Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ini Sejumlah Tantangan Bisnis Kawasan Industri di 2022

Ini Sejumlah Tantangan Bisnis Kawasan Industri di 2022

  • account_circle Telaga Anandari
  • calendar_month Sen, 31 Jan 2022

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus berupaya mengembangkan jumlah kawasan industri di Indonesia sebagai lokasi investasi yang menarik. Langkah ini diyakini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga Januari 2022, terdapat 135 perusahaan kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 65.532 hektar yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Sumatera. Dari 135 kawasan industri tersebut, 46% atau 30.464 hektar telah terisi oleh tenant industri.

Eko S. A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian menyebutkan terdapat beberapa tantangan dalam industri kawasan industri saat ini misalnya menyangkut masalah perencanaan.

Perencanaan kawasan industri, sama seperti sektor properti pada umumnya juga cukup panjang dan rumit. Untuk perencanaan saja setidaknya harus ada penyusunan dokumen perencanaan berupa feasibility study (FS), masterplan, dan detail engineering design (DED) yang jika tidak sesuai dengan pedoman pembangunan kawasan industri kerap menjadi hambatan.

“Ada juga tantangan untuk tata ruang dan lahan, meliputi rencana lokasi kawasan industri (KI) yang belum sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), harga lahan yang tidak kompetitif, sulitnya penggunaan lahan terutama untuk lahan yang berstatus hutan, tanah bengkok/kas desa, tanah adat, serta lahan KI yang belum dimanfaatkan,” jelas Eko dalam sebuah webinar di Jakarta, yang ditulis Senin (31/1/2022)

Soal infrastruktur, meski selama beberapa tahun sudah lebih membaik, ternyata tetap ada tantangan. Keterbatasan pendanaan pembangunan infrastruktur dasar dalam KI terutama KI yang diprakarsai oleh Pemda, terdapat infrastruktur dalam dasar yang belum memenuhi Standar KI. Juga keterbatasan infrastruktur di luar KI baik dari sisi penyediaan maupun harga yang tidak kompetitif.

“Pengelolaan tenant juga masih penuh dengan tantangan, dimana terdapat pengelola KI yang tidak memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang KI, tingkat okupansi tenant yang rendah pada beberapa kawasan industri, serta terbatasnya promosi/pemasaran terkait KI,” sebut Eko.

Upaya Pemerintah

Meski begitu, Eko menyebutkan kalau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak tinggal diam dan menyiapkan upaya agar daya saing kawasan industri di Indonesia bisa terus membaik.

Untuk perizinan misalnya, Kemenperin mengupayakan penyederhanaan proses perizinan yang terintegrasi melalui Online Single Submission (OSS) dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Tidak hanya itu, sosialisasi proses perizinan berusaha terbaru kepada pengelola KI dan Pemda, termasuk koordinasi penyelesaian perizinan SIPA, Wilayah Usaha IUPTL, Pengolahan limbah B3 serta menyiapkan fasilitasi integrasi perizinan berusaha pusat dan daerah.

Terkait penyediaan lahan, Kemenperin melakukan koordinasi kesesuaian tata ruang untuk dijadikan lokasi KI. Pengadaan lahan bagi KI Prakarsa Pemerintah dapat dilakukan melalui mekanisme pengadaan lahan bagi kepentingan umum dan fasilitasi BUMN non KI yang memiliki lahan tidak produktif untuk dikembangkan dan dikerjasamakan dengan KI BUMN.

Pemerintah juga memastikan untuk memanfaatkan penggunaan lahan Bank Tanah untuk KI berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja, termasuk menyediakan lahan KI dengan harga yang kompetitif melalui KI Prakarsa Pemerintah dengan menggunakan lahan tidak produktif, pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah dan skema insentif harga lahan dengan contoh KIT Batang, serta penyelesaian persoalan penggunaan lahan yang berstatus hutan, tanah bengkok/kas desa, dan tanah adat.

“Perizinan juga kerap menjadi tantangan dalam pembangunan KI, misalnya perusahaan KI belum memahami perizinan terkait KI, terdapat ketentuan yang sudah tidak relevan, kurangnya insentif prioritas perizinan bagi KI seperti perizinan SIPA, Wilayah Usaha IUPTL, Pengolahan limbah B3, dan belum terintegrasi sistem perizinan pusat dengan pemerintah daerah,” jelas Eko.

Pemerintah juga tengah berusaha untuk optimalisasi pelaksanaan insentif KI melalui revisi PMK 105/2016, memberikan fasilitasi kenyamanan berusaha KI melalui penetapan OVNI, fasilitasi Kawasan Tertentu untuk mengakomodir segmen industri tertentu seperti KI Halal, KI Hortikultura, KI Digital, KIHT, dan masih banyak lagi.

Ke depan, Kemenperin dan juga pemerintah pusat terus mengupayakan dan mengawal persebaran KI ke luar Jawa melalui RPJMN dan PSN, dimana pemeritah berencana membangun KI Prakarsa Pemerintah di luar Jawa dan mengusulkan insentif.

“Untuk pengawasan dan pengendalian terkait ketentuan perizinan berusaha dan standar kawasan industri dan pengawasan terhadap pelaporan data pembangunan operasional kawasan industri setiap semesternya, pemerintah akan memantaunya melalui SIINas,” pungkas Eko. (MRI)

  • Penulis: Telaga Anandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank BTN

    Kejar Target 11.000 Unit, BTN Gencar Lakukan Akad Massal KPR BP2BT

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memenuhi target 11.000 unit hingga akhir tahun 2021. Bank BTN melakukan berbagai strategi salah satunya dengan menggelar akad KPR BP2BT massal yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pada Sabtu (20/11/2021) Bank […]

  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

    Menteri PUPR: Hunian Inklusif Tekankan Prinsip Keadilan

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembangan hunian inklusif menekankan adanya prinsip keadilan bagi seluruh elemen masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat membuka Webinar Indonesia Housing Forum 2021: “Membangun Hunian yang inklusif untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, Kamis, 14 Oktober 2021. “Untuk itu, perlu dikembangkan konsep hunian inklusif yang menekankan adanya […]

  • “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    • calendar_month Ming, 25 Okt 2020
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masalah perizinan menjadi kendala klasik yang masih menghantui pembangunan perumahan di Indonesia. Padahal, di satu sisi angka kekurangan (backlog) perumahan nasional masih cukup tinggi mencapai 14 juta unit, dan setiap tahunnya terus bertambah. Perlu keikhlasan dari semua pihak agar semua masyarakat dapat hidup di rumah yang layak. Jika ditanya apa salah satu yang […]

  • Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejumlah Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar program vaksinasi massal di beberapa wilayah di Tanah Air. Kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah yakni percepatan vaksinasi nasional sehingga mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity). “Kami melakukan program vaksinasi massal sebanyak 24 ribu dosis Sinovac untuk […]

  • ibu kota

    Ibu Kota Mereformasi Manajemen Perkotaan Jadi Berorientasi TOD

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyoroti bahwa beberapa tahun terakhir pembangunan di Ibu Kota selalu berbasis kendaraan pribadi. Hal tersebut menjadi akar penyebab tantangan Jakarta dalam  mengatasinya permasalahan urban. “Saat ini, kami telah mereformasi manajemen perkotaannya menjadi Pembangunan Berorientasi Transit (TOD). Yang menekankan penggunaan transportasi umum secara besar-besaran, untuk mengurangi kemacetan dan […]

  • Rakernas REI 2021, Jokowi Harapkan Pengembang Jaga Momentum Pertumbuhan

    Rakernas REI 2021, Jokowi Harapkan Pengembang Jaga Momentum Pertumbuhan

    • calendar_month Sen, 20 Des 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2021 dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah dan Strategi Bisnis Realestat Pasca Pandemi” di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Senin (20/12). Kegiatan ini diadakan terbatas secara hibrid serta diikuti perwakilan pengurus daerah dari seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas REI 2021 menegaskan […]

Translate »
expand_less