HUT REI di Lampung, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDAR LAMPUNG – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia memperingati hari ulang tahun atau HUT ke-54 di Lampung dari tanggal 5-7 Mei 2026. Perayaan HUT REI-54 diikuti sekitar 1.000 anggota REI se- Indonesia yang diisi dengan beragam kegiatan antara lain welcome dinner, night rider, bakti sosial, family gathering, reuni mantan ketua umum dan ketua DPD di Pantai Hurun, golf bersama, serta Lampung City Tour.
Selain itu diadakan rapat koordinasi (rakor) DPP-DPD REI untuk membahas isu-isu terkini sektor properti, aksi penanaman sejuta pohon, serta gala dinner sebagai puncak peringatan HUT REI ke-54 yang dimeriahkan artis Charly van Houten.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan sektor properti tahun ini dihadapkan pada berbagai tantangan menantang di tengah eskalasi geopolitik global yang berdampak terhadap rantai pasok dan kondisi makroekonomi nasional yang memengaruhi minat investasi dan daya beli masyarakat.
Meski di tengah situasi menantang, asosiasi pengembang ini meyakini ada peluang-peluang yang dapat lebih dioptimalisasi pengembang termasuk dengan mendukung pencapaian target pembangunan 3 juta unit rumah yang telah dicanangkan sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dinilai sebagai strategi yang tepat karena sektor perumahan dijadikan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memerangi kemiskinan dan menekan stunting.
“Program 3 juta rumah adalah program mulia karena memberikan ruang kebijakan yang lebih besar bagi percepatan penyediaan perumahan di Indonesia. Sebagai program prioritas pemerintah, maka sektor perumahan tentunya harus didukung semua pihak, tidak hanya pengembang tetapi juga seluruh instansi kementerian/lembaga pemerintah,” ujar Joko Suranto kepada wartawan di Bandar Lampung, Rabu (6/5).
HUT REI ke-54 mengusung tema “Membangun Kebersamaan & Solidaritas REI, Menuju Bangkitnya Industri Properti”.
CEO Buana Kassiti Group itu melanjutkan, HUT ke-54 yang tahun ini diperingati di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai (Lampung) menjadi momentum strategis bagi seluruh anggota REI di seluruh Indonesia untuk lebih menguatkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas dalam mendorong kebangkitan kembali industri properti nasional.
REI merupakan asosiasi pengembang dengan kontribusi pembangunan rumah paling besar di Tanah Air. Secara nasional, kontribusi pembangunan rumah oleh anggota REI mencapai 58%, sedangkan khusus untuk rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kontribusinya mencapai 46%.
“Dengan kebersamaan dan soliditas yang tinggi, kami telah membuktikan diri sebagai tulang punggung bagi penyediaan hunian di Indonesia dan paling terdepan dalam pembangunan kota-kota melalui pengembangan township, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pergudangan dan kawasan industri,” jelasnya.
REI didirikan pada 11 Februari 1972 di Jakarta. Begawan properti Indonesia, Ir. Ciputra adalah Ketua Umum REI yang pertama, dengan anggota perdana hanya sembilan perusahaan properti yang mayoritas perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kontribusi REI
Ketua Panitia Penyelenggara HUT REI ke-54, Djoko Santoso Halim menjelaskan selama kegiatan hari ulang tahun asosiasi pengembang tertua dan terbesar ini digelar pula bakti sosial dengan membagikan 1.000 sembako untuk warga yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Selain itu, HUT REI ikut mendorong perekonomian daerah dengan melibatkan pelaku UMKM melalui Dekranasda Lampung untuk ikut mengisi agenda kuliner selama pelaksanaan HUT ke-54.
“Di acara family gathering kami mengajak kolaborasi UMKM terutama pedagang kuliner khas Lampung. Family gathering dikemas dalam bentuk reuni mantan ketua umum dan ketua REI, kontemplasi, fun game dan kulineran untuk mempererat kebersamaan,” ungkap Wakil Ketua Umum REI yang akrab dipanggil Djoksan tersebut.
Selain itu, digelar forum bisnis sebagai salah satu terobosan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong pertumbuhan sektor properti dan investasi. Forum bisnis ini, kata Djoksan, diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal dan nasional untuk memperluas jaringan dan menciptakan peluang kolaborasi.
“Kehadiran ratusan pengusaha properti dari seluruh Indonesia, termasuk pengembang nasional diharapkan mampu memacu perputaran ekonomi daerah, mempromosikan sektor pariwisata, serta berlanjut dengan masuknya investasi ke Lampung, terutama investasi di sektor properti,” harap Djoksan yang juga pengusaha asal Lampung ini. (MRI)
- Penulis: Muhammad Rinaldi

