Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ditopang Program PEN, Laba Bersih Bank BTN Tumbuh 35,32%

Ditopang Program PEN, Laba Bersih Bank BTN Tumbuh 35,32%

  • account_circle Muhammad Rinaldi
  • calendar_month Jum, 22 Okt 2021

JAKARTA – Berbagai kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut mendorong kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN. Bank BTN berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang periode Januari-September 2021 baik dari sisi penyaluran kredit, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan laba bersih.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, sepanjang periode Januari hingga September 2021, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 35,32% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,12 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit serta efisiensi biaya dana atau Cost of Fund (CoF).

“Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Bank BTN,” ujar Haru dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Keuangan Bank BTN per 30 September 2021 di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Haru mengungkapkan, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021. Angka itu naik 6,03% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun. KPR Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit dengan kenaikan sebesar 11,74% yoy menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021. Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%.

Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11% yoy menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021. Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga menunjukkan pertumbuhan positif di level masing-masing sebesar 21,28% yoy menjadi Rp5,79 triliun dan 89,77% yoy menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021.

Secara keseluruhan, catatan pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN juga berada di atas rata-rata penyaluran kredit perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam pertumbuhan kredit yang disalurkan industri perbankan nasional hanya naik di level 2,21% per September 2021.

Kualitas Kredit

Kualitas kredit juga terus menunjukkan perbaikan hampir di seluruh segmen. Per 30 September 2021, Non-Performing Loan (NPL) gross Bank BTN berhasil ditekan menjadi 3,94% dari 4,56% di periode yang sama tahun sebelumnya. Meski NPL berhasil ditekan, namun perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 1.410 bps yoy menjadi 125,46% pada akhir September tahun ini dari 111,36% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Haru menuturkan, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan berhasil meningkatkan komposisi dana murah (Current Account and Savings Account/CASA). Dari total DPK yang mengalami kenaikan 6,56% yoy menjadi Rp291,26 triliun per September 2021, komposisi dana murah mengalami peningkatan menjadi 41,53% dari 36,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing 16,81% dan 24,55% yoy. “Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat perseroan berhasil menekan turun Cost of Fund sebesar 170 bps secara tahunan dari 4.98% menjadi 3.28% di September 2021,” katanya.

Kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut mendongkrak Aset Bank BTN sebesar 3,10% menjadi Rp368,05 triliun per 30 September 2021. “Kinerja positif yang diraih Bank BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder terutama Pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan sektor properti,” tegas Haru.

Menurut dia, tumbuhnya sektor properti termasuk pembiayaan perumahan juga tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah yang sukses melakukan program vaksinasi nasional dan memberikan stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Adapun, stimulus yang diberikan pemerintah seperti insentif PPN 0% untuk sektor properti dan kebijakan dana PEN yang ditempatkan di perbankan nasional termasuk Bank BTN telah membuat permintaan pembiayaan rumah meningkat.

“Dari dana PEN yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp35 triliun, Bank BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR Subsidi, KPR Non-Subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit lainnya senilai total 93,44 triliun,” paparnya.

Haru menjelaskan, kinerja positif Bank BTN menandakan keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi proses kredit dan digitalisasi. Transformasi tersebut, menjadi mesin yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sehingga mendorong pertumbuhan bisnis Bank BTN.

“Dengan transformasi yang dilakukan Bank BTN dan dukungan pemerintah bersama stakeholder terkait bisnis pembiayaan perumahaan, kami optimistis mampu berperan aktif dalam mendukung program Pembangunan Satu Juta Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi MBR dan milenial,” jelas Haru.

Pembiayaan Syariah

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga tumbuh positif hingga akhir September 2021. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak di level 26,17% yoy. Pertumbuhannya dari Rp112,34 miliar menjadi Rp141,74 miliar per 30 September 2021.

Pada 30 September 2021, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 12,27% yoy menjadi Rp27,35 triliun. Kualitas pembiayaan BTN Syariah juga terus membaik. Ini terlihat dari Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 4,96% per 30 September 2021 dari sebelumnya 6,51% di September 2020.

BTN Syariah juga tercatat telah menghimpun DPK sebesar Rp27,92 triliun pada akhir September 2021. Pencapaian itu naik 23,24% yoy dari Rp22,65 triliun. Dengan capaian tersebut, aset UUS BTN ini tumbuh di level 11,62% yoy menjadi Rp36,51 triliun per 30 September 2021. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paramount Enterprise

    Paramount Enterprise Perkuat Inovasi Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – PT Paramount Enterprise International atau Paramount Enterprise memasuki usia ke-19. Dengan semangat terus bertumbuh dan berinovasi secara berkelanjutan, perusahaan properti dan gaya hidup terkemuka di Indonesia tersebut berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selama hampir dua dekade, Paramount Enterprise telah menoreh berbagai pencapaian strategis di sektor […]

  • Ilustrasi Rumah Hemat Energi (Foto: casaindonesia)

    Mau Rumah Hemat Energi? Lakukan Lima Trik Sederhana Ini

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Saat ini, kondisi bumi tempat tinggal kita sedang tidak baik-baik saja sebab pemanasan global yang masih saja terjadi. Salah satu upaya kita mencegah pemanasan global adalah dengan melakukan penghematan energi. Tidak perlu jauh-jauh, penghematan energi dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah kita sendiri. Nah, bagaimana cara menciptakan rumah hemat energi? Yuk, Sobat […]

  • Pemerintah Minta Swasta Genjot Investasi

    Pemerintah Minta Swasta Genjot Investasi

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengajak pelaku usaha untuk berkontribusi menggerakkan investasi swasta di Tanah Air. Untuk itu, reformasi di bidang investasi menjadi hal yang mutlak harus ada. “Perbaikan iklim investasi adalah suatu keharusan. Makanya, sekarang ada Menteri Investasi, Menteri Koordinasi Bidang Investasi dan semua kementerian berusaha untuk meningkatkan iklim investasi. Hal ini merupakan tujuan kita supaya swasta […]

  • Gubernur Riau: Sektor Properti Pacu Perekonomian Daerah

    Gubernur Riau: Sektor Properti Pacu Perekonomian Daerah

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Gubernur Riau Syamsuar berharap sektor industri realestat dapat menjadi pemicu upaya pemulihan ekonomi daerah. Saat ini perekonomian di daerah tengah mengalami kelesuan seiring menurunnya kinerja sektor perkebunan sawit sebagai salah satu komoditas unggulan di Provinsi Riau. “Saya berharap agar sektor properti bisa menjadi pemicu kebangkitan kembali ekonomi daerah. Untuk itu, perlu adanya kerja sama […]

  • Perumahan Syariah

    5 Tips Terhindar dari Penipuan Perumahan Berbasis Syariah

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Telaga Anandari
    • 0Komentar
  • hunian nyaman

    Gaji 6 Digit Baru Bisa Punya Hunian Nyaman

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Banyak lokasi hunian di New York, Amerika Serikat, tak lagi terjangkau oleh masyarakat dengan penghasilan kurang dari USD100.000 (Rp 1.499.920.000 mengacu kurs Rp14.999,20 per 1USD). Kondisi ini menyebabkan semakin sulitnya warga untuk memiliki hunian nyaman di “Kota yang Tidak Pernah Tidur” (The City Never Sleep) ini. “Penyewa telah diperas hingga batasnya meskipun pasar […]

Translate »
expand_less