Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Kejar Target 11.000 Unit, BTN Gencar Lakukan Akad Massal KPR BP2BT

Kejar Target 11.000 Unit, BTN Gencar Lakukan Akad Massal KPR BP2BT

  • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memenuhi target 11.000 unit hingga akhir tahun 2021.

Bank BTN melakukan berbagai strategi salah satunya dengan menggelar akad KPR BP2BT massal yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pada Sabtu (20/11/2021) Bank BTN secara serentak melakukan akad kredit massal KPR BP2BT di Perumahan Dream Land II di Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan.

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar menegaskan, gelaran Akad Kredit Massal KPR BP2BT merupakan bagian dari rangkaian HUT KPR ke-45 yang jatuh pada tanggal 10 Desember. Dalam akad KPR BP2BT di Banyuasin tersebut, sebanyak 2.150 unit berhasil di KPR-kan.

“Sementara yang sudah direalisasikan sebelumnya lebih dari 4.000 unit, sehingga dengan akad massal pada hari ini Bank BTN sudah menuju hampir 7.000 unit. Kita akan lakukan akad massal sampai akhir November. Sehingga target 11.000 unit dapat tercapai sampai akhir tahun ini,” kata Hirwandi dalam keterangan persnya, Senin (22/11/2021).

Dijelaskan, gelaran akad kredit massal ini merupakan bentuk keseriusan Bank BTN dalam membantu pemerintah menggenjot program Pembangunan Sejuta Rumah dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT. Untuk itu, perseroan mendorong pengembang mempercepat akad atau realisasi KPR BP2BT.

“Setelah kuota KPR FLPP tahun habis, maka Bank BTN juga secara serius membantu pemerintah untuk mendorong pembiayaan melalui skema KPR BP2BT agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat memiliki rumah di samping bisnis para pelaku pembangunan perumahan yang berdampak pada 174 industri ikutannya berjalan,” kata Hirwandi.

Harapan

Dia berharap ke depan tidak ada lagi pembeda bagi pengembang terhadap KPR FLPP dan KPR BP2BT. Sebab keduanya merupakan KPR Subsidi yang sangat bermanfaat dan memudahkan MBR dalam memiliki rumah.

“Apalagi kini ada dana talangan dari Bank BTN untuk uang muka bagi KPR BP2BT, sehingga pengembang tidak perlu khawatir cash flow nya terganggu,” jelasnya.

Menurut Hirwandi, dengan dana talangan dari Bank BTN maka pencairan subsidi uang muka hingga Rp40 juta bisa dilakukan di depan. Alhasil, pengembang tidak perlu menunggu pencairan pemerintah yang mungkin butuh waktu.

Kemudian dari sisi masyarakat konsumen atau debitur, ungkap dia, Bank BTN memberikan kemudahan angsuran sama dengan angsuran FLPP. Bank BTN juga memberikan pilihan fix suku bunga selama 5 tahun dan 10 tahun. Selain itu, angsuran KPR-nya jauh lebih rendah dari FLPP.

“Konsumen bisa mendapat dua keuntungan sekaligus. Pertama, konsumen beli rumah senilai Rp150 juta tetapi mereka sebenarnya membeli hanya Rp110 juta karena Rp40 juta di subsidi. Yang kedua keuntungan angsurannya, karena hampir sama bahkan lebih rendah dari pada KPR FLPP,” ungkap Hirwandi.

Apresiasi BTN

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna mengaku sangat mengapresiasi kerja keras Bank BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BTN yang hari ini bekerja keras menyalurkan produk KPR BP2BT, yang jika melihat sejarahnya di awal-awal agak seret penyalurannya, walaupun kami meyakini perubahan ini sangat baik,” ungkap dia.

Herry menuturkan, KPR BP2BT ini sangat baik, karena mengajak masyarakat untuk membiasakan menabung. Apalagi dari sisi bank produk ini tidak mendistorsi pasar. Kelebihan lainnya, Bank BTN bisa menyalurkan kreditnya dengan bunga pasar. Sedangkan ketidakmampuan MBR mendapat bantuan dari pemerintah dengan tunai sebesar hingga Rp40 juta. Masyarakat kemudian harus mencicil sisanya.

Pj Sekda Provinsi Sumatera Selatan Suman Asra Supriono mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas subsidi pemerintah kepada para MBR.

“Semoga kuota perumahan untuk Sumatera Selatan akan lebih banyak lagi ke depan,” kata dia.

Menurut Supriono, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terkait penyediaan perumahan di daerah tersebut. Sebab, masyarakat membutuhkan perumahan yang layak huni. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan industri

    Kemenperin: TKDN Industri Panel Surya 90% Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pengembangan industri panel surya yang menggunakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 90 persen pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pengembangan industri panel surya nasional yang telah disusun hingga tahun 2025 mendatang. “Upaya ini tentunya akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia. Baik dari sisi […]

  • Ilustrasi Rumah Singapura

    Cetak Rekor! Harga Rumah di Singapura Melejit 10,6 Persen

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kenaikan harga rumah di Singapura mencetak rekor tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Kenaikannya mencapai 10,6 persen sepanjang 2021 atau naik signifikan ketimbang kuartal kedua tahun 2010 yang mencapai angka 5,3 persen. “Melihat lonjakan harga pada kuartal keempat, ini menjelaskan mengapa pemerintah memberlakukan pembatasan properti karena mereka telah melihat data dan melihat […]

  • Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR saat menerima Pemerintah Kota Pariaman (Foto: Dok Pemkot Pariaman) RTLH

    Pemkot Pariaman Minta Bantuan RTLH ke Kementerian PUPR

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta Pemerintah Kota Pariaman untuk memperkuat pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai pedoman dalam pelaksanaan program perumahan. Adanya data RTLH yang baik, harapannya adalah mempermudah pemerintah dalam mengalokasikan bantuan perumahan untuk masyarakat sehingga tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian […]

  • magnum estate

    Kolaborasi Magnum Estate Ajak Pengusaha Swiss Investasi di Indonesia

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Magnum Estate International, perusahaan realestat terkemuka di Indonesia, turut berpartisipasi pada World Economic Forum (WEF) 2025 di Davos, Swiss. Pengembang ini juga menghadiri Indonesia Night 2025 di Garden Hall, Morosani Schweizerhof Hotel, sebuah jamuan yang sangat kental dengan nuansa budaya Indonesia, Rabu (22/1) lalu. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) […]

  • Metland Targetkan 30% Marketing Sales dari Pendapatan Berulang

    Metland Targetkan 30% Marketing Sales dari Pendapatan Berulang

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland sepanjang tahun 2023 menargetkan realisasi penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp1,8 triliun. Sekitar 30% atau Rp530 miliar diantaranya diharapkan berasal dari kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue). Olivia Surodjo, Direktur Metland mengatakan marketing sales terdiri dari pre-sales dan recurring revenue. Hingga April 2023, pencapaian marketing sales Metland […]

  • Investor Arab Saudi Minati Proyek Kereta Gantung di Puncak

    Investor Arab Saudi Minati Proyek Kereta Gantung di Puncak

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkoordinasi dengan lintas kementerian dan lembaga untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur wisata. Termasuk pembangunan kereta gantung atau cable car. Kereta gantung sedang disiapkan di destinasi wisata seperti di Gunung Rinjani (NTB) dan Puncak Bogor (Jawa Barat). Diharapka kereta gantung ini dapat menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan. […]

Translate »
expand_less