Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Majalah REI Edisi Agustus 2020

Majalah REI Edisi Agustus 2020

  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sektor Properti Penggerak Ekonomi Bangsa

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Seperti “Diikat Tali Sehasa” yang berarti sedang dalam situasi (keadaan) yang benar-benar tidak berdaya atau sudah susah untuk bergerak. Mungkin peribahasa ini paling tepat disandangkan kepada kondisi industri properti nasional.

Dalam istilah Pak Budiarsa Sastrawinata, senior Realestat Indonesia (REI) yang juga Managing Director Ciputra Group, sekarang ini pengembang sudah banyak yang sesak nafas, sehingga sulit untuk teriak. Mungkin saja kalimat itu dianggap sekadar candaan, meski pernyataan itu bisa dibilang sebuah kenyataan yang saat ini terjadi di lapangan.

Merujuk data yang dilakukan REI, kelesuan pasar properti yang diperparah dengan pembatasan aktivitas orang telah membuat hampir seluruh subsektor properti mengalami koreksi. Okupansi hotel turun 90%, pengunjung mall anjlok 75%, okupansi perkantoran turun 74,6%, sedangkan penjualan properti komersial meluncur hingga 50%. Begitu pun kondisi pasar rumah subsidi, sudah sulit bernafas karena susah akad kredit.

Di era adaptasi kebiasaan baru (the new normal) penjualan pun belum terlihat akan melesat. Saat ini maksimal transaksi di new normal hanya 50% dari masa normal. Sulit sekali mengharapkan penjualan bisa seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, pengembang tetap saja harus memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan seperti masa normal antara lain untuk gaji karyawan, membayar bunga dan utang ke bank.

Betul, ini bukan mengada-ada atau istilah anak zaman sekarang lebay. Industri properti memang sudah masuk level emergency, atau SOS (tanda bahaya) dalam kode Morse internasional. Kalau tidak segera diselamatkan dengan kebijakan-kebijakan luarbiasa atau dalam istilah Presiden Jokowi “Extraordinary” maka nasib sektor properti sudah diujung tanduk.

Padahal, industri ini memiliki posisi strategis. Merujuk riset yang diadakan sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia, sektor properti bertautan langsung dengan hampir 175 sektor lain dari mulai produsen bahan material, pekerja konstruksi, hingga pedagang warung-warung makan. Tenaga kerja yang terlibat dalam industri properti bahkan diperkirakan mencapai 15% dari total penduduk Indonesia.

Nyatalah bahwa industri properti adalah lokomotif tangguh yang bisa menggerakkan perekonomian nasional. Semua kegiatan bisnis butuh properti, atau setidaknya menggunakan properti dalam aktivitasnya. Demikian juga, semua orang kini membutuhkan rumah. Fungsi rumah akan kembali menjadi kebutuhan pokok (primer) seperti halnya pangan. Sebab hampir semua aktivitas orang sekarang dilakukan dari rumah.

Jadi percayalah, sektor properti ini akan mampu menggerakkan ekonomi negara kita, bahkan di masa resesi sekali pun. Perputaran kembali roda industri padat karya ini akan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat, meningkatkan konsumsi masyarakat dan bukan tidak mungkin menyelamatkan Indonesia dari pertumbuhan ekonomi minus di masa resesi yang sudah di depan mata.

Sekali lagi, kita berharap pemerintah tidak lagi ragu-ragu dan bersungguh-sungguh untuk menyelamatkan industri properti yang akan berdampak besar pada perekonomian nasional secara keseluruhan. Pemerintah perlu memberikan kebijakan yang extraordinary secepat mungkin, sekarang juga!

Selain topik utama mengenai mendesaknya kebijakan extraordinary untuk menyelamatkan industri properti dari keambrukkan, kami juga ulas kembali perlunya penguatan sinergi dalam pelaksanaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) terlebih pentingnya menjaga hak-hak seluruh peserta tabungan tersebut. Jangan sampai salah kelola, atau melenceng dari tujuannya untuk pembiayaan perumahan.

Akhirnya, selamat membaca semoga membawa faedah bagi industri properti nasional yang sudah terbukti tangguh menopang perekonomian bangsa.

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi

Sumber Berita: http://rei.or.id/newrei/berita-majalah-rei–agustus-2020.html#ixzz75ZWH0Xo1
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

  • Penulis: adminpro

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank tanah

    Pemerintah Percepat Penyusunan Raperpres Badan Bank Tanah

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Struktur dan Penyelenggaraan Badan Bank Tanah. Percepatan Raperpres ini agar Badan Bank Tanah segera dapat bekerja pada tahun depan. Raperpres tersebut untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, sebagai turunan dari […]

  • Maret 2021, Kredit Perbankan Cetak Rekor Tertinggi

    Maret 2021, Kredit Perbankan Cetak Rekor Tertinggi

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kredit perbankan pada Maret 2021 tercatat tumbuh Rp 77,3 triliun (month to month/mtm). Angka ini menjadi rekor pertumbuhan tertinggi dalam 11 bulan terakhir. “Kredit perbankan sepanjang Maret 2021 (mtm) tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Kendati secara year on year (yoy), masih terkontraksi sebesar 3,77 persen,” demikian Deputi Komisioner Humas dan […]

  • Kuartal III-2023, Pendapatan dan Laba Metland Meningkat

    Kuartal III-2023, Pendapatan dan Laba Metland Meningkat

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland di kuartal III-2023 membukukan laba bersih sebesar Rp301 miliar atau naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp269 miliar. Sementara pendapatan usaha Metland pada kuartal III-2023 sebesar Rp1,28 triliun atau tumbuh sebesar 29% dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp995 miliar. “Laba perseroan meningkat […]

  • Ruang Belajar

    Ruang Belajar Angga Budi Kusuma Diminati Ribuan Developer

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Program Ruang Belajar gelombang pertama yang digagas Angga Budi Kusuma sukses digelar di Kantor Pesona Kahuripan Group, Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada Sabtu-Senin, 27-29 Desember 2025. Kegiatan berbagi ilmu bagi para pengembang rumah subsidi itu diserbu ribuan calon peserta. “Namun keterbatasan kapasitas tempat yang hanya dapat menampung sekitar 100 orang, sehingga kami terpaksa […]

  • BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

    BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang meradang sepanjang tahun 2022 berpotensi menaikkan harga jual rumah non subsidi. Pasalnya, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) memantik lonjakan bunga pinjaman korporasi. “Jika tahun lalu kenaikan indeks harga sekitar 4 persen, tahun ini akan ada kenaikan harga properti komersial yang cukup signifikan. Selain […]

  • Duh, Realisasi KPR Subsidi Terhambat Lagi, Ini Penyebabnya!

    Duh, Realisasi KPR Subsidi Terhambat Lagi, Ini Penyebabnya!

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyesalkan tidak adanya kepastian dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi pada 2021. Yang terkini, banyak masyarakat yang tidak dapat akad melakukan akad kredit KPR subsidi akibat belum siapnya Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Ketua Umum […]

Translate »
expand_less