Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dilema Peningkatan Utilitas Industri Keramik Nasional

Dilema Peningkatan Utilitas Industri Keramik Nasional

  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengungkapkan tingkat utilisasi industri keramik nasional pada kuartal I-2025 menunjukkan perbaikan, yakni meningkat ke level 75% dibanding rata-rata tahun 2024 sebesar 65%. Namun, gangguan suplai gas membuat peningkatan utilitas industri keramik menjadi dilematis.

“Di awal tahun ini Asaki memproyeksi tingkat utilisasi produksi keramik nasional bisa mencapai level 85%, setelah mendapatkan dukungan dari pemerintah berupa PMK Pengenaan Bea Masuk Antidumping (BMAD), PMK Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap Impor Produk Ubin Keramik, serta Kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk Keramik,” ungkap Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto disela-sela acara ARCH:ID 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (8/5).

Namun diakui adanya gangguan suplai gas telah membuat posisi industri keramik nasional dilematis seperti “maju kena mundur kena”. Menurut Edy, kebijakan perpanjangan HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) melalui Kepmen ESDM No. 76 Tahun 2024 bagi tujuh sektor industri meliputi pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet, yang disertai dengan kenaikan harga gas dari US$6,5/mmbtu menjadi US$7/mmbtu (million british thermal unit).

edy suyanto mri

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto/Foto MRI

Asaki sangat menyayangkan penerapan kebijakan kenaikan harga gas tersebut dan ketentuan ini tidak sesuai dengan harapan industri keramik nasional sepanjang bulan Januari-April 2025 dimana Perusahaan Gas Negara (PGN) menerapkan besaran persentase AGIT (Alokasi Gas Industri Tertentu) yang semakin menurun, baik di Jawa bagian Barat maupun Jawa bagian Timur.

“Besaran AGIT yang menurun itu telah menggerus daya saing industri keramik lokal, karena industri harus terus berproduksi dengan rata-rata biaya gas naik menjadi US$8/mmbtu ke atas. Artinya, kurang lebih 15% lebih mahal dari kebijakan HGBT,” jelas Edy yang juga COO PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) tersebut.

Asaki mendesak adanya kehadiran pemerintah dan negara dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menengahi masalah defisit pasokan gas tersebut, karena sektor industri tidak mungkin bertumbuh tanpa kelancaran pasokan gas. Sektor industri juga tidak mungkin mampu bertahan dengan harga regasifikasi gas US$16,77/mmbtu yang dikenakan oleh PGN.

Edy mengkhawatirkan, ketidakpastian suplai gas dan mahalnya harga surcharge gas atau harga regasifikasi gas akan merusak iklim berinvestasi dan kepastian berusaha di Tanah Air, sehingga mengganggu road map industri keramik yang telah merencanakan ekspansi kapasitas produksi keramik dari 625 juta meter persegi per tahun di akhir tahun 2026 menjadi 850 juta meter persegi per tahun di tahun 2030.

Industri Keramik Nasional Terancam

Sebelumnya, Asaki mewaspadai adanya potensi ancaman lonjakan impor keramik dari China, India dan Vietnam akibat pengalihan ekspor keramik dari negara-negara tersebut ke Amerika Serikat (AS) pasca penerapan tarif timbal balik. AS selama ini melakukan importasi keramik terbesar dari India dan China.

Asosiasi juga mengamati angka impor keramik yang melonjak signifikan dari India pasca diterapkannya BMTP atau safeguard atas keramik impor dari China. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada indikasi unfair trade dari India seperti aksi dumping dan predatory pricing karena mengalami oversupply dan overcapacity.

“Guna memastikan tarif timbal balik (resiprokal) AS tidak memberikan dampak signifikan terhadap industri keramik di dalam negeri, kami berencana memperkuat pasar ekspor ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN),” ungkap Edy.

ASEAN merupakan pasar ekspor utama yang strategis karena memiliki populasi besar, yakni sekitar 680 juta jiwa. Dengan populasi yang besar, persentase kebutuhan keramik di ASEAN mencapai 1,2 miliar meter persegi per tahun.

Asaki juga turut mendorong Program 3 Juta Rumah karena akan memberikan multiplier effect bagi industri penunjangnya termasuk industri bahan bangunan seperti ubin keramik, sanitary ware, genteng keramik, dan tableware keramik.

“Asaki berharap dalam pelaksanaan program itu pemerintah tetap konsisten mendorong penerapan alokasi belanja kementerian/lembaga melalui Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” harap Edy Suyanto. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TOD

    PPN DTP Diperpanjang, Segmen Properti Berbasis TOD Makin Diminati

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kebijakan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) hingga 50% untuk pembelian rumah baru sampai September 2022 diperkirakan akan memperkuat bisnis pengembang properti khususnya di segmen residensial. Apalagi, pengembang dengan kekhususan model bisnis dan diversifikasi produk yang baik, misalnya properti berbasis TOD. Kondisi ini semakin ditopang dengan sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun […]

  • Tingkatkan Daya Saing, REI Uji Kompetensi Pengembang Daerah

    Tingkatkan Daya Saing, REI Uji Kompetensi Pengembang Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali menggelar sertifikasi uji kompetensi terhadap developer di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bukti kesadaran kolektif REI mengenai pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) insan pengembang guna mendukung keberlanjutan bisnis perumahan di daerah. “Yang mesti kita jaga adalah anggota REI harus memiliki kapasitas, mampu mendeterminasi, serta […]

  • IKN

    Menteri PUPR: Ada Beberapa Skenario Skema Pembiayaan Penyediaan Perumahan di IKN

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yaitu sampai pada penyiapan pembangunan di IKN (Kebutuhan Pengadaan Lahan dan Kebutuhan Hunian ASN dan Hankam) dan percepatan pengadaan tanah IKN. Kemudian, terdapat beberapa skenario Skema Pembiayaan Penyediaan Perumahan di IKN. “Pada 16.990 unit rumah untuk ASN […]

  • Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Nasional Picu Optimisme Baru

    Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Nasional Picu Optimisme Baru

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan optimismenya menyikapi pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I-2024 sebesar 5,11 persen. Pasalnya, perolehan pertumbuhan ekonomi itu terjadi saat banyak negara besar justru mengalami resesi atau penurunan pertumbuhan. “Negara-negara besar sudah masuk ke jurang resesi, negara lain juga turun growth-nya tapi kita mampu tumbuh di 5,11 persen,” ungkap Presiden Jokowi dalam keterangan […]

  • Salah satu permukiman kumuh di Jakarta (Foto: ADH)

    Jehansyah Siregar Kritik Penanganan Kumuh Perkotaan

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengajar di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK-ITB), Jehansyah Siregar menegaskan adanya diskriminasi atas tempat tinggal kelompok miskin dan berpendapatan rendah di perkotaan akan menghambat kemajuan kota. “Hal ini disebabkan pemerintah memandang kebanyakan orang yang tinggal di kawasan permukiman kumuh adalah warga dan permukiman ilegal. Karena itu, pemerintah kota umumnya memang tidak […]

  • Tahun 2021, PUPR Bangun 9.799 Unit Rusun

    Tahun 2021, PUPR Bangun 9.799 Unit Rusun

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menuntaskan pembangunan 823 unit rumah susun (rusun) pada Tahun Anggaran (TA) 2020. Penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui program pembangunan rusun meningkat drastis pada TA 2021 yakni sebesar 9.799 unit. “Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan […]

Translate »
expand_less