Gala Dinner HUT REI ke-54 Semarak, Dua Menteri Hadir
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

Prosesi pemotongan tumpeng HUT REI ke-54 Foto: Dok REI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDAR LAMPUNG – Gala Dinner Hari Ulang Tahun Realestat Indonesia atau HUT REI ke-54 di Bandar Lampung berlangsung semarak, Kamis (7/5). Dua menteri Kabinet Merah Putih hadir yakni Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Selain itu, hadir pula Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta sejumlah Ketua Kehormatan REI.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara menyampaikan apresiasi kepada REI sebagai asosiasi pengembang perumahan yang selama ini telah berkontribusi besar dalam pembangunan perumahan nasional terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Lebih daripada itu, perumahan bukan hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga telah menggerakkan ekonomi rakyat, mulai dari tukang bangunan, toko material, hingga UMKM,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Selain mengapresiasi REI, dalam kesempatan tersebut Menteri PKP juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum REI, Joko Suranto. Dia menilai kepemimpinan CEO Buana Kassiti Group itu telah berada di jalur yang benar.
“REI semakin aktif mendukung program pemerintah, peduli terhadap rakyat, dan memiliki perhatian terhadap lingkungan serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Menteri Ara.
Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas yang pernah menjabat Ketua DPD REI Sulawesi Tengah periode 2004–2010 menyampaikan rasa bangga atas capaian dan kontribusi besar yang telah diberikan REI bagi bangsa, negara dan masyarakat.
Sebagai bagian dari keluarga besar REI, dirinya berharap asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Tanah Air itu dapat semakin kompak dan solid. Dan tentunya terus berkiprah untuk mengukir keindahan negeri, tidak hanya membangun perumahan tetapi pembangunan kota lainnya.
“Pemerintah akan terus mendorong kepastian hukum untuk mendukung iklim investasi sektor properti,” tegas Supratman Andi Agtas.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut sektor perumahan menjadi salah satu kontributor penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor usaha dan penyerapan tenaga kerja.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan HUT REI ke-54 di Lampung dan berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pertumbuhan investasi properti di daerah.
Dukung 3 Juta Rumah
Puncak HUT REI ke-54 berlangsung dari 5-7 Mei 2026, yang diikuti sekitar 1.000 anggota REI se- Indonesia dan undangan.
Perayaan HUT REI-54 diisi beragam kegiatan antara lain welcome dinner, night rider, bakti sosial, family gathering, reuni mantan Ketua Umum REI dan Ketua REI di Pantai Hurun, golf bersama, serta Lampung City Tour.
Selain itu diadakan rapat koordinasi (rakor) DPP-DPD REI untuk membahas isu-isu terkini sektor properti, aksi penanaman sejuta pohon dan peresmian monumen penanaman sejuta pohon REI, serta gala dinner sebagai puncak peringatan HUT REI ke-54 yang dimeriahkan artis Charly van Houten.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan sektor properti tahun ini dihadapkan pada berbagai tantangan menantang di tengah eskalasi geopolitik global yang berdampak terhadap rantai pasok dan kondisi makroekonomi nasional yang memengaruhi minat investasi dan daya beli masyarakat.
Meski begitu, REI meyakini ada peluang-peluang yang dapat lebih dioptimalisasi pengembang termasuk dengan mendukung pencapaian target pembangunan 3 juta unit rumah yang telah dicanangkan sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai strategi yang tepat karena sektor perumahan dijadikan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memerangi kemiskinan dan menekan stunting.
“Program 3 juta rumah adalah program mulia karena memberikan ruang kebijakan yang lebih besar bagi percepatan penyediaan perumahan di Indonesia. Sebagai program prioritas pemerintah, maka sektor perumahan tentunya harus didukung semua pihak, tidak hanya pengembang tetapi juga seluruh instansi kementerian/lembaga pemerintah,” ujar Joko Suranto.
HUT REI ke-54 mengusung tema “Membangun Kebersamaan & Solidaritas REI, Menuju Bangkitnya Industri Properti”.
Joko Suranto menyebutkan, HUT REI ke-54 sekaligus menjadi momentum strategis bagi seluruh anggota REI di seluruh Indonesia untuk lebih menguatkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas dalam mendorong kebangkitan kembali industri properti nasional.
REI merupakan asosiasi pengembang dengan kontribusi pembangunan rumah paling besar di Tanah Air. Secara nasional, kontribusi pembangunan rumah oleh anggota REI mencapai 58%, sedangkan khusus untuk rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kontribusi REI mencapai 46%.
“Dengan kebersamaan dan soliditas yang tinggi, REI telah membuktikan diri sebagai tulang punggung bagi penyediaan hunian di Indonesia dan paling terdepan dalam pembangunan kota-kota melalui pengembangan township, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pergudangan dan kawasan industri,” jelasnya.
REI didirikan pada 11 Februari 1972 di Jakarta. Begawan properti Indonesia, Ir. Ciputra adalah Ketua Umum REI yang pertama, dengan anggota perdana hanya sembilan perusahaan properti yang mayoritas perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (MRI)
- Penulis: Muhammad Rinaldi

