Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Penyusunan Kebijakan Rusun Subsidi Libatkan Ekosistem Perumahan

Penyusunan Kebijakan Rusun Subsidi Libatkan Ekosistem Perumahan

  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Penyusunan kebijakan rusun subsidi melibatkan ekosistem perumahan agar aturan yang diterbitkan nantinya menjamin keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat serta daoat diimplementasikan di lapangan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan pelibatan ekosistem perumahan sebagai strategi menghadirkan kebijakan dengan proses inklusif dan partisipatif.

Sebelum penandatanganan kebijakan, pemerintah secara aktif menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, perbankan, pengembang, kontraktor, hingga lembaga seperti Danantara dan Kantor Staf Presiden (KSP). “Saya tidak mau menjadi Menteri yang tidak mendengar suara ekosistem. Rakyat harus kita tempatkan sebagai subjek, bukan objek dalam setiap kebijakan publik,” tegas Menteri PKP Maruarar Sirait dalam Sosialisasi Rancangan Keputusan Menteri PKP tentang Rusun Subsidi, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam rancangan kebijakan tersebut, pemerintah memastikan sejumlah terobosan penting untuk mempermudah akses masyarakat terhadap hunian vertikal bersubsidi. Salah satu poin utama adalah kepastian tenor pembiayaan hingga 30 tahun dengan suku bunga yang diupayakan sebesar 6 persen. Selain itu, sistem pembangunan rusun subsidi akan menggunakan skema inden yang telah mendapat dukungan dari perbankan, pengembang, serta lembaga terkait.

Tidak hanya dari sisi pembiayaan, pemerintah juga menghadirkan inovasi dalam aspek desain dan kelayakan hunian. Luas unit rusun subsidi akan diperluas hingga maksimal 45 meter persegi, dari sebelumnya hanya berkisar 21 hingga 36 meter persegi. Dengan skema ini, unit rusun dimungkinkan memiliki dua hingga tiga kamar, sehingga lebih layak bagi keluarga.

Menteri PKP juga menekankan pentingnya mendengar langsung suara penghuni rusun, khususnya terkait biaya pengelolaan seperti Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), tarif listrik, dan air. “Kita tidak boleh hanya bicara dari atas. Kita harus turun, mendengar langsung kebutuhan warga agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sejumlah kalangan menyampaikan beragam usulannya, mulai dari perbankan terkait skema lanjutan seperti rent to own dan pengembangan secondary market untuk rusun subsidi guna memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat.

Sebagai target awal, pemerintah melalui BP Tapera menargetkan realisasi akad untuk sekitar 10.000 unit rusun subsidi pada tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengurangi backlog perumahan, khususnya di wilayah perkotaan.

Terobosan Kebijakan Rusun Subsidi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan terobosan signifikan dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. “Perluasan luas rusun subsidi hingga 45 meter persegi akan meningkatkan kelayakan hunian, mengingat standar minimal kebutuhan ruang adalah 7,2 meter persegi per kapita,” jelasnya.

Amalia menambahkan bahwa backlog perumahan di perkotaan saat ini tercatat tiga kali lebih tinggi dibandingkan di pedesaan.

Perwakilan Persatuan Penghuni Rumah Susun, Erlan Kalo, menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Ia menyatakan bahwa perhatian yang diberikan pemerintah membuat masyarakat merasa lebih dihargai. “Kami merasa dimanusiakan. Dari sisi harga dan kebijakan, warga sangat senang dengan arah kebijakan ini,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap ekosistem penyediaan hunian vertikal dapat berjalan lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat perkotaan akan hunian yang layak dan terjangkau. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tantangan Perkotaan di Masa Depan

    Ini Tantangan Perkotaan di Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Wilayah perkotaan di masa mendatang menghadapi tantangan seputar perubahan iklim serta problem kemacetan. Pemanfaatan ruang di wilayah perkotaan dapat lebih optimal melalui pembentukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pembangunan berorientasi Transit Oriented Development (TOD). “Beberapa tantangan ke depan wilayah perkotaan seperti adaptasi iklim, kemacetan, pemanfaatan ruang yang tidak optimal, dan lain-lain. Terlaksananya TOD […]

  • Bank Mandiri Fasilitasi KPR Tiga Proyek Besutan Citra Swarna Group

    Bank Mandiri Fasilitasi KPR Tiga Proyek Besutan Citra Swarna Group

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang nasional, Citra Swarna Group (CSG) menjalin kerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk memberikan layanan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) di Jakarta pada 15 Mei 2024. Kerjasama ini dilakukan melalui dua anak usaha CSG yakni PT Bumi Arta Sedayu dan PT Graha Artha Kencana. Nantinya, bank plat merah terbesar di Indonesia […]

  • Latinos Business District (Foto: Dok Sinar Mas Land)

    Sinar Mas Land Hadirkan Latinos Business District

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land melalui Bumi Serpong Damai (BSD) City memperkenalkan Latinos Business District yang berada di Kawasan Timur BSD City. Produk properti ini memiliki desain multifungsi dan fleksibel dengan memaksimalkan ruang bisnis yang memiliki nilai tambah untuk dijadikan tempat tinggal yang nyaman. Produk komersial ini mengusung konsep boutique small office home office (Boutique SOHO) […]

  • Seiring konsistennya tingkat hunian, tarif sewa ruang ritel berpotensi mengalami kenaikan.

    Performa Ritel Moncer, Siap-siap Tarif Sewa Berpotensi Naik

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Tarif sewa ritel berpotensi mengalami kenaikan seiring konsistennya tingkat hunian. Namun, pemilik mal kemungkinan akan melakukan penyesuaian trarid secara minimal agar tetap kompetitif. Hal ini dilakukan agar dapat menarik dan meningkatkan penyewa di pasar yang terus berkembang ini. “Meskipun alasan kenaikan tarif sewa bervariasi antara pemilik mal, salah satu pendorong utama adalah kebutuhan […]

  • Sektor Konstruksi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2023

    Sektor Konstruksi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2023

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan IV-2023 mencapai 5,04% (year on year/yoy), atau lebih tinggi ketimbang Triwulan III-2023 sebesar 4,94% (yoy). Sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,68% (yoy) yang memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar kedua setelah industri pengolahan. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2023 juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,05% (ctc). “Kalau lihat, maka […]

  • Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia optimistis, namun tetap berhati-hati menghadapi ancaman krisis global di tahun 2023. Untuk itu, Kepala Negara menyampaikan tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menyikapi kondisi global tersebut. Pertama, nilai ekspor produk Indonesia yang tahun lalu dan sekarang melompat sangat tinggi dapat mengalami penurunan di tahun depan. Hal […]

Translate »
expand_less