Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Majalah REI Edisi Juli 2022

Majalah REI Edisi Juli 2022

  • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Majalah REI Edisi Juli 2022

WASPADAI “LAMPU KUNING” INFLASI

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Ekonomi global sedang menghadapi lonjakan inflasi yang dipicu inflasi pangan akibat dampak perang Rusia dan Ukraina. Sejumlah negara sudah mengalami inflasi tinggi bahkan berisiko ke arah stagflasi.

Di Amerika Serikat (AS) misalnya, tingkat inflasi per Juni 2022 tercatat sebesar 8,6% (rekor tertinggi selama 41 tahun terakhir). Inflasi tinggi ini langsung direspon bank sentral AS The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,5% dan kabarnya akan terus dinaikkan di kisaran target 0,75% hingga 1%. Lompatan bunga kredit perbankan termasuk KPR pun sudah terjadi dan menekan pasar properti di AS.

Beberapa bank sentral di negara lain juga sudah menaikkan suku bunga acuan. Meski Bank Indonesia (BI) belum mengambil tindakan yang sama, namun bank sentral Indonesia itu menyatakan tetap mewaspadai tekanan inflasi. BI juga siap untuk menyesuaikan suku bunga jika nantinya terdapat tanda-tanda inflasi inti yang lebih tinggi lagi.

Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,5%.

Jika suku bunga acuan BI benar naik, maka dipastikan akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia termasuk sektor properti. Pasalnya, kenaikan bunga kredit termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) bakal memicu daya beli konsumen karena harga rumah menjadi semakin mahal. Selain itu, bunga pinjaman modal usaha yang juga akan naik.

Dampak lainnya, nilai tukar mata uang rupiah semakin tertekan. Efeknya terhubung dengan semakin melonjaknya harga bahan material properti berbasis impor seperti besi baja. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga sudah mengingatkan “bahaya” inflasi yang akan membuat masyarakat semakin sulit membeli rumah. Dia khawatir kenaikan suku bunga KPR mempelebar gap antara daya beli dan harga rumah.

Situasi ini menjadi lampu kuning dan warning (peringatan) bagi sektor properti terlebih pengembang untuk bersiap diri. Perlu upaya antisipasi serius dari pemerintah, bank sentral, otoritas jasa keuangan, perbankan dan asosiasi perusahaan properti untuk mencari solusi terbaik menghadapi ancaman inflasi, suku bunga kredit tinggi dan kenaikan pajak.

Di edisi ini kami juga turunkan topik penting lain berkaitan dengan dimulaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Agustus nanti. Ini patut diapresiasi karena banyak pihak awalnya meragukan megaproyek tersebut dapat terealisasi terlebih tahun depan sudah memasuki tahun politik. Begitu juga dengan pernyataan pemerintah yang akan membuka keran investasi untuk swasta patut diapresiasi.

Tetapi, investasi swasta terlebih properti sulit dilakukan tanpa ada kepastian hukum. Hal itu dimengerti karena investasi swasta menggunakan dana non-APBN yang resikonya harus mereka tanggung sendiri. Karenanya, semua resiko harus terukur dengan pasti.

Untuk itu, otoritas IKN perlu memberi informasi jelas kepada swasta tentang apa saja yang akan dibangun, kepastian lahan, transparansi tata ruang dan jaminan politik bahwa IKN akan tetap berjalan meski nantinya pemerintahan berganti.

Nuansa bisnis ini yang sekarang dinanti-nanti swasta sebelum mau masuk berinvestasi di IKN. Artinya, bagi swasta nuansa bisnisnya harus lebih terang dibanding nuansa politiknya. Inilah syarat wajib yang sedang ditunggu dan dilihat pengusaha swasta.

Pembaca yang budiman, di sisi lain saat ini pembangunan perumahan khususnya rumah bersubsidi juga sedang tidak baik-baik saja. Itulah mengapa pemberitaan kami selalu bernada kencang bahkan terkesan penuh keluh-kesah. Padahal, kenyataan di lapangan memang seperti itu dan fakta apa adanya.

Selagi masih ada hambatan di lapangan, maka sepanjang itu pula kami tetap akan menyuarakan aspirasi pengembang anggota REI.

Kepada pemerintah, selaku mitra yang sangat serius membantu tanggungjawab negara dalam penyediaan rumahrakyat kami pengembang swasta tidak menuntut diistimewakan tetapi selayaknya diperhatikan lebih serius. Bagaimana pun, swasta telah membuktikan diri sebagai pemain utama dalam memasok hunian bagi masyarakat dan mengurangi angka backlog.

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi

Majalah REI Edisi Juli 2022

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Homestay di Mandalika

    Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Homestay di Mandalika

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) atau homestay yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sekitar Sirkuit MotoGP Mandalika. Adanya pembangunan homestay tersebut diharapkan mampu mendukung gelaran ajang MotoGP sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita juga ingin agar Mandalika ini tidak hanya urusan balap […]

  • Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kolaborasi Tangani Kawasan Kumuh Perkotaan

    Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kolaborasi Tangani Kawasan Kumuh Perkotaan

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan kawasan perkotaan di Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan dan kumuh. Pemerintah berkomitmen mewujudkan kolaborasi dan pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kawasan kumuh di perkotaan. “Pembangunan perkotaan di Indonesia masih banyak berhadap dengan tantangan terkait kemiskinan dan kekumuhan. Satu dari 10 penduduk Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Kolaborasi dari multi sektor […]

  • Latinos Business District (Foto: Dok Sinar Mas Land)

    Sinar Mas Land Hadirkan Latinos Business District

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land melalui Bumi Serpong Damai (BSD) City memperkenalkan Latinos Business District yang berada di Kawasan Timur BSD City. Produk properti ini memiliki desain multifungsi dan fleksibel dengan memaksimalkan ruang bisnis yang memiliki nilai tambah untuk dijadikan tempat tinggal yang nyaman. Produk komersial ini mengusung konsep boutique small office home office (Boutique SOHO) […]

  • industri properti

    Intip Guncangan Pemilu 2024 Terhadap Industri Properti

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Suasana ketidakpastian umumnya akan menghantui para pelaku bisnis, termasuk di industri properti seiring dengan makin dekatnya proses pemilihan umum (Pemilu). Terutama dengan meluasnya berita yang menimbulkan perdebatan di antara partai politik, rencana kebijakan dan komitmen ke depan dari masing-masing calon presiden. Ditambah lagi, kekhawatiran atas ketidakpastian menjelang pemilihan juga dapat berdampak terhadap pasar […]

  • Pakar Properti Apresiasi Program Perumahan Para Capres

    Pakar Properti Apresiasi Program Perumahan Para Capres

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pakar Properti Nasional, Panangian Simanungkalit mengapresiasi program perumahan dari ketiga pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing di pemilihan presiden dan wakil presiden pada 14 Februari 2024. Menurutnya, ketiga pasangan capres-cawapres telah memastikan program perumahan masuk menjadi salah satu visi-misi prioritas yang akan diusung pada pemerintahan mendatang. Hal […]

  • Ini Usulan REI Soal Tapera

    Ini Usulan REI Soal Tapera

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta –  Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) segera beroperasi pada Januari tahun depan. Agar kepesertaan BP Tapera lebih meluas, maka penarikan iuran bagi peserta Tapera bisa didapat sebagian dari iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu ada. “Tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) BP Tapera ini mirip […]

Translate »
expand_less