Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Majalah REI Edisi September 2022

Majalah REI Edisi September 2022

  • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Majalah REI Edisi September 2022

Tekad untuk Lebih Baik

 

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Jika kita melihat tren riset dan survei yang dilakukan lembaga konsultasi properti dan property tech-nology (proptech) sejak awal tahun ini, sejumlah subsektor properti sudah menunjukkan tren pe-mulihan, meski belum seperti pra-pandemi. Setidaknya, sektor properti mulai ke arah perbaikan.

Sebut saja subsektor kawasan industri yang justru mampu bertahan dan bertumbuh sejak masa pandemi hingga saat ini. Bahkan, subsektor kawasan industri menjadi best performer di sektor pro-perti dalam dua tahun terakhir ini.

Di semester I-2022 lalu, transaksi di kawasan industri tercatat meningkat dibandingkan periode serupa tahun 2021. Dimana total penjualan sektor kawasan industri tercatat 67,25% dengan total luasan lahan yang terserap di Jabodetabek sekitar 133 hektar. Stok lahan di kawasan industri juga terus bertambah.

Subsektor ritel di semester I-2022 juga semakin membaik didorong pelonggaran aturan pandemi berimplikasi positif terhadap dinamika aktivitas peritel. Kolaborasi digital menjadi strategi yang saat ini diterapkan para peritel untuk mendukung kegiatan belanja.

Di subsektor residensial, permintaan terhadap rumah tapak (landed house) tetap ada bahkan menja-di andalan bagi sektor properti nasional termasuk selama masa pandemi Covid-19. Meski terbatas, namun permintaan dan harga rumah terus menunjukkan tren kenaikan secara kuartalan.

Begitu pun, tidak semua jenis subsektor residensial sebaik rumah tapak. Pasar hunian vertikal atau apartemen termasuk yang paling terdampak selama pandemi, sehingga permintaannya masih tertahan. Meski penjualan lesu, namun pengembang tetap membangun proyek baru yang memperlihatkan optimisme pasar.

Sejumlah lembaga riset mengungkapkan permintaan unit apartemen atau kondominium di Jakarta selama semester I-2022 masih stagnan. Hal itu diperparah dengan masih tingginya stok apartemen di pasar sehingga menekan harga jual. Penyerapan penjualan tercatat tidak jauh berbeda dibanding dua tahun terakhir selama masa pandemi.

Optimisme

Namun, optimisme pasti selalu ada. Konsultan riset properti Knight Frank Indonesia menyebut performa pasar apartemen tetap memperlihatkan tren positif. Bahkan di Asia Pasifik, permintaan aparte-men di Jakarta diprediksikan menjadi salah satu yang paling optimistis di 2022. Hal itu terlihat dari indikasi pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan inisiatif pengembang untuk melanjutkan proyek yang tertunda.

Ada harapan di tahun ini akan terjadi turning point (titik balik) kebangkitan subsektor residensial termasuk apartemen. Tapi tentunya, semua pemangku kepentingan (stakeholder) baik pelaku usaha dan pemerintah perlu kompak dan bersatu terus untuk menjaga arah pemulihan sektor properti ini.

Dari sisi regulasi, kita berharap pemerintah tetap memberlakukan kebijakan yang pro-pasar dan pro-konsumen, salah satunya dengan memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang berakhir di akhir September 2022 nanti. Stimulus ini sudah terbukti efektif dalam membantu daya beli konsumen.

Pemerintah juga diharapkan membenahi sistem pengelolaan rumah susun (rusun) atau yang hing-ga kini masih belum jelas dan berpotensi besar menimbulkan banyak konflik kepentingan. Hal ini perlu dicarikan solusinya segera sehingga pasar apartemen menjadi lebih menarik.

Berkaitan dengan rumah bersubsidi, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tentu membuat pengem-bang semakin berat karena biaya produksi (cost of production) barang material akan terus meningkat. Sementara harga baru subsidi yang dinanti-nanti selama tiga tahun ini tidak juga diumumkan peme-rintah.

Ini tentu menjadi sebuah dilema. Di tengah situasi terjepit itu, tidak heran jika banyak sekali desakan dari pengembang daerah. Sebagian bahkan berniat untuk meninggalkan pembangunan rumah subsidi dan beralih ke komersial. Tidak saja karena alasan harga baru, tetapi juga karena perizinan yang semakin rumit terlebih terkait PBG dan LSD.

Sejumlah ide juga mengemuka seperti diungkap DPD REI Aceh yang mengusulkan agar suku bunga rumah bagi MBR ada yang sebesar 7% (sedikit di atas bunga rumah subsidi sekarang sebesar 5%) namun luasan bangunannya bisa lebih besar dari rumah subsidi. Sementara harga jual diserahkan ke mekanisme pasar, namun diberi ambang batas tertinggi.

Ide ini sangat logis dan mungkin bisa dipertimbangkan pemerintah. Masukan yang bersifat bottom up seperti ini patut direspon, sehingga daerah-daerah lain juga diharapkan ikut aktif memberikan masu-kan atau melakukan kajian internal. Kita memang harus tetap solid dan berusaha terus dengan cara-cara yang tidak biasa tetapi luarbiasa. Sekali lagi, demi menjaga arah pemulihan ini tetap on the right track.

Tetap semangat kawan-kawan!

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi

Majalah REI

 

 

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Mengecat Tembok Rumah Bak Profesional

    Tips Mengecat Tembok Rumah Bak Profesional

    • calendar_month Minggu, 9 Mei 2021
    • 0Komentar

    IDUL Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah akan segera datang. Tidak ada salahnya Sobat iPro untuk mempercantik rumah dengan sedikit sentuhan. Renovasi rumah yang biasa dilakukan jelang lebaran adalah mengecat tembok rumah agar kembali tampak baru. Sobat iPro dapat menggunakan jasa tukang profesional untuk melakukan pengecatan. Hasilnya tentu akan lebih memuaskan. Namun, jangan lupa, dengan memakai […]

  • properti bali oxo group

    Pariwisata dan Investasi Asing Pesat, Properti Bali Cerah di 2025

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar properti Bali diproyeksikan akan terus berkembang pesat, baik untuk subsektor hunian maupun komersial. Salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan bisnis properti di Pulau Dewata adalah industri pariwisata yang semakin pesat. Pengembang optimistis kombinasi antara pariwisata yang berkembang dan peningkatan investasi asing akan terus memacu pertumbuhan harga properti di Bali. Founder & CEO […]

  • Presiden Jamin Hadirnya Fasilitas Pendidikan Jadi Magnet Investasi IKN

    Presiden Jamin Hadirnya Fasilitas Pendidikan Jadi Magnet Investasi IKN

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • 0Komentar

    Nusantara – Kehadiran fasilitas pendidikan menjadi magnet penarik investasi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat meresmikan pembangunan Sekolah Islam Terpadu Al Azhar Summarecon Nusantara, di IKN, Selasa, 4 Juni 2024. “Saya sangat menyambut baik peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon di Nusantara. […]

  • uji kompetensi profesi agen properti

    LSP Area Indonesia Targetkan Seluruh Agen Properti Bersertifikat

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memberikan lisensi untuk pelaksanaan sertifikasi jarak jauh (SJJ) kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Area Indonesia yang resmi ditunjuk untuk melakukan uji kompetensi profesi agen/broker properti. Langkah ini diambil guna melindungi profesi ini serta upaya peningkatan kualitas agen properti sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar properti yang semakin […]

  • Bali Masih Jadi Tempat Investasi Properti Pariwisata Paling Diminati

    Bali Masih Jadi Tempat Investasi Properti Pariwisata Paling Diminati

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia sukses menggelar International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta dari tanggal 5-6 Juni 2024. Forum ini mempertemukan para politisi, pengembang, dan investor dari seluruh dunia untuk membahas strategi investasi dan rencana pengembangan realestat ke depan, khususnya di Pulau Bali. Terlebih, […]

  • Pemerintah Akselerasi Penerapan Smart Eco Industrial Park

    Pemerintah Akselerasi Penerapan Smart Eco Industrial Park

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kawasan industri sebagai pendukung pertumbuhan sektor industri serta berkontribusi pada peningkatan investasi. Untuk mengakselerasi pengembangan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan industri, Kemenperin mengambil langkah-langkah seperti akselerasi penerapan Smart Eco Industrial Park atau yang disebut kawasan industri generasi keempat. “Jumlah kawasan industri yang beroperasi di Indonesia hingga Juli 2022 adalah […]

Translate »
expand_less