Ekosistem Perumahan Persiapkan Akad Massal Akhir Juli 2026
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

Menteri PKP Maruarar Sirait (tengah) bersama ekosistem perumahan nasional lainnya memberikan keterangan kepada jurnalis seusai rapat persiapan Akad Massal Rumah Subsidi yang akan digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026 mendatang (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Ekosistem perumahan nasional akan menggelar Akad Massal Rumah Subsidi sebanyak 62.000 unit secara serentak di 36 provinsi, Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kegiatan itu juga akan digelar seremoni akad massal Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp880 miliar yang disalurkan oleh Bank BRI.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Komsioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi dan pemangku kepentingan sektor perumahan mengadakan rapat persiapan pelaksanaan akad massal tersebut. Rapat yang diadakan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026, bertujuan memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan akad massal berjalan dengan baik.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan rapat tersebut digelar untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan akad massal berjalan sesuai rencana. “Rapat bersama BRI membahas persiapan pelaksanaan Akad Massal 62.000 rumah subsidi yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang. Bersamaan dengan itu juga akan dilaksanakan akad massal Kredit Program Perumahan. Kami ingin memastikan seluruh persiapannya berjalan dengan baik,” kata Maruarar Sirait.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan kemudahan bagi MBR untuk memiliki rumah layak dengan bunga tetap, uang muka yang terjangkau, serta jangka waktu pembiayaan yang panjang. Sedangkan program KPP menjadi instrumen pembiayaan yang mendukung ekosistem sektor perumahan, baik dari sisi permintaan untuk membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah, maupun dari sisi suplai untuk mendukung pelaku usaha perumahan dalam mempercepat penyediaan hunian.
Dukungan Ekosistem Perumahan
Pada kesempatan itu pula Menteri PKP menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem perumahan nasional. “Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dari BP Tapera juga sudah disiapkan data penerima secara lengkap, by name-by address, sehingga pelaksanaannya benar-benar siap,” kata Menteri Ara.

Ekosistem perumahan nasional mengikuti rapat persiapan Akad Massal Rumah Subsidi yang akan digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 30 Juli 2026 (Foto: Istimewa)
Menteri PKP juga mengapresiasi kinerja BP Tapera yang terus menunjukkan peningkatan dalam penyaluran FLPP. Pada tahun 2025, penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit rumah, menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan program tersebut. Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa pelaksanaan akad massal di Batang merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Cileungsi pada September 2025 dengan 26.000 unit rumah subsidi dan di Serang pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit rumah subsidi.
“Momentum ini menjadi penyelenggaraan akad massal FLPP yang ketiga. Kami berharap pelaksanaan di Batang dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi,” kata Heru.
Sementara itu, Direktur Konsumer BRI, Aris Hartanto menyampaikan komitmen BRI dalam mendukung seluruh program pemerintah di sektor perumahan. Pada pelaksanaan akad massal nanti, BRI akan menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada sekitar 7.100 debitur. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
