Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Atasi Ketimpangan, Kota Penyangga Jakarta Didorong Punya CBD

Atasi Ketimpangan, Kota Penyangga Jakarta Didorong Punya CBD

  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) menilai Jakarta telah menjadi metropolitan dan primate city yang perkembangannya terlalu dominan dibandingkan kota-kota lain di sekitarnya. Untuk itu, asosiasi para perencana kota tersebut mendorong agar di kawasan aglomerasi atau kota penyangga Jakarta dikembangkan pula kawasan pusat bisnis kedua atau second central business district (CBD).

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum IAP, Adriadi Dimastanto pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IAP di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Kamis (20/8).

Menurutnya, pengembangan second CBD ini harus dilakukan agar kota-kota penyangga Jakarta yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) tidak lagi terlalu tergantung kepada Jakarta, khususnya dalam hal lapangan pekerjaan. Selain itu, sebagai primate city Jakarta dinilai terlalu dominan dibanding kota lainnya dan jauh disparitasnya, sehingga menimbulkan ketimpangan.

“Sebagai contoh, ketimpangan anggaran antara Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Jakarta memiliki anggaran hingga Rp80 triliun, sedangkan Depok hanya sekitar Rp2 triliun – Rp3 triliun,” jelasnya.

Di sisi lain, kata Adriadi, apa yang terjadi di Jakarta berpengaruh besar terhadap kawasan di sekitarnya. Kondisi tersebut terjadi karena banyak masyarakat bekerja di Jakarta, tetapi tinggal di kota-kota sekitarnya.

“Saat ini Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang menampung beban Jakarta. Masyarakat bekerja di Jakarta, tinggal di Bodetabek,” ungkapnya.

Alhasil kondisi ini membuat perkembangan kota penyangga Jakarta semakin melebar secara sporadis atau urban sprawl. Sehingga diperlukan orientasi baru dalam pengembangan kawasan metropolitan. Dia mencontohkan, jika di Jakarta ada CBD-CBD, maka di setiap kota peyangga seharusnya juga ada CBD.

“Harusnya Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang itu menjadi second CBD. Dengan konsep ini, maka  masyarakat di Bodetabek tidak perlu pergi ke Jakarta setiap hari untuk bekerja atau memenuhi kebutuhan lainnya,” kata Adriadi.

Disebutkan, fasilitas seperti rumah sakit, sekolah, hingga layanan rekreasi perlu tersedia di kota-kota sekitar Jakarta tersebut. Selain tentunya setiap kabupaten/kota di Bodetabek juga mampu membuka lebih banyak lapangan pekerja bagi warganya.

iap

Ketua Umum IAP, Adriadi Dimastanto

Adriadi membandingkan konsep tersebut dengan kawasan Greater Tokyo di Jepang yang menjadikan Tokyo sebagai CBD utama, sedangkan kota di sekitarnya seperti Yokohama, Chiba, dan Kawasaki berkembang sebagai pusat-pusat kegiatan ekonomi lainnya.

“Kalau kita bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di ring luar ini, maka itu akan membuat warga tidak bergantung lagi kepada Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Ketua IAP Jakarta Meyriana Kesuma mengatakan, hampir seluruh wilayah di sekitar Jakarta telah berkembang pesat, namun persoalan utama saat ini adalah pemerataan pembangunan dan integrasi kawasan.

Selain itu, tingginya harga tanah juga membuat masyarakat, termasuk generasi muda, semakin sulit memiliki rumah di kawasan sekitar Jakarta.

“Pemerataan tidak hanya menyangkut hunian, tetapi juga harus diikuti dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di masing-masing wilayah. Kalau Tangerang sudah mahal tapi dia  tidak punya tadi pekerjaan, itu juga agak sulit kan. Jadi tetap harus ada pemerataan,” jelasnya.

Transportasi Publik

Adriadi menyatakan, pengembangan transportasi publik hingga wilayah yang lebih jauh dapat menjadi salah satu peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus membuka pilihan hunian bagi pekerja Jakarta.

“Dengan memperbanyak dan memperpanjang rute transportasi umum ini bisa menjadi peluang. Pertama, mengurangi ketergantungan pada kendaraan. Kedua, bisa menjadi solusi untuk rumah tinggal juga bagi para pekerja Jakarta,” ujarnya.

Dia mengingatkan perlu adanya kesiapan tata kota di wilayah yang menjadi pusat kedua tersebut agar pengembangan transportasi tidak justru memicu pertumbuhan permukiman secara sporadis.

IAP menilai, Dewan Kawasan Aglomerasi Jakarta yang tengah digodok diharapkan  menjadi solusi dalam mengintegrasikan tata kelola dan pembiayaan kawasan metropolitan. “Harapannya memang itu bisa menjadi solusi terutama dari sisi budgeting di kawasan metropolitan ini,” kata Adriadi.

Menurutnya, kota penyangga Jakarta menghadapi tantangan besar karena harus menanggung beban pertumbuhan kawasan metropolitan, tetapi memiliki keterbatasan dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, harus dipikirkan integrasi dari sisi tata kelola dan pembiayaan.

ICAPPS 2026

Selain menggelar Rakornas, IAP juga menggelar International Conference of Asia-Pacific Planning Societies (ICAPPS). Forum internasional ini mempertemukan perencana kota dari lima negara, yakni Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam, untuk merumuskan arah pembangunan kota masa depan.

Adriadi Dimastanto menegaskan, kegiatan ini fokus pada konsep next generation cities. Menurutnya, perencanaan kota saat ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola hidup masyarakat yang dipicu oleh perkembangan teknologi dan pergeseran karakter generasi. Sebuah kota, tegasnya, jangan direncanakan untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang menjawab karakter semua lapisan masyarakat.

“Seperti bagaimana disrupsi teknologi telah mengubah mobilitas dan cara masyarakat berinteraksi dengan ruang perkotaan, sehingga perencanaan harus diproyeksikan untuk 20 hingga 30 tahun ke depan,” pungkasnya. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTN

    Ekspansi BTN Ditopang Perbaikan Layanan dan Operasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus mengakselerasi transformasi bisnis guna memperkuat layanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital. Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk […]

  • kota global

    Tak Lagi Ibu Kota, Jakarta akan Menjadi Kota Global

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang kompetitif. “Ini menjadi acuan pembangunan Kota Jakarta 20 tahun ke depan. Khususnya, untuk membawa Jakarta menjadi pusat perdagangan, pusat kegiatan berbagai layanan jasa termasuk layanan jasa keuangan, serta kegiatan bisnis nasional, […]

  • kota ramah perempuan

    Perencanaan Kota Ramah Perempuan, Tanggung Jawab Siapa?

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Peran perempuan dan kehadirannya dalam menciptakan ruang perkotaan merupakan isu yang sering muncul dan mendorong terbentuknya teori “Kota yang Ramah Bagi Perempuan”. Untuk membangun kota ramah perempuan, tanggung jawabnya terletak di bahu pemerintah. “Kita berpikirnya begini, ini tanggung jawab negara. Tetapi, tanggung jawab negara harus bisa disinkronkan juga dengan kebutuhan masyarakat pemakai, tidak […]

  • Presiden Joko Widodo Nyatakan KTT G20 Tidak Boleh Gagal

    Presiden Joko Widodo Nyatakan KTT G20 Tidak Boleh Gagal

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa, 15 November 2022. Kepala Negara menekankan pentingnya KTT G20 dimana Indonesia sebagai tuan rumahnya harus menghasilkan sesuatu yang konkret bagi dunia. “Hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita. Apakah kita akan […]

  • Insentif properti, percepat pemulihan ekonomi (Foto: Istimewa)

    Realisasi Insentif PPN DTP Properti Baru Rp410 M

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi insentif Pajak Pertambahan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sektor properti terbilang masih sangat kecil dari target.  Sampai akhir Agustus 2021, realisasi insentif tersebut baru mencapai angka Rp 410 miliar. “Data Pagu Awal (masa insentif Maret-Agustus 2021 berdasarkan PMK 21) sekitar Rp4,62 triliun. Ada beberapa perubahan kemarin berdasarkan hasil rapat Pokja […]

  • Rusun subsidi

    MBR Perkotaan Bakal Diguyur Rusun Subsidi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih menggodok Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) PKP tentang harga jual unit rumah susun (rusun) subsidi. Beleid tersebut akan mengatur tentang kenaikan harga jual unit rusun subsidi untuk menggairahkan suplai dan permintaan hunian vertikal di wilayah perkotaan. “Rencana kenaikan harga jual unit rusun subsidi yang akan tertuang dalam Rapermen […]

Translate »
expand_less