OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK, Kebut Program 3 Juta Rumah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- print Cetak

OJK meluncurkan Optimalisasi SLIK. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk Mendukung Akses Pembiayaan UMKM dan Percepatan Program 3 Juta Rumah. SLIK membantu Lembaga Jasa Keuangan mengurangi informasi asimetrik, memperkuat manajemen risiko, dan mendukung keputusan kredit maupun pembiayaan yang lebih tepat serta bertanggung jawab.
“Kondisi ini memberikan ruang bagi sektor jasa keuangan untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di dalamnya percepatan program 3 juta rumah dan pengembangan UMKM,” jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Lebih jauh Friderica menjelaskan, pertumbuhan kredit perumahan tercatat naik 4,99% year-on-year. Salah satu yang mendorong penyaluran kredit perumahan adalah program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.
“Untuk mendorong fungsi intermediasi, OJK menyediakan infrastruktur informasi kredit melalui sistem layanan informasi keuangan atau SLIK. Penyempurnaan infrastruktur informasi kredit yang dilakukan melalui SLIK punya tujuan yang besar dan mulia, yaitu peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan kepada masyarakat secara berkualitas dan tepat sasaran sehingga turut menopang terjaganya stabilitas sektor keuangan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi terhadap OJK terkait Optimalisasi SLIK. Langkah besar ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi MBR untuk mengakses pembiayaan, termasuk untuk memiliki rumah subsidi.
“Kerja sangat luar biasa bersama jajaran komisioner OJK. Untuk memberikan kesempatan bagi rakyat MBR yang diberikan kesempatan untuk mengakses, mendapat rumah subsidi. Dan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk program 3 juta rumah,” jelasnya.
Sejatinya, optimalisasi SLIK telah berlangsung sejak Rabu, 1 Juli 2026 lalu telah siap 100% dijalankan. Optimalisasi SLIK yang diluncurkan diarahkan untuk mencapai empat tujuan utama yang saling menguatkan. Pertama, mendukung program pembangunan ekonomi nasional, salah satunya dengan memperluas akses pembiayaan khususnya bagi UMKM. Kedua, mempercepat keterkinian data melalui percepatan pelaporan kredit dan pembiayaan lunas sehingga informasi pada SLIK menjadi lebih mutahir.
Ketiga, meminimalisir potensi pengaduan masyarakat maupun debitur atas fasilitas yang telah lunas namun belum diperbarui. Keempat, memperkuat ekosistem keuangan melalui kredit reporting system yang lebih kredibel, guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen.
“Dalam hal ini sekali lagi saya tegaskan Pak Menteri dan juga seluruh Bapak-Ibu semua bahwa SLIK ini bukan satu-satunya penentu persetujuan kredit atau pembiayaan,” tegas Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica.
Penyempurnaan SLIK
OJK melakukan penyempurnaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) melalui dua perubahan utama. Pertama, mempercepat pelaporan data kredit atau pembiayaan yang telah lunas agar informasi debitur selalu mutakhir. Langkah ini memudahkan masyarakat yang telah melunasi kewajibannya memperoleh penilaian kredit yang sesuai dengan kondisi terkini, sekaligus membantu lembaga jasa keuangan mengambil keputusan pembiayaan secara lebih akurat.
Kedua, OJK menyesuaikan cakupan informasi debitur yang ditampilkan di layanan ini dengan memfokuskan pada kredit berplafon awal di atas Rp1 juta secara kumulatif berdasarkan nomor identitas debitur. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada sekitar 18 juta debitur yang memiliki akumulasi kredit di bawah Rp1 juta.
Optimalisasi SLIK juga diarahkan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan data debitur yang lebih relevan dan terkini. Dengan demikian, proses penilaian pembiayaan perumahan, termasuk KPR bersubsidi, diharapkan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
