Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Harga Jual Rumah Bisa Anjlok akibat 8 Kesalahan Sepele Ini

Harga Jual Rumah Bisa Anjlok akibat 8 Kesalahan Sepele Ini

  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Perawatan rumah yang dilakukan secara rutin dipercaya dapat meningkatkan harga jual rumah. Namun, banyak pemilik rumah tak menyadari bahwa minat calon pembeli akan turun saat menunda perawatan atau melakukan perubahan tertentu sehingga berdampak pada nilai jual properti.

Beberapa hal yang diperhatikan oleh calon pembeli saat mengecek kondisi rumah adalah kerusakan kecil yang dibiarkan terlalu lama, renovasi yang kurang tepat, hingga masalah kelembapan. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan delapan kesalahan yang sebaiknya dihindari agar nilai rumah tetap terjaga dikutip Good Houskeeping berikut ini.

1. Menunda Perawatan Rutin

Perawatan rutin seperti sistem pendingin udara, saluran pembuangan yang tersumbat, atau kebocoran kecil dapat menjadi hal penting agar harga rumah tidak turun. Mengabaikan semua hal itu dapat menjadi masalah saat rumah akan dijual. Untuk itu, lakukanlah penggantian jika kondisinya sudah tidak optimal sebelum menjual rumah.

2. Renovasi Rumah Tanpa Konsep

Renovasi yang dikerjakan sendiri tanpa hasil yang rapi justru dapat mengurangi daya tarik rumah. Calon pembeli biasanya mudah mengenali renovasi yang dilakukan secara tidak profesional, terutama ketika pembaruan dilakukan secara tidak konsisten.

Contohnya, perbedaan jenis lantai, lis dinding yang tidak seragam, hasil pengecatan yang berbeda-beda, hingga gaya desain yang berubah dari satu ruangan ke ruangan lain dapat membuat rumah terasa tidak menyatu dan dapat menurunkan nilai rumah.

3. Renovasi Dapur Sembarangan

Renovasi dapur yang terlihat indah bisa kehilangan daya tariknya ketika pembeli mengetahui pekerjaan kelistrikan atau perpipaan dilakukan tanpa konsep yang jelas. Kondisi tersebut sering memunculkan keraguan mengenai kualitas pekerjaan lain yang tidak terlihat secara langsung. Akibatnya, nilai properti dapat terdampak meskipun hasil renovasinya tampak menarik.

4. Desain Personal Turunkan Harga Jual Rumah

Pilihan desain yang terlalu spesifik, seperti wallpaper khusus atau mural berukuran besar, dapat menyulitkan calon pembeli membayangkan rumah tersebut sebagai tempat tinggal mereka sendiri. Selain itu, elemen yang terlalu personal sering kali membutuhkan biaya tambahan untuk dihilangkan atau diganti.

Apabila ingin memberikan sentuhan karakter pada rumah, sebaiknya diterapkan pada area kecil dan tidak mendominasi keseluruhan ruang. Warna dinding netral juga umumnya lebih disukai saat rumah dipasarkan.

5. Menghilangkan Semua Bathtub

Daya tarik pembeli yang memiliki anak maupun kakek-nenek yang sering menerima kunjungan cucu akan berkurang ketika bathtub dihilangkan dalam kamar mandi rumah. Namun, tidak semua kamar mandi harus dilengkapi bathtub. Sebaiknya, tetap pertahankan setidaknya satu unit dapat membantu meningkatkan nilai jual kembali rumah.

6. Mengabaikan Kondisi Dek

Banyak pemilik rumah hanya fokus mempercantik tampilan dek dengan cat atau pelapis baru tanpa memeriksa kondisi strukturnya. Padahal, pada dek kayu yang sudah berusia lama, masalah struktural sering kali baru terungkap saat inspeksi dilakukan. Jika dek sudah tua, sebaiknya berkonsultasilah dengan agen properti mengenai kebutuhan perbaikan atau strategi penjualan yang paling tepat.

7. Menutupi Pemandangan dengan Pagar Alami

Pagar tanaman memang dapat meningkatkan privasi pemilik rumah. Akan tetapi, jika justru menghalangi pemandangan yang menjadi nilai jual rumah, dampaknya bisa merugikan terhadap nilai rumah. Pagar tanaman yang menghalangi panorama danau atau pemandangan terbuka dapat membuat rumah kehilangan daya tarik di mata calon pembeli.

8. Mengabaikan Kelembapan dan Bau Tak Sedap

Pemilik rumah sering kali terbiasa dengan keran yang menetes atau aroma tak sedap di ruang bawah tanah. Namun bagi calon pembeli, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.

Masalah kelembapan sering dikaitkan dengan risiko kerusakan bangunan dan saluran air. Untuk kasus ringan, perbaikan drainase, ventilasi, dan pengendalian kelembapan dapat membantu. Namun jika masalah terus berlanjut, pemeriksaan oleh tenaga profesional mungkin diperlukan.

Menjaga nilai jual rumah tidak selalu membutuhkan renovasi besar. Perawatan rutin, desain yang tepat, dan perhatian terhadap detail-detail kecil justru sering menjadi faktor yang menentukan apakah sebuah rumah mampu menarik minat pembeli dan mempertahankan harga jualnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Dorong PPATK Aktif Dukung Ekosistem Keuangan

    Jokowi Dorong PPATK Aktif Dukung Ekosistem Keuangan

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kerjasama semua pihak diperlukan untuk menjaga integritas sistem perekonomian dan sistem keuangan Indonesia sehingga tahan terhadap berbagai gangguan ekonomi. Presiden Joko Widodo mengharapkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berperan lebih besar untuk mendukung ekosistem keuangan yang kondusif bagi pembangunan nasional. “Tidak hanya menjadi world class financial intellegent unit, tetapi berkontribusi lebih […]

  • pengelolaan rusun

    Permen PKP 4 Tahun 2025 Solusi Pengelolaan Rusun

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Permen PKP) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rumah Susun Milik serta Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun diharapkan menjadi solusi pengelolaan rusun. Hal itu seiring masih maraknya perselisihan terkait pengelolaan hunian vertikal. “Permen 4 Tahun 2025 bertujuan meminimalisasi beragam permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan apartemen. Dalam […]

  • REI

    HUT ke-54, REI Gelar Syukuran dan Lomba Tumpeng

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI merayakan hari ulang tahun yang ke-54 dengan menggelar syukuran dan pemotongan tumpeng yang diikuti 38 dewan pengurus daerah (DPD) se-Indonesia secara hybrid yang dipusatkan di Kantor DPP REI, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Ketua Umum REI, Joko Suranto menyampaikan rasa gembira dan terharu karena asosiasi perusahaan properti tertua di […]

  • Dukung Program 3 Juta Rumah, REI Usung Penuntasan Masalah Perumahan

    Dukung Program 3 Juta Rumah, REI Usung Penuntasan Masalah Perumahan

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masalah di sektor perumahan sangat kompleks. Upaya untuk menuntaskan berbagai persoalan itu mendorong Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) untuk mengambil peran dalam perjuangan mengangkat dan menyampaikan permasalahan di sektor perumahan kepada pemerintah termasuk pemerintahan baru yang akan datang. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan permasalahan di sektor perumahan sangat kompleks dan selama […]

  • Hapernas 2026

    Hapernas 2026: Otokritik Program Perumahan Nasional

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Saat memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah melontarkan otokritik terhadap konsep pembangunan perumahan nasional yang masih terjebak pola lama. Indonesia membutuhkan perubahan mendasar atau bahkan “pemberontakan” agar problem perumahan rakyat tidak terus berulang. Fahri menegaskan, rumah tidak semestinya diperlakukan sebagai sekadar komoditas komersial. Rumah […]

  • MRT Jakarta

    Sinergi DKI Jakarta-Jawa Barat-Bekasi Bangun MRT

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dua pemerintah Provinsi dan satu Pemerintah Kabupaten, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bekasi bersinergi dengan melakukan kerja sama membangun Mass Rapid Transit (MRT) Timur-Barat (MRT East-West/Cikarang-Jakarta-Balaraja) Phase 1-Stage 1 (Tomang-Medan Satria). Sinergi ketiganya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, […]

Translate »
expand_less