Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Kementerian Keuangan Tekankan Pentingnya Sektor Perumahan

Kementerian Keuangan Tekankan Pentingnya Sektor Perumahan

  • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan dukungannya pada pengembangan sekuritisasi di Indonesia, khususnya untuk menekan gap kepemilikan dan kepenghunian rumah di Indonesia dan angka kekurangan (backlog) perumahan yang terus meningkat.

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara mengatakan sekuritisasi juga dapat menciptakan sumber likuiditas baru bagi perbankan maupun lembaga keuangan melalui perubahan aset yang tidak likuid seperti rumah dalam bentuk pinjaman, menjadi lebih likuid dalam bentuk pinjaman menjadi surat berharga.

Dia menyatakan dukungannya untuk lebih intens dalam menciptakan pengembangan pasar sekuritisasi perumahan di Indonesia di tengah berbagai macam tantangan yang ada. Menurut Suahasil, sekuritisasi adalah salah satu solusi yang dapat mengurangi risiko maturity mismatch yang dapat terjadi dalam pembiayaan jangka panjang, contohnya pada sektor perumahan.

“Selain itu, sekuritisasi juga menciptakan nilai dengan mengurangi biaya perantara dan meningkatkan peluang untuk berbagi risiko dan diversifikasi risiko,” kata Wamenkeu pada Securitization Summit 2022: Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance” yang dikutip dari keterangannya Senin (11/7/2022).

Suahasil menegaskan untuk mendukung pasar sekuritisasi yang lebih baik, diharapkan para pelaku pasar dapat berkolaborasi dan aktif memberikan masukan kepada juga regulator. Selain itu investor juga penting dalam membangun pemahaman yang sama tentang sekuritisasi aset dan instrumennya.

Pentingnya Perumahan

Wamenkeu menambahkan sektor industri perumahan adalah salah satu sektor yang mendapatkan pukulan yang cukup dalam sehingga sektor ini menjadi prioritas untuk dapat segera dipulihkan. Dengan konstruksi sektor perumahan yang sangat padat dengan kandungan lokal maka industri perumahan ini, terutama konstruksinya adalah satu kegiatan ekonomi yang sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Saya ingin memastikan bahwa sektor perumahan akan terus didukung oleh pemerintah, terutama sektor perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya

Dukungan pemerintah, kata Suahasil, selama ini juga sangat luar biasa melalui berbagai macam cara pemerintah memberikan support kepada Tapera melalui Fasilitas Likuiditas Pendanaan Perumahan. Di samping itu, pemerintah juga memberikan dukungan melalui PT SMF (Persero) atau SMF.

Pemerintah juga memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus bergerak dalam mendukung industri perumahan di Indonesia seperti SMF yang fokus di pembiayaan sekunder dan sekuritisasi aset perumahan, Perumnas di sektor konstruksi perumahan, serta Bank BTN sebagai bank fokus di sektor perumahan.

“Saya ingin ketiga alat pemerintah ini – alat negara – bekerja secara sinergi untuk mendukung pemulihan sektor perumahan di Indonesia,” sebut Suahasil. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • groundbreaking OXO The Residences

    OXO Group Mulai Pengerjaan Konstruksi OXO The Residences

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Selain sebagai destinasi wisata favorit, Provinsi Bali hingga kini masih menjadi pilihan utama bagi para investor dan pengembang properti untuk memperluas ekspansinya. Salah satu pengembang dengan reputasi baik di Bali adalah OXO Group Indonesia, yang telah meluncurkan dan memulai pengerjaan konstruksi OXO The Residences. Properti ini berlokasi di Nyanyi, Bali. Pertama kali diperkenalkan […]

  • kredit properti

    Alhamdulillah, Kredit Sektor Properti Tumbuh 5,4%

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sepanjang Januari 2022, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit sektor properti tumbuh 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), yakni sebesar Rp1.116,7 triliun. Demikian tertuang dalam Publikasi BI yang bertajuk Analisis Uang Beredar Januari 2022. “Penyaluran kredit sektor properti pada Januari 2022 tumbuh 5,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2021 (4,7 persen, […]

  • Klaster Leonora di Summarecon Serpong (Foto Humas Summarecon Serpong)

    Awali Tahun 2022, Summarecon Luncurkan Klaster Leonora

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Awal tahun 2022, unit usaha PT Summarecon Agung Tbk, yaitu Summarecon Serpong menghadirkan Klaster Leonora. Lokasinya berada di Distrik Melody, kawasan Symphonia yang merupakan kawasan terbaru dari Summarecon Serpong seluas 200 hektar yang telah dikembangkan Adanya klaster Leonora ini melengkapi tiga klaster sebelumnya yang telah hadir di kawasan Symphonia, yaitu klaster Martinez, Agnesi […]

  • Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori (kiri) dengan Ketua Umum IAP Hendricus Andy Simarmata (kanan) saat pendantanganan Nota Kesepahaman (Foto: Dok Kemendagri)

    Mantap, Kemendagri Jalin Kerjasama dengan IAP

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Kerja sama itu diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori dengan Ketua Umum IAP Indonesia Hendricus Andy Simarmata, di Ruang Rapat Sekjen, pada hari Rabu 23 Juni 2021. Hudori menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya penandatanganan kerja […]

  • BP Tapera Optimistis Kinerja 2023 Capai Target

    BP Tapera Optimistis Kinerja 2023 Capai Target

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah sesuai target. Pada 2022, realisasi penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) BP Tapera mencapai 226 ribu unit senilai Rp 25,15 triliun atau sesuai target yang dicanangkan. Sementara per September 2023, realisasi penyaluran dana FLPP mencapai 166.883 unit senilai Rp 18,91 triliun. Sampai akhir […]

  • Knight Frank: Ada Secercah Harapan Sektor Properti Bertumbuh di 2023

    Knight Frank: Ada Secercah Harapan Sektor Properti Bertumbuh di 2023

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski dihadapkan pada tantangan berat seperti lonjakan harga material bangunan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ancaman inflasi serta kenaikan suku bunga bank sebagai dampak dari krisis ekonomi global, namun masih ada secercah harapan sektor properti masih akan bertumbuh di 2023. Hal itu didorong pula dengan berbagai regulasi yang digulirkan pemerintah dan […]

Translate »
expand_less