Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Majalah REI Edisi Oktober 2022

Majalah REI Edisi Oktober 2022

  • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

IS NOW A GOOD TIME TO BUY!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Di tengah situasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, industri properti justru mendapat hantaman yang bertubi-tubi di pengujung tahun ini. Bagaimana tidak, ancaman inflasi yang segera diikuti kenaikan suku bunga kredit properti kini sudah di depan mata.

Ini menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25% pada September lalu. Kenaikan bunga acuan bank sentral itu diprediksi akan mendorong kenaikan suku bunga kredit properti baik itu kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit konstruksi (modal kerja) yang kemungkinan akan terjadi di kuartal I atau kuartal II tahun depan.

Kenaikan suku bunga KPR dan KPA sudah pasti akan memengaruhi pasar hunian, terlebih jika inflasi terus merangsek naik. Hal itu mengingat mayoritas pembeli hunian saat ini adalah end user atau first home buyer yang sangat mengandalkan kredit bank untuk membeli rumah. Bunga kredit tinggi lazimnya akan memaksa calon konsumen untuk menunda pembelian guna menghindari tingginya cicilan KPR atau KPA.

Tidak hanya potensi penurunan penjualan, kenaikan suku bunga acuan BI dan bunga kredit bank juga cukup memukul pengembang karena beban bunga kredit konstruksi yang ditanggung developer atau kontraktor dipastikan bertambah.

Padahal, saat ini pengembang sedang menghadapi dampak kenaikan harga bahan material pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Masalahnya, penambahan beban biaya konstruksi yang cukup signifikan itu menjadi buah simalakama, karena pengembang tidak bisa serta merta mengoreksi harga jual. Jika dinaikkan, resikonya daya beli dan keterjangkauan masyarakat semakin berkurang. Sementara di sisi lain, biaya konstruksi dan cost funding developer membengkak.

Begitu pun, dilema ini bukan tanpa peluang. Inovasi dan kolaborasi pasti akan dilakukan pengembang dan perbankan untuk memberikan banyak kemudahan kepada calon pembeli, baik itu skim pembiayaan seperti bunga rendah atau bunga tetap (fixed rate) maupun promo menarik dari pengembang. Terlebih di akhir tahun, banyak kemudahan menarik ditawarkan kepada konsumen.

Kesempatan ini harus dimanfaatkan calon pembeli, karena jarang terjadi dimana semua stakeholder properti kompak seperti sekarang ini untuk memacu penjualan, Apalagi, harga dan bunga KPR atau KPA saat ini masih di posisi terbaiknya, sebelum nanti terkoreksi di 2023. Is now a good time to buy!

Bagi pengembang, situasi ini menuntut kita untuk tetap bersemangat. Ayo kita siapkan produk properti terbaik yang sesuai kebutuhan pasar dan karakteristik lokasi masing-masing, Jangan berhenti berinovasi seperti melakukan downsizing luas bangunan atau membangun hunian yang compact untuk menekan harga jual, Selain kemudahan pembayaran dan promo menarik untuk meningkatkan minat masyarakat membeli properti.

Terakhir, kepada pemerintah kita berharap terus memberi dukungan agar sektor industri bisa bangkit kembali. Salah satunya dengan melanjutkan stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) setidaknya sampai akhir 2022. PPN DTP selama dua tahun terakhir ini sudah terbukti nyata membantu penjualan hunian.

Harapan ini sejalan dengan perjuangan Realestat Indonesia (REI) yang tetap berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan perpanjangan insentif PPN DTP. REI meyakini PPN DTP masih sangat dibutuhkan masyarakat apalagi di tengah kondisi penurunan daya beli dan suku bunga KPR yang berpotensi naik.

Dibalik segala ‘ancaman’ dan apapun yang terjadi kita harus selalu mendapatkan celah dan peluang!. Tetap bergerak, tetap berkarya, beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi. Mari kita jaga terus arah pemulihan sektor properti ini agar tetap di rel yang benar.

 

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi

Majalag REI

 

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamenkeu: UU P2SK Dukung Reformasi Sektor Lain

    Wamenkeu: UU P2SK Dukung Reformasi Sektor Lain

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Terbitnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sebagai upaya reformasi sektor keuangan diharapkan dapat mendukung reformasi di sektor lainnya. Antara lain UU Cipta Kerja, UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, dan UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. UU P2SK tidak berdiri sendiri, melainkan sebagai serangkaian reformasi di Indonesia. Beleid ini menjadi satu kesatuan […]

  • sektor real estat

    Duh! Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Real Estat Turun 21 Ribu Orang

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan bahwa tenaga kerja yang terserap pada lapangan usaha real estat turun 21 ribu orang pada periode Februari 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah lesunya penjualan dan sewa sektor real estat di periode tersebut. “Sementara itu yang ketiga yang juga mengalami penurunan adalah […]

  • Trilogi Stok BP Tapera

    Trilogi Stok, BP Tapera Pastikan Rumah Subsidi Siap Huni

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pelaksana Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menerbitkan Trilogi Stok untuk memastikan rumah bersubsidi yang dibeli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) siap dan layak huni. Trilogi Stok adalah rangkaian kegiatan yang wajib dilakukan oleh pengembang, bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), dan calon pembeli rumah subsidi. “Melalui Trilogi Stok […]

  • realisasi penyaluran KPR flpp mencapai 190.335 unit.

    Peraturan Pelaksana UU CK tentang Perizinan Tetap Berlaku

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menyatakan Peraturan Pelaksana Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) tentang Perizinan, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah tetap berlaku. “Terkait dengan seluruh pasal-pasal sesuai dengan amanat MK itu tetap berlaku termasuk PP No.5 […]

  • Pengembangan BSD City Bakal Diadopsi di IKN

    Pengembangan BSD City Bakal Diadopsi di IKN

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • 0Komentar

    Banten – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan perumahan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Konsep pengembangan Bumi Serpong Damai (BSD) City menjadi bahan pertimbangan untuk diadopsi di IKN. “Kami beserta tim yang tergabung dalam penyusunan perencanaan perumahan di IKN melakukan studi banding ke Sinar […]

  • BTN Housingpreneur

    Dukung Inovasi Bisnis Perumahan, BTN Gelar Kompetisi Housingpreneur

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggelar ajang kompetisi ide, keterampilan, dan bisnis di bidang perumahan bertajuk BTN Housingpreneur. Ajang tersebut digelar untuk mendorong inovasi di sektor perumahan dengan mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Direktur Distribution & Institutional Funding BTN Jasmin mengatakan, BTN sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara memiliki tanggung jawab […]

Translate »
expand_less