Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kawasan Industri Pacu Pasar Properti di Lampung

Kawasan Industri Pacu Pasar Properti di Lampung

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Ming, 2 Mei 2021

Jakarta – Kementerian Perindustrian mendorong pembentukan 10 kawasan industri (KI) di Provinsi Lampung. Pengembangan KI baru ini tentunya bakal diikuti dengan pertumbuhan permintaan di sektor properti seiring menguatnya daya beli masyarakat.

“Provinsi Lampung memiliki dua kawasan industri (KI) operasional, yaitu KI Waylaga Bizpark dan KI Lampung. Selain itu, juga akan ada pengembangan 10 KI baru. Sebanyak empat dari KI itu merupakan target RPJMN 2020-2024 dan proyek strategis nasional (PSN),” papar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Eko S.A Cahyanto, dalam keterangan pers, Kamis, 29 April 2021.

Keempat KI yang masuk PSN dan RPJMN adalah KI Tanggamus, KI Way Pisang, KI Pesawaran, dan KI Katibung. Sedangkan, keenam KI non-PSN dan RPJMN, yakni KI Tulang Bawang Barat, KI Way Kanan, KI Lampung Selatan, KI Bandar Lampung, KI Lampung Tengah, dan KI Tulang Bawang.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Lampung, Urianto Muslimin mengapresiasi langkah Pemerintah untuk menggiatkan sektor industri di Lampung. “Selama ini perekonomian Lampung masih mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Kebijakan membuat KI di Provinsi Lampung tentunya sangat positif guna mendorong diversifikasi perekonomian daerah,” ujar Urianto.

Dia menyebut, adanya aktivitas industri di suatu daerah tentunya akan secara otomatis menumbuhkan daya beli masyarakat. “Seiring naiknya daya beli daya beli masyarakat, maka sektor properti juga bakal ikut bertumbuh. Adanya geliat perekonomian tentunya akan permintaan pasokan rumah juga ikut naik,” ucap Urianto.

Sekadar catatan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung pada tahun 2020, sektor industri pengolahan merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kedua terbesar bagi Provinsi Lampung yakni sebesar 19,41 persen.

PDRB Lampung mengalami kenaikan mulai dari tahun 2016 hingga 2020. Adapun total kenaikan sebesar Rp 75,22 triliun atau setara 26,92 persen. Sementara itu, pada periode yang sama, pertumbuhan di sektor industri pengolahan juga mengalami kenaikan cukup signifikan hingga Rp 16,59 triliun atau 31,75 persen. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konstruksi Mazenta Residence Tepat Waktu, Serah Terima Dipercepat

    Konstruksi Mazenta Residence Tepat Waktu, Serah Terima Dipercepat

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Serpong Bangun Cipta melalui PT Cipta Harmoni Lestari (CHL) yang merupakan anak perusahaan dari Harita Group sukses memasarkan proyek hunian Mazenta Residence di Bintaro. Saat ini, perumahan yang mengusung konsep JapanDi (Japanese-Scandinavian) itu sedang dalam proses pengerjaan konstruksi. Project Director dan Chief Marketing Officer Mazenta Residence, Setia Iskandar Rusli menjelaskan pasca groundbreaking […]

  • Ludes Terjual, Amesta Living Sampai Tambah Blok Baru

    Ludes Terjual, Amesta Living Sampai Tambah Blok Baru

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kawasan terpadu Amesta Living Surabaya mendapat sambutan pasar yang cukup baik. Seluruh unit rumah yang dipasarkan pada penjualan perdana sudah habis terserap, bahkan Amesta Living harus membuka tambahan satu blok baru untuk memenuhi minat konsumen terhadap produk hunian inovatif ini. Amesta Living merupakan pengembangan kawasan terpadu yang dikembangkan oleh PT Graha Abdael Sukses […]

  • Amesta Living

    Kawasan Terpadu Amesta Living Dikembangkan di Surabaya Timur

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pesatnya Kota Surabaya di Jawa Timur, mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk properti seperti hunian, komersial, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan. Salah satu kawasan yang sedang berkembang di kota tersebut adalah Surabaya Timur. Surabaya Timur memiliki  berbagai infrastruktur publik seperti jalan tol, Jalan Lingkar Dalam Timur atau Middle East Ring Road (MERR). Kemudian, Outer […]

  • Kemenperin tengah menggodok aturan baru kawasan industri.

    Kemenperin Godok Aturan Baru Kawasan Industri, Ini Tujuannya

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menggodok sejumlah aturan yang bertujuan memperkuat daya saing kawasan industri. Aturan yang tengah diselesaikan adalah regulasi turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri, termasuk di antaranya Permenperin tentang Standar Kawasan Industri dan revisi Permenperin Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan […]

  • REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Labuan Bajo – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mendukung skema baru pembiayaan KPR subsidi sesuai usulan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. REI menilai potensi menumbuhkan sumber-sumber baru pembiayaan perbankan dapat dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan perumahan nasional. “REI mendukung skema baru pembiayaan KPR bersubsidi yang diusulkan Bank BTN. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selaku debitur […]

  • OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    OSS Belum Berjalan, Daerah Dapat Lakukan Diskresi

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Permasalahan operasionalisasi sistem Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) masih dirasakan di sejumlah daerah. Untuk itu, selama OSS masih belum berjalan, kepala daerah dapat memberikan diskresi agar pelayanan perizinan tidak berhenti. “Selama OSS belum berjalan, daerah dapat melakukan diskresi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok […]

Translate »
expand_less