Dukung Pemulihan Ekonomi, PUPR Genjot Program Kerja

Kementerian PUPR berupaya terus melaksanakan pembangunan infrastruktur serta mendukung program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
0
17

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya terus melaksanakan pembangunan infrastruktur serta mendukung program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Saya pastikan kegiatan-kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19,” tandas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan pers, Rabu, 5 Mei 2021.

Basuki menyatakan, pihaknya telah melakukan refocusing kegiatan dan anggaran tahun 2021 untuk mendukung program PEN. Dari besaran awal pagu Kementerian PUPR TA 2021 senilai Rp 149,81 triliun, mengalami refocusing sebesar Rp 17,99 triliun menjadi Rp 132,81 triliun.

Pagu anggaran Kementerian PUPR mendapat tambahan dari percepatan penarikan pinjaman dan/atau hibah luar negeri (PHLN) sebesar Rp 4,04 triliun dan luncuran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 0,21 triliun, sehingga menjadi Rp 136,06 triliun.

Postur anggaran Kementerian PUPR tahun 2021 juga diharapkan dapat berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi. Misalnya, pengurangan angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah melalui Program Padat Karya Tunai (cash for work) dengan anggaran Rp 23,35 triliun.

Dari total anggaran tersebut, saat ini sudah terserap 26,26% dengan capaian fisik 32,35%. Besaran anggaran yang terserap telah memberikan manfaat membuka peluang kerja sebanyak 396.951 orang dari total target sebanyak 1.232.693 tenaga kerja. (BRN)

EnglishIndonesian