Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Hapernas 2026: Antara Politik & Proyek Versus Kebijakan Perumahan Rakyat

Hapernas 2026: Antara Politik & Proyek Versus Kebijakan Perumahan Rakyat

  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Alih-alih berbasis aspek fundamental, kebijakan perumahan rakyat selama ini masih ditangani melalui pendekatan politik dan proyek. Problematika itu mengemuka pada Diskusi Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026 yang diselenggarakan The HUD Institute dengan menghadirkan akademisi dari tiga perguruan tinggi, di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

“Kalau kita berbicara proyek, masyarakat diperlakukan sebagai konsumen. Tetapi kalau berbicara public policy, masyarakat adalah owner, pemilik dari kebijakan tersebut,” ujar akademisi Universitas Pertahanan (Unhan), Riant Nugroho.

Riant menilai cara pandang tersebut harus diubah. Pemerintah tidak mungkin mengerjakan seluruh persoalan perumahan sendiri. Dengan kompleksitas sektor perumahan, pemerintah pusat harus mampu mengorkestrasi pemerintah daerah, pengembang, perbankan, pemberi kerja dan masyarakat.

Akademisi Universitas Indonesia, Ruslan Prijadi menilai bahwa angka backlog tidak seharusnya menjadi satu-satunya landasan pengambilan keputusan. “Kadang-kadang saya mempertanyakan, sebenarnya backlog itu berada di mana? Di kecamatan mana? Rumah yang dimaksud ada di mana?” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah mesti memiliki data yang lebih presisi dan akurat mengenai siapa yang membutuhkan rumah, di mana mereka berada, kondisi daya beli masyarakat yang membutuhkan rumah, dan jenis hunian seperti apa yang sesuai.

Ruslan juga menyoroti desain pembiayaan perumahan. Kebijakan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang, termasuk hingga 40 tahun, harus benar-benar dikaitkan dengan kemampuan dan karakter kelompok sasaran. Kredit dengan tenor panjang, harus digunakan untuk menurunkan beban cicilan dan meningkatkan affordability, bukan sekadar memperpanjang utang masyarakat. Pembiayaan juga harus tersegmentasi dan berbasis data, sehingga jelas siapa kelompok penerimanya.

“Jangan sampai pada usia 70 tahun dia sudah berjalan dengan tongkat, tapi masih harus bayar cicilan KPR ke bank,” ucapnya.

Distribusi Peran Kebijakan Perumahan Rakyat

Sementara itu, akademisi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan, mengatakan perlunya kejelasan distribusi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sektor perumahan. Persoalan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan masih menjadi tantangan. Padahal kebutuhan perumahan masyarakat terjadi di wilayah dan daerah yang memiliki karakteristik berbeda.

“Pemerintah pusat tidak mungkin bekerja sendirian. Sedangkan pemerintah daerah juga tidak dapat dibiarkan menghadapi persoalan perumahan tanpa dukungan kebijakan nasional. Perlu ada pembagian peran yang jelas dan dapat dijalankan,” ujar pakar kebijakan otonomi daerah tersebut.

Kebijakan nasional harus diterjemahkan ke dalam perencanaan daerah berdasarkan kondisi lokal, termasuk karakteristik kebutuhan hunian, ketersediaan tanah, pertumbuhan penduduk, struktur ekonomi dan tingkat kemampuan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pembangunan perumahan tidak sekadar mengejar keseragaman program, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata di setiap daerah.

Hapernas 2026

Wamen PKP Fahri Hamzah saat peringatan Hapernas 2026 yang diselenggarakan The HUD Institute, di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, menegaskan bahwa arah kebijakan perumahan era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan impian para pendiri bangsa. “Indonesia harus punya game changer. Konstitusi kita mencantumkan bahwa negara ini bukan sosialis karena kita punya Pancasila yang perekonomiannya disusun berdasarkan asas kekeluargaan,” urai Fahri.

Fahri mengutarakan, sistem penyediaan hunian bagi masyarakat harus dibangun secara komprehensif. “Program pemenuhan kebutuhan dasar papan harus bisa seperti penyediaan kebutuhan primer lainnya yakni sandang dan pangan. Sebab rumah adalah hak asasi masyarakat seperti halnya sandang dan pangan,” tegas Fahri. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Huntap pascabencana Sumatera

    Konstruksi Huntap Bencana Sumatera Mulai September 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadwalkan fase konstruksi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana hidrometeorologi Sumatera mulai September 2026. Rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa proses pengadaan pembangunan hunian tetap telah berjalan dan konstruksi ditargetkan mulai dilaksanakan pada […]

  • Tok! Menteri Ara Tetapkan Aturan Baru Rusun Subsidi

    Tujuh Isu Strategis Perumahan dan Perkotaan di 2022

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan Indonesia (LPP3I) atau lebih dikenal dengan nama The HUD Institute, sebagai wadah berhimpun dan rumah besar pemangku kepentingan Perumahan, Infrastruktur Dasar, Permukiman dan Perkotaan, memberikan beberapa catatan penting menyongsong tahun 2022. Andrinof Achir Chaniago, Ketua Majelis Tinggi The HUD Institute menyebutkan untuk membuat usia kota sebagai kota […]

  • paramount land

    Paramount Land Dinobatkan Jadi ‘Best Township Developer’ di Asia

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Paramount Land menorehkan prestasi di tingkat regional Asia melalui ajang PropertyGuru Asia Awards 2024 dalam kategori Best Township Developer yang diumumkan di The Athenee Hotel, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12) lalu. Award diterima langsung M. Nawawi Presiden Direktur Paramount Land didampingi Santi Meilawati, Direktur Paramount Land. PropertyGuru Asia Awards 2024 yang ke -19 tahun […]

  • Ilustrasi Kebijakan Fiskal

    BKF Ungkap 5 Arah Kebijakan Fiskal 2022

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengungkapkan lima hal yang menjadi arah kebijakan fiskal 2022. Pertama, penguatan sektor kesehatan sebagai kunci recovery dengan kesuksesan program vaksinasi, protokol kesehatan, peningkatan fasilitas kesehatan, dan obat-obatan. “Kesehatan tetap menjadi kolom pertama. Kita tahu itu adalah necessary condition,” ucap Kepala BKF, Febrio Kacaribu dalam keterangan resminya, Rabu […]

  • Nixon LP Napitupulu Jadi Dirut, Ini Target Kinerja BTN di 2023

    Nixon LP Napitupulu Jadi Dirut, Ini Target Kinerja BTN di 2023

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022, Kamis (16/3). Salah satu agenda yang dibahas adalah pergantian susunan direksi perseroan. RUPST menyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadi Direktur Utama (Dirut) Bank BTN menggantikan Haru Koesmahargyo. Sementara Oni Febriarto Rahardjo ditunjuk sebagai Wakil […]

  • SIG Pasok Pemecah Gelombang di Raja Ampat

    SIG Pasok Pemecah Gelombang di Raja Ampat

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Unit usaha produsen semen pelat merah SIG, PT Varia Usaha Beton (VUB), memasok 2.630 unit pemecah gelombang jenis tetrapod di Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini sebagai upaya pelestarian destinasi wisata prioritas Raja Ampat. Pemecah gelombang seberat 1,2 ton per unit berfungsi mencegah kerusakan pantai sekaligus melindungi wilayah […]

Translate »
expand_less