Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dua Tahun Bergulir, PUPR Akui Program BP2BT Gagal

Dua Tahun Bergulir, PUPR Akui Program BP2BT Gagal

  • calendar_month Kamis, 28 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Setelah dua tahun bergulir, program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) ternyata kurang diminati masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari total alokasi anggaran yang bersumber dari pinjaman World Bank senilai USD 205 juta atau setara Rp 2,7 triliun, dalam dua tahun terakhir hanya tersalurkan USD 18,1 juta atau setara Rp 238,4 miliar (6.534 unit rumah bersubsidi).

“Saya merasa gagal menyalurkan Program BP2BT karena pencairannya hanya 8,8 persen. Selama dua tahun program ini tidak berjalan optimal. Padahal kita sudah memberi sejumlah relaksasi. Misalnya, ketentuan lama waktu menabung dari semula minimal enam bulan telah dipangkas hanya tiga bulan,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid, saat Kick Off Meeting Pelaksanaan BP2BT Tahun 2021, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.

BP2BT merupakan salah satu program bantuan pemerintah yang diberikan kepada MBR yang mempunyai tabungan untuk pemenuhan sebagian uang muka perolehan rumah atau sebagian dana pembangunan rumah swadaya melalui kredit atau pembiayaan bank pelaksana.

Untuk diketahui, BP2BT menjadi salah satu komponen dari National Affordable Housing Program (NAHP) yang diinisiasi World Bank sejak 2018 silam. NAHP yang menyasar target kalangan MBR sebagai penerima bantuan ini mencakup program BP2BT, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan bantuan berupa dukungan teknis pembaharuan kebijakan perumahan.

Bank Dunia menggelontorkan tidak kurang dari USD 450 juta untuk NAHP. Rinciannya, senilai USD 205 juta (setara Rp 2,7 triliun atau 102.500 unit rumah) untuk Program BP2BT, sebanyak USD 175 juta (setara Rp 2,3 triliun atau 140 ribu unit rumah) untuk Program BSPS, dan USD 70 juta atau setara Rp 938 miliar untuk bantuan dukungan teknis terkait pembaharuan kebijakan di sektor perumahan.

“Sudah susah payah dicarikan pinjaman, tapi tidak terserap. Kritik itu disampaikan Pak Menteri PUPR (Basuki Hadimoeljono) kepada saya. Hal ini tentu harus menjadi pemicu bagi kita semua untuk sama-sama mendorong suksesnya program BP2BT,” kata Khalawi yang juga Kepala Project Management Committee (PMC) NAHP.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Percepatan Pembangunan Perumahan Bersubsidi, Ahsanul Haq menyampaikan, minimnya serapan Program BP2BT dipicu sejumlah kendala. Diantaranya adalah persyaratan administratif erta prosedur pencairan dana BP2BT dari bank penyalur yang cenderung lambat. “Informasi dari anggota kami, program BP2BT ini butuh waktu administrasi tidak kurang dari satu bulan, dan proses pencairan yang juga satu bulan. Hal ini tentunya mengganggu cashflow pengembang,” ujar Anol, sapaan karibnya.

Digitalisasi Laporan

Lebih jauh Anol menuturkan, problem utama dari minimnya minat MBR dalam memanfaatkan program ini adalah karena kendala komunikasi belaka. Misalnya, skema progres pelaporan dari pihak pengembang kepada konsultan pelaksana di lapangan yang hingga kini masih mengandalkan pola-pola konvensional.

“Sekarang era teknologi canggih. Seharusnya, pola komunikasi untuk penyampaian pelaporan dari pihak pengembang kepada konsultan pemerintah dapat menggunakan teknologi digitalisasi berupa aplikasi. Tentunya aplikasi yang digunakan itu sudah harus disetujui sebelumnya oleh Kementerian PUPR selaku kementerian teknis,” tegasnya.

Sementara itu, Task Team Leader NAHP Bank Dunia Dao Harison mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan melakukan sejumlah hal terkait upaya perbaikan serapan program tersebut. Dia berharap realisasi Program BP2BT tahun ini bisa digenjot.

“Kami akan melakukan survei kepuasan konsumen, memastikan standar minimal konstruksi dapat ditaati di lapangan, serta meningkatkan daya jangkau rumah yang layak bagi konsumen kalangan MBR,” ucapnya.

Masyarakat yang ingin memperoleh dukungan pembiayaan BP2BT harus memiliki tabungan minimal tiga bulan dengan saldo minimal Rp 2 juta hingga Rp 5 juta sesuai batasan penghasilan. Apabila disetujui, rumah yang dibeli oleh MBR akan didukung 50 persen pembiayaannya oleh pihak bank penyalur dengan tingkat bunga pasar. Sedangkan dana BP2BT akan diberikan sebesar 45 persen dari nilai rumah dengan batasan maksimal bantuan sebesar Rp 40 juta.

“Program BP2BT ini sebetulnya dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi MBR yang tidak mendapat dukungan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Apalagi, program bantuan uang muka rumah ini juga bisa dimanfaatkan oleh pekerja sektor informal yang berbasis komunitas,” cetus Anol. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Produk, Niro Granite Luncurkan Keramik Bermotif Batik

    Inovasi Produk, Niro Granite Luncurkan Keramik Bermotif Batik

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Industri keramik nasional terutama pasar porcelain tiles terus menunjukkan pertumbuhan kinerja yang positif di tahun ini. Pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah untuk industri keramik lewat berbagai program kebijakan. Inovasi produk pun terus dilakukan produsen untuk memacu permintaan pasar. Chief Executive Officer Niro Granite Indonesia, Choong Ee Ren mengatakan pandemi Covid-19 telah […]

  • Ingin Rumah Tetap Kekinian? Jauhi 6 Warna Lantai Ini

    Ingin Rumah Tetap Kekinian? Jauhi 6 Warna Lantai Ini

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Saat renovasi rumah, banyak perhatian tertuju pada bagaimana memilih warna dinding sesuai atau menentukan furnitur yang tepat. Padahal, lantai justru menjadi elemen dasar yang paling menentukan suasana ruangan. Salah pilih warna, dampaknya bisa terasa lama karena lantai bukan bagian yang mudah untuk diganti. Desainer interior asal Amerika Serikat Brittny Button menyebut ada beberapa […]

  • Travel Bubble Batam-Bintan dan Singapura Telah Diaktivasi

    Travel Bubble Batam-Bintan dan Singapura Telah Diaktivasi

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penerapan travel bubble antara Batam (Nongsa) dan Bintan (Lagoi) dengan Singapura telah diaktivasi sejak 24 Februari 2022. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menggerakkan kembali sektor perekonomian khususnya bisnis pariwisata di kedua pulau terluar Indonesia tersebut. Travel Bubble merupakan kebijakan dua atau sekelompok negara untuk meniadakan karantina atau isolasi yang biasanya wajib untuk pelancong internasional […]

  • Ini Kendala Penjualan Rumah Subsidi di Papua Barat

    Ini Kendala Penjualan Rumah Subsidi di Papua Barat

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • 0Komentar

    Manokwari – Jumlah penduduk yang hanya 1,13 juta menjadi kendala dalam penjualan rumah subsidi di Provinsi Papua Barat. Fakta bahwa pandemi Covid-19 juga berperan besar dalam menurunkan daya beli masyarakat di wilayah Kepala Burung Papua. “Demografi di Provinsi Papua Barat memang menjadi tantangan besar dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Sebagai ibu kota provinsi, Kabupaten Manokwari […]

  • Majalah REI

    Majalah REI Edisi Agustus 2022

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
    • 0Komentar

    Majalah REI Edisi Agustus 2022 Tekad untuk Lebih Baik   Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Tidak terasa kita sudah kembali berada di bulan Agustus. Satu bulan istimewa yang selalu mengingatkan kita semua sebagai bangsa Indonesia akan betapa besar tekad dan semangat para pendiri bangsa ini untuk memerdekakan diri dari kuku penjajahan. Tujuan […]

  • Jokowi: Kalau Masih Ada Mafia Tanah, Gebuk!

    Jokowi: Kalau Masih Ada Mafia Tanah, Gebuk!

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali kepada seluruh jajarannya terutama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk serius memberantas mafia tanah. Mafia tanah dinilai hanya menyulitkan masyarakat dalam mengurus sertifikat. “Kalau masih ada mafia yang main-main silakan detik itu juga gebuk. Ini meruwetkan ngurus sertifikat. Tidak bisa kita biarkan rakyat […]

Translate »
expand_less