Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Majalah REI Edisi April 2021

Majalah REI Edisi April 2021

  • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SiPetruk Sebaiknya Ditunda

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tampaknya sedang asyik mengeluarkan berbagai aplikasi sistem di bidang perumahan rakyat. Salah satunya yang sedang hangat dibincangkan adalah aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).

SiPetruk menurut rencana akan diberlakukan pada Juli 2021. Sebelumnya, selama enam bulan pertama tahun ini dijanjikan ada edukasi dan sosialisasi kepada pengembang secara optimal. Namun nyatanya, di lapangan hingga April ini belum terlihat adanya sosialisasi yang masif dari PPDPP atau Kementerian PUPR soal SiPetruk. Padahal saat ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan dan segera diikuti dengan libur Hari Raya Idul Fitri.

Banyak sekali pengembang di daerah yang mempertanyakan jadwal sosialisasi SiPetruk, bahkan sosialisasi secara nasional juga masih dipending. Laporan yang kami terima dari mayoritas Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) menyebutkan belum ada informasi apapun mengenai edukasi atau sosialisasi SiPetruk. Padahal waktu yang tersisa sebelum aplikasi ini diberlakukan tinggal dua bulan lagi.

Tentu kondisi ini sangat disayangkan, mengingat sosialiasi terhadap sebuah kebijakan apalagi aplikasi baru sangat mutlak. Belajar dari pengalaman penerapan aplikasi SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) yang sudah berjalan setahun, masih banyak pengembang rumah subsidi di daerah yang mengalami kendala sehingga otomatis tidak bisa realisasi.

REI dengan anggota yang mencapai lebih dari 6.000 perusahaan, dimana 80 persen diantaranya adalah pengembang rumah subsidi sebenarnya dapat memahami tujuan baik yang ingin dicapai lewat penerapan SiPetruk. Namun di tengah situasi seperti saat ini, dimana ruang pergerakan orang terbatas, pemberlakuan SiPetruk terlebih dengan situasi minim sosialisasi tampaknya waktu yang dipilih kurang tepat.

Kita setuju ada SiPetruk agar kualitas produk semakin terjamin. Tetapi perlu kajian bersama dan sosialisasi yang baik agar tidak terjadi dispute yang bisa merugikan kinerja pengembang. Alangkah lebih baik kalau SiPetruk ini bisa berjalan tetapi tidak dipaksakan tergesa-gesa tanpa memerhatikan kesiapan aplikasi dan pelaksananya (PPDPP). Apalagi sampai mengabaikan dan “mengorbankan” pengembang serta konsumen rumah subsidi.

Untuk itu, SiPetruk sepatutnya ditunda hingga cukup waktu dalam melakukan sosialisasi kepada pelaku pembangunan di lapangan, dan juga menyiapkan sistem IT-nya secara matang.

Kalau benar-benar ingin memperbaiki sebuah kondisi, bukan berarti kita harus “membunuh” bisnis tersebut. Memperbaiki itu sebenarnya menjaga yang sudah baik dapat terus berjalan, dan mengantarkan yang belum baik menjadi lebih baik seperti yang kita inginkan. Jangan sampai perbaikan itu justru membawa sebuah kerusakan.

Jadi sekali lagi, edukasi yang cukup dan optimal mengenai SiPetruk sangat penting untuk menyelamatkan industri perumahan rakyat ini. Tujuan yang baik, justru jangan sampai merusak sesuatu yang sudah baik. Ditunda untuk memaksimalkan capaian tentu lebih baik, dibandingkan memaksakan sesuatu dalam situasi sulit dan di tengah janji sosialisasi (edukasi) yang belum berjalan.

Terakhir, kami ingin mengingatkan kembali bahwa penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah kewajiban pemerintah. Hal itu merujuk kepada amanat UUD 1945 Pasal 28H ayat 1 dan Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Perumahan dan Kawasan permukiman (PKP). Pengembang swasta diminta membantu dan selama ini semaksimal mungkin sudah dilakukan.

Oleh karena itu, posisi pemerintah dan pengembang adalah kemitraan yang sejajar. Kita memiliki tujuan yang sama-sama mulia yakni bagaimana memastikan kelompok MBR ini bisa memiliki rumah secara layak. Jadi, permasalahan yang dihadapi pengembang, hambatan yang masih terjadi di lapangan, persoalan klasik yang masih berlangsung seperti rumitnya perizinan, lahan mahal, ketersediaan air dan listrik yang terbatas – seharusnya juga diperhatikan layaknya mitra kerja.

Pengembang swasta yang sudah membuktikan diri membantu pemerintah selama ini justru jangan dibiarkan semakin terpuruk, apalagi dengan sebuah aplikasi yang dipaksakan berlaku. Ada ruang komunikasi yang dapat dilakukan, karena sesungguhnya asosiasi khususnya REI memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah yang dibangun anggotanya. Ruang komunikasi itulah yang harus dibangun terus secara baik.

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi

Sumber Berita: http://rei.or.id/newrei/berita-majalah-rei–april-2021.html#ixzz75ZbWQnTs
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

  • Penulis: adminpro

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khawatir Konflik, Asosiasi Tak Dilibatkan di Forum Penataan Ruang

    Khawatir Konflik, Asosiasi Tak Dilibatkan di Forum Penataan Ruang

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Khawatir memicu konflik kepentingan, asosiasi pengguna aturan terkait penataan ruang direncanakan tidak akan dilibatkan secara langsung dalam Forum Penataan Ruang. Forum ini merupakan salah satu yang diamanatkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penataan Ruang, turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK). “Demi menghindari kemungkinan timbulnya conflict of interest, […]

  • Forwapera Talkshow

    Program 3 Juta Rumah Mustahil Terwujud Tanpa Kementerian Perumahan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan menunjuk kementerian khusus perumahan rakyat untuk menjalankan program 3 juta rumah. Hal itu penting apabila Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ingin menuntaskan angka kekurangan (backlog) melalui program 3 juta rumah. “Program ini mustahil berjalan tanpa desk khusus. Kita tahu bahwa banyak ketentuan dan regulasi di sektor perumahan yang selama ini […]

  • Amesta Living Surabaya Mulai Serah Terima Unit Rumah ke Konsumen

    Amesta Living Surabaya Mulai Serah Terima Unit Rumah ke Konsumen

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembangan kawasan terpadu Amesta Living Surabaya telah memulai proses serah unit-unit rumah kepada para konsumen pada Juni 2023. Proses serah terima ini berjalan sesuai jadwal yang direncanakan dan menjadi wujud komitmen atas kepercayaan konsumen yang telah berinvestasi di proyek tersebut sejak 2021. Proses serah terima unit-unit rumah ini dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap […]

  • IKN Harus Lebih Menarik bagi Investor

    IKN Harus Lebih Menarik bagi Investor

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Setidaknya diperlukan anggaran sebesar Rp466 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investor swasta, serta kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Pengembangan IKN tidak boleh lepas dari kota-kota yang sudah ada. Pada tahap awal, kebutuhan penduduk di […]

  • Buka Inacraft 2022, Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Kerajinan Lokal

    Buka Inacraft 2022, Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Kerajinan Lokal

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka perhelatan The 22nd Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022. Dalam sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai produk kerajinan dalam negeri. “Saya mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk produksi dalam negeri utamanya produk-produk kerajinan. Ini akan […]

  • IKN

    Jokowi Sumringah Kontribusi Investor Lokal di IKN Capai Rp3 T

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kontribusi dari investor Kalimantan Timur yang turut berperan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Nilai investasinya pun cukup besar, yaitu mencapai Rp3 triliun. “Saya sangat senang karena ada investor dari Kalimantan Timur, investor dari Balikpapan yang ikut berperan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara dan investasinya gede Rp3 […]

Translate »
expand_less