indonesia Wasudewan. “Semua bicara bahwa tahun depan bakal ada resesi. Apakah kita semua harus takut? Belum ada korelasi antara resesi global dan dampaknya terhadap sektor industri properti nasional,” tegas Wasudewan.

“Optimisme kita yang menjawab mau dibawa kemana industri ini di tahun depan. Mari kita lewati 2023 yang penuh ketidakpastian,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • amesta living

    Amesta Living Surabaya Hadirkan Fasilitas Komunal bagi Penghuni

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kawasan perumahan terpadu di Surabaya Timur, Amesta Living, menghadirkan Setara Community Center dan produk baru unit rumah-usaha Verge Space. Peluncuran kedua produk-layanan properti ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kawasan hunian yang seimbang dan terintegrasi di Surabaya Timur. David Hosea Direktur PT Graha Abdael Sukses (GAS) menjelaskan, Setara Community Center hadir sebagai […]

  • BTN Padang Optimistis Salurkan 3 Ribu Unit KPR Subsidi

    BTN Padang Optimistis Salurkan 3 Ribu Unit KPR Subsidi

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • 0Komentar

    Padang – Realisasi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Padang sepanjang tahun 2020 hanya mencapai 60 persen. Kendati demikian, tahun ini Kepala Bank BTN Cabang Padang optimistis mampu menyalurkan 3.000 unit KPR Bersubsidi. “Tahun 2020 memang situasinya sangat berat karena penyelesaian pembangunan rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) […]

  • Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja pasar perumahan sepanjang tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0%. Meski hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terkonsentrasi di segmen menengah-atas, namun di kuartal IV-2021 pasar mulai bergeser ke segmen yang lebih rendah. “Seperti yang diprediksi sebelumnya, kemungkinan pasar akan kembali ke […]

  • depok

    Depok Bisa Jadi Contoh Pengembangan Kota Collaborative Action

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Depok dapat menjadi contoh yang sesuai untuk pengembangan kota dengan pendekatan collaborative action. Sebab, Depok dapat menggambarkan kompleksitas sebuah kota. “Saya akan mengusulkan juga APN (Asia-Pacific Network for Global Change Research) jika setuju dijadikan salah satu contoh kompleksitas kota yang perlu pendekatan collaborative action,” jelas Kepala BLI Kementerian LHK APN National Vocal Point […]

  • Kepala Daerah Didorong Atasi Persoalan Pertanahan dan Tata Ruang

    Kepala Daerah Didorong Atasi Persoalan Pertanahan dan Tata Ruang

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan memaparkan peran yang dapat diperkuat kepala daerah untuk mendukung penyelenggaraan sekaligus penyelesaian persoalan pertanahan dan tata ruang di daerah. “Kepala daerah merupakan orkestrator untuk penyelesaian persoalan, konflik, sengketa, pertanahan, yang tentunya melibatkan seluruh stakeholder duduk bersama untuk mencari […]

  • Perumahan IKN

    Anggaran Perumahan untuk IKN Capai Rp480 M

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menyiapkan anggaran untuk pembangunan perumahan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebesar Rp480 miliar tahun ini. Perumahan tersebut untuk rumah dinas dan hunian pekerja konstruksi. “Nanti, para kontraktor pekerjanya kita tempatkan di tower–tower rusun yang kita bangun. Jadi, tidak lagi membuat rumah-rumah bedeng di sekitar pekerjaan,” urai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan […]

Translate »
expand_less