Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Sejak 2010, KPR FLPP Jangkau 1,88 Juta MBR

Sejak 2010, KPR FLPP Jangkau 1,88 Juta MBR

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejak diluncurkan tahun 2010 hingga 2025, sebanyak 1,88 juta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah memanfaatkan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 185,87 triliun. Pembiayaan perumahan sepanjang kurun waktu tersebut sebagai bukti bahwa negara hadir dalam mewujudkan program penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Tahun 2010 penyaluran dana FLPP mencapai 7.959 unit rumah senilai Rp242,65 miliar. Menyusul tahun 2011 sebanyak 109.592 unit rumah (Rp3,69 triliun), tahun 2012 sebanyak 64.785 unit rumah (Rp2,59 triliun). Sedangkan tahun 2013 sebanyak 102.711 unit rumah juga telah disalurkan senilai Rp5,36 triliun.

Enam tahun setelahnya berturut-turut terjadi penurunan dari tahun 2013, yaitu tahun 2014 sebanyak 76.057 unit (Rp4,66 triliun), tahun 2015 sebanyak 76.488 unit rumah (Rp6,05 triliun), tahun 2016 sebanyak 58.469 unit rumah (Rp5,63 triliun), tahun 2017 sebanyak 23.763 unit rumah (Rp2,71 triliun). Realisasi penyaluran dana FLPP mulai naik lagi tahun 2018 sebanyak 57.939 unit rumah (Rp5,89 triliun), dan tahun 2019 sebanyak 77.835 unit rumah (Rp7,55 triliun).

Peningkatan penyaluran anggaran FLPP terlihat di tahun-tahun berikutnya. Tahun 2020 sebanyak 109.253 unit rumah (Rp11,23 triliun), tahun 2021 sebanyak 178.728 unit rumah senilai Rp19,58 triliun. Tahun 2022 telah tersalurkan dana FLPP sebanyak 226.000 unit rumah senilai Rp25,15 triliun. Diikuti tahun 2023 sebanyak 229.000 unit rumah (Rp26,32 triliun), tahun berikutnya sebanyak 200.300 unit rumah senilai Rp24,58 triliun dan tahun 2025 tersalurkan dana FLPP, tertinggi sepanjang Sejarah di level 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dan dukungan yang luar biasa dari 40 bank penyalur dan 8.113 pengembang yang berada di bawah 22 asosiasi pengembang perumahan yang tersebar 13.249 lokasi di seluruh Indonesia. 1,87 juta lebih MBR bukan lah angka yang kecil. Kami berharap tahun ini, kinerja akan semakin ditingkatkan sehingga semakin banyak MBR yang bisa menikmati fasilitas pembiayaan perumahan,” ujar Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugro, dalam keterangan persnya, Rabu, 14 Januari 2026.

Menilik pencapaian tahun 2025, penghasilan Rp3-5 juta mendominasi profil debitur hingga 147.269 orang dengan pilihan jangka waktu cicilan 10-15 tahun. Mayoritas penerima manfaat tertinggi bekerja di sektor swasta sebanyak 73,63% yang mencapai 205.330 unit rumah. “Kami melihat profil debitur ini tidak akan banyak berubah di tahun 2026. Keberhasilan realisasi 2025 turut didorong oleh kemudahan akses pembiayaan awal yang bergantung pada skema DP yang minim,”ungkap Heru.

Optimisme Target FLPP 2026

Sesuai Nota Keuangan Tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran KPR FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah. Saat ini DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) telah tersedia untuk dana FLPP sebanyak 285.000 unit rumah dengan total kebutuhan dana sebesar Rp36,6 triliun. Rinciannya, anggaran DIPA sebesar Rp25, 1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,2 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp4,6 triliun.

“Karena target hingga 350 ribu unit rumah ditetapkan pada awal tahun, maka tingkat pencapaiannya sangat besar. Para pelaku bisnis, baik 43 bank penyalur maupun seluruh pengembang jauh lebih siap dengan target yang ditetapkan. Semua target ini sudah kami tuangkan dalam perjanjian kerja sama yang sudah disepakati oleh semua pihak,” papar Komisioner BP Tapera.

Harga rusun subsidi

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho (kiri) (Foto: Oki Baren)

Tahun ini BP Tapera optimis dapat mencapai target dengan berbagai strategi peningkatan penyaluran dana FLPP. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan penyaluran dana FLPP untuk non formal sebesar 15%. “Jika tahun 2025 dalam perjanjian dengan bank penyalur hanya mengalokasikan 10% untuk non formal, namun tahun ini meningkat menjadi 15%. Sehingga diharapkan akan semakin banyak non formal yang akan menikmati pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan semakin merata di seluruh Indonesia. Hal ini akan semakin memperluas akses bagi ART, ojol, pedagang sayur dan profesi non formal lainnya dalam memiliki rumah layak huni,” ungkap Komisioner Heru.

Selain itu, BP Tapera juga menyiapkan diversifikasi produk berupa pengembangan skema program FLPP yang terdiri dari Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah. “Saat ini kami sedang menyiapkan aturan main dan peraturannya Badan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ditetapkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” pungkas Heru. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan proses pembayaran pengadaan tanah proyek Tol Yogyakarta – Solo pada seksi I Kartasura – Purwomartani telah mencapai 1.003 bidang tanah senilai Rp 1,15 triliun. Sedangkan total kebutuhan anggaran untuk pengadaan tanah mencapai Rp 17 triliun. “Progresnya bagus, tidak ada kendala. Anggaran dana yang sudah […]

  • Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi dengan Bank Dunia dalam pelaksanaan National Affordable Housing Program (NAHP). Program ini menjangkau sebanyak 263.520 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. “Proyek NAHP berhasil memenuhi sebagian besar indikator proyek dalam menyalurkan 30.422 subsidi KPR BP2BT untuk pemilik rumah pertama. Program ini […]

  • SiPetruk Masih Sosialisasi Hingga Semester Dua 2021

    SiPetruk Masih Sosialisasi Hingga Semester Dua 2021

    • calendar_month Sabtu, 2 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan akan memberlakukan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) pada paruh kedua tahun ini. Sedianya, sistem aplikasi yang bertujuan memastikan kelayakan rumah yang dibangun pengembang akan diterapkan per awal Januari 2021. “Selama enam bulan pertama tahun 2021 […]

  • PPN DTP

    Ikang Fawzi: Tren Pemulihan Sektor Properti Patut Dijaga!

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Melihat tren riset dan survei yang dilakukan sejumlah lembaga konsultasi properti dan property technology (proptech) sejak awal tahun lalu, sejumlah subsektor properti sudah menunjukkan tren pemulihan, meskipun belum seperti kondisi pra-pandemi. Tren arah pemulihan industri properti ini perlu tetap dijaga. “Mayoritas sudah menunjukkan pemulihan, meski dalam tren kecil. Sebut saja subsektor kawasan industri […]

  • Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

    Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pentingnya penyediaan rumah susun (rusun) untuk pekerja di kawasan industri. Ketersediaan fasilitas hunian ini bertujuan meningkatkan semangat dan produktivitas para pekerja yang bermuara pada kenaikan daya saing industri nasional. “Kita masih sangat membutuhkan ketersediaan rusun bagi pekerja. Pekerja di Indonesia perlu tinggal di hunian yang layak […]

  • Pariwisata Bangkit, Tren Kunjungan ke The Nusa Dua Bali Meningkat

    Pariwisata Bangkit, Tren Kunjungan ke The Nusa Dua Bali Meningkat

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tingkat kunjungan wisatawan selama semester I-2022 di kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menunjukkan tren meningkat. Kunjungan masih didominasi wisatawan domestik. Disebutkan, tingkat kunjungan mencapai 224.053 di semester I-2022 atau tumbuh 185% dari 78.720 orang pada semester I2-2021. Daerah Tujuan Wisata […]

Translate »
expand_less