Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Konstruksi Huntap Bencana Sumatera Mulai September 2026

Konstruksi Huntap Bencana Sumatera Mulai September 2026

  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadwalkan fase konstruksi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana hidrometeorologi Sumatera mulai September 2026. Rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa proses pengadaan pembangunan hunian tetap telah berjalan dan konstruksi ditargetkan mulai dilaksanakan pada September 2026. “Proses tender sudah berjalan dan kami siap memulai pembangunan pada bulan September. Untuk beberapa lokasi yang lahannya masih berproses, kami meminta agar lahan yang disiapkan benar-benar aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, serta tidak terlalu jauh dari fasilitas umum agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait.

Di Provinsi Aceh telah disiapkan 45 lokasi seluas 156,13 hektare dengan kapasitas 6.220 unit hunian. Sementara di Sumatera Utara tersedia 4 lokasi seluas 20,68 hektare dengan kapasitas 919 unit, serta di Sumatera Barat terdapat 5 lokasi seluas 21,40 hektare dengan daya tampung sebanyak 813 unit hunian.

Maruarar mengatakan, pembangunan hunian tetap akan memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan bata interlock guna mempercepat proses konstruksi sekaligus menjaga kualitas bangunan. Selain pembangunan oleh pemerintah, Kementerian PKP juga mencatat sebanyak 500 unit hunian tetap telah selesai dibangun dari total 2.603 unit yang menjadi komitmen pembangunan melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Yayasan Buddha Tzu Chi.

Pada rapat tersebut, Kementerian PKP memaparkan kesiapan pembangunan huntap eksitu komunal di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lokasi pembangunan diprioritaskan berada di kawasan yang aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, serta tetap dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.

Turut hadir pada rapat itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Apri Artoto, Direktur Distribusi PLN Arsyadani Akmalaputri, serta kepala daerah dari wilayah terdampak yang mengikuti secara daring.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Sumatera. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10 triliun bagi tiga provinsi terdampak. Di tingkat pusat, rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilaksanakan berdasarkan rencana induk lintas kementerian dan lembaga yang telah mendapat persetujuan DPR dengan masa pelaksanaan selama tiga tahun.

“Kami akan memonitor setiap minggu perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kementerian PKP telah memaparkan secara rinci lokasi pembangunan huntap eksitu komunal, dan kami juga meminta dukungan PLN agar jaringan listrik di lokasi-lokasi tersebut dapat segera disiapkan,” kata Mendagri Tito.

Konferensi Pers pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait mengadakan konferensi pers usai rapat pembahasan pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026 (Foto (Istimewa)

Pasokan Listrik Huntap

Pada kesempatan yang sama, PLN menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan infrastruktur kelistrikan bagi pembangunan hunian sementara, huntao, maupun fasilitas umum di wilayah terdampak bencana. Hingga saat ini, PLN telah berhasil mengalirkan listrik ke 19.377 unit untuk hunian sementara, huntap, dan fasilitas umum.

Direktur Distribusi PLN Arsyadani Akmalaputri menegaskan PLN siap memastikan kebutuhan listrik bagi masyarakat di kawasan relokasi dapat terpenuhi. “PLN siap berkomitmen membantu dari sisi penyediaan kelistrikan begitu pembangunan hunian tersebut telah siap,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera menempati hunian yang aman, layak, dan didukung infrastruktur dasar yang memadai.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan hunian tetap dibagi menjadi tiga skema. Pertama, hunian tetap insitu, yaitu pembangunan atau perbaikan rumah di lokasi semula yang dilaksanakan oleh BNPB. Kedua, hunian tetap eksitu mandiri, yakni pembangunan rumah di lokasi pilihan masyarakat yang juga difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ketiga, hunian tetap eksitu komunal, yaitu pembangunan kawasan hunian baru yang dilaksanakan oleh Kementerian PKP bersama kementerian/lembaga dan mitra, termasuk dukungan CSR.

Merujuk data BNPB, bencana hidrometeorologi Sumatera yang menimpa masyarakat di 3 wilayah, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 2025 lalu telah menyebabkan sebanyak 184.149 rumah mengalami kerusakan serta masuk dalam zona rawan bencana. Hingga kini telah terbangun sebanyak 20.715 hunian sementara dan 846 unit huntap. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Permasalahan operasionalisasi sistem Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) masih dirasakan di sejumlah daerah. Untuk itu, selama OSS masih belum berjalan, kepala daerah dapat memberikan diskresi agar pelayanan perizinan tidak berhenti. “Selama OSS belum berjalan, daerah dapat melakukan diskresi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok […]

  • kredit properti

    Duh! Kredit Properti Kembali Melambat

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Secara tahunan (year on year/yoy), laju kredit properti mengalami pertumbuhan 5 persen pada bulan Juni 2022. Namun sayangnya, angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari pada bulan sebelumnya yang menyentuh angka 5,9 persen (yoy). “Penyaluran kredit sektor Properti pada Juni 2022 tumbuh 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (5,9 persen, yoy), terutama […]

  • Berlokasi Strategis,  Elevee Condominium Miliki Potensi Pasar yang Besar

    Berlokasi Strategis, Elevee Condominium Miliki Potensi Pasar yang Besar

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Koridor Barat Jakarta telah menjadi trendsetter industri properti di Jabodetabek. Banyaknya proyek properti berkonsep township development yang dikembangkan di kawasan Tangerang Raya membuat kawasan ini menjadi new territory yang menjanjikan. Pengembangan proyek skala kota di Barat Jakarta kebanyakan dikembangkan dengan perencanaan dan konsep yang kuat sehingga melahirkan pride dan prestige yang nyaman untuk […]

  • PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan lonjakan harga material bangunan memicu tertahannya pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer. Demikian terangkum dari Survei Harga Properti Residensial di Pasar Primer Bank Indonesia (BI) kuartal IV (Q4)-2021. BI mencatat indeks harga properti residensial di pasar primer pada Q4-2021 tumbuh 1,47 persen (year on […]

  • Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

    Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi bersama Bizhare meluncurkan fasilitasi urun dana (crowdfunding) kepada Bobocabin guna ekspansi di Desa Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Kolaborasi ini bertujuan untuk pengembangan sektor pariwisata tanah air dengan total pendanaan lebih dari Rp6,5 miliar. “Ini adalah securities crowdfunding pertama untuk fasilitas pariwisata yang hari ini merupakan inovasi dan […]

Translate »
expand_less