Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Hadapi Resesi Ekonomi Global, Ini Kata Menteri ATR/BPN

Hadapi Resesi Ekonomi Global, Ini Kata Menteri ATR/BPN

  • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian/lembaga termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersiap agar resesi ekonomi global yang diperkirakan terjadi di 2023 tak dirasakan oleh masyarakat.

“”Ini (memberikan kepastian hukum terhadap tanah masyarakat) bagian dari menyejahterakan masyarakat, karena hanya dengan 10-20 meter, mereka bisa meningkatkan perekonomiannya,” Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto dalam keterangannya, Jumat, 15 Oktober 2022.

Tahun depan, bahwa dunia dihadapkan dengan adanya ancaman resesi pada tahun 2023 akibat krisis ekonomi global, pangan, hingga energi akibat pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina.

Menteri Hadi menjelaskan, ada dua langkah besar yang dilakukan Kementerian ATR/BPN untuk memberi kepastian hukum kepada rakyat. Langkah pertama, yakni melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan kedua melalui Reforma Agraria.

Terkait PTSL, imbuh Hadi Tjahjanto, sebelum adanya PTSL di tahun 2015, ada 80 Juta dari total 126 juta bidang tanah yang belum terdaftar di Indonesia.

“Jika diselesaikan dengan metode sporadis yang rata-rata pertahunnya cuma 500.000, butuh waktu 160 tahun untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah. Tapi dengan PTSL insyaallah bisa kita selesaikan di tahun 2025,” ujar Hadi Tjahjanto.

Hingga saat ini, total sudah ada 82 juta bidang tanah yang sudah disertipikatkan Kementerian ATR/BPN dan total 100 juta bidang sudah terpetakan.

“Kita sudah buatkan roadmap bahwa 2023 kita memetakan 11 juta, kemudian pada 2024 sebanyak 11 juta, dan 2025 sejumlah 3 juta. Jika ditotal sudah 126 juta, jadi perintah Pak Presiden menyelesaikan 126 juta bidang tanah sudah terdaftar bisa selesai,” jelas Menteri ATR/Kepala BPN.

Program Lain

Selain PTSL, program lain yang dilakukan Kementerian ATR/BPN untuk memberikan kepastian hukum atas tanah rakyat yakni dengan Reforma Agraria.

Reforma Agraria sangat berperan penting untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi resesi, karena Reforma Agraria menghasilkan penataan aset dan penataan akses yang berdampak langsung pada perekonomian rakyat.

“Oleh karena itu kita langsung melakukan aksi dengan menghubungi Kanwil-Kanwil (BPN) untuk berkoordinasi dengan gubernur agar diaktifkan segera Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), untuk mencari Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan diredistribusi kepada masyarakat,” tutup Hadi Tjahjanto. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Lanjutkan Program PEN di Tahun 2022

    Pemerintah Lanjutkan Program PEN di Tahun 2022

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah akan melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke tahun 2022 sesuai desain arsitektur APBN 2022 dengan arah kebijakan fiskal yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. “Sektor kesehatan harus siap siaga. Kita harus siap siagakan rumah sakit, protokol kesehatan harus kita lanjutkan. Kita tentu menjaga resiliensi, survival, akselerasi recovery dan tidak lupa struktural reformasi. […]

  • Izin Lingkungan Hambat Layanan PBG

    Izin Lingkungan Hambat Layanan PBG

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemberlakuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021 terkait Izin Lingkungan telah menghambat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) rumah bersubsidi. Hal ini karena salah satu syarat PBG tersebut dinilai sangat membebani program penyediaan papan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Pengurusan PBG bagi rumah bersubsidi terkendala Permen LHK Nomor 4/2021. […]

  • BI Rate Turun Jadi 5 Persen, Sektor Properti Melesat

    BI Rate Turun Jadi 5 Persen, Sektor Properti Melesat?

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5%. Penurunan BI Rate tersebut dapat menjadi angin segar bagi pertumbuhan sektor properti di Semester II 2025. “Penurunan BI Rate (menjadi) 5% dampaknya positif kepada sektor properti karena dapat meningkatkan permintaan dengan bunga yang lebih […]

  • Ilustrasi hunian

    Sub-sektor Hunian dan Industri Logistik Paling Prospektif di 2022

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konsultan properti Knight Frank Indonesia memperkirakan sub-sektor hunian atau residensial, industri dan logistik akan menjadi subsektor properti yang paling prospektif pada tahun ini. Namun, residensial masih akan tetap menjadi primadona. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan di penghujung tahun 2021 pihaknya telah melakukan survei dengan responden dari para penggiat bidang […]

  • KPBU IKN

    Pemerintah Launching 3 Peraturan Pelaksana KPBU di IKN

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah merilis tiga peraturan pelaksana Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Ibu Kota Nusantara (IKN). “Pada hari ini kami melaporkan bahwa tiga peraturan penunjang daripada Undang-undang No. 3 Tahun 2022 tentang IKN telah selesai diluncurkan pada hari ini, yaitu peraturan dari Bappenas, Peraturan dari Kementerian Keuangan dan Peraturan dari LKPP,” jelas […]

  • Jababeka Jadi Net Zero Industrial Cluster Pertama di Asia Tenggara

    Jababeka Jadi Net Zero Industrial Cluster Pertama di Asia Tenggara

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jababeka, Pertamina, Hitachi, Unilever, dan L-Oréal menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung Kawasan Industri Jababeka sebagai klaster industri nol emisi karbon atau net zero industrial cluster pertama di Asia Tenggara. Kesepahaman tersebut dilakukan pada gelaran KTT B20 Summit 2022 di Bali, Minggu 13 November 2022. Aksi ini didukung oleh World Economic Forum dan Accenture […]

Translate »
expand_less