Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Banyak Masyarakat Gagal KPR Akibat Pinjol, OJK Tanggapi Keluhan Pengembang

Banyak Masyarakat Gagal KPR Akibat Pinjol, OJK Tanggapi Keluhan Pengembang

  • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator perbankan dan industri keuangan turut mendukung upaya mewujudkan program 3 juta rumah. Salah satunya menyelesaikan masalah yang dikeluhkan para pengembang mengenai kesulitan calon debitur mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama KPR Subsidi, karena memiliki utang macet di pinjaman online atau pinjol.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae memastikan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang hapus tagih kredit macet di bank BUMN akan membantu menyelesaikan masalah yang dikeluhkan pengembang. Hal itu berkaitan dengan banyaknya calon debitur KPR Subsidi yang kesulitan mendapat persetujuan akibat jeratan pinjaman online.

“Kalau dihapus tagih, maka otomatis (kredit macet) para petani dan nelayan yang tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK akan terhapus bersih. Ini akan membantu mereka untuk mengajukan kredit termasuk kredit perumahan,” ujar Dian pada dialog interaktif  bertajuk “Program 3 Juta Rumah, Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” di Jakarta, Jumat (29/11).

Sebelumnya, Realestat Indonesia (REI) pernah menyoroti banyaknya kasus gagal bayar pinjaman online yang dampaknya menyebabkan sekitar 40% pengajuan KPR termasuk KPR bersubsidi yang ditolak oleh bank karena skor kredit mereka kurang baik. Hal itu membuat banyak masyarakat terhambat mendapatkan KPR dan kehilangan kesempatan untuk memiliki rumah idamannya.

“Padahal, rumah adalah tempat awal bagi keluarga untuk mendidik anak-anak mereka,” tegas Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto kepada wartawan.

Asosiasi itu meminta OJK untuk menerapkan aturan ketat yang sama kepada seluruh perusahaan pinjol atau fintech lending seperti prosedur dan batasan suku bunga seperti yang berlaku di perbankan, karena produk akhirnya sama yakni kredit pinjaman. Selain itu, Joko Suranto berharap OJK juga melakukan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat terkait potensi masalah yang dapat mereka alami jika tidak dapat memenuhi kewajiban pinjol-nya.

“Harus ada edukasi yang serius, karena begitu mereka bermasalah dengan pinjaman online, maka dampak kewajibannya akan dahsyat karena bunga pinjaman bisa mencapai 116 persen per tahun, dan juga menimbulkan kesulitan pada akses pembiayaan mereka ke perbankan seperti untuk modal usaha atau kredit pemilikan rumah (KPR),” tegas CEO Buana Kassiti Group itu.

Di sisi lain, REI menyebutkan bahwa saat seseorang terjerat pinjaman online lalu mau melunasi utang tersebut belum tentu data mereka di SLIK sudah terhapus. Sebab, data tersebut belum memiliki tempo yang valid kapan dibersihkannya. Ada pula kasus dimana saat masyarakat hendak melunasi utangnya, namun perusahaan pinjol-nya sudah tutup atau ditutup. Kondisi ini menjadi persoalan karena masyarakat tidak tahu cara melunasi dan membersihkan data utangnya di SLIK OJK.

“Kami sudah pernah menyampaikan usulan kepada OJK untuk merapikan riwayat keuangan masyarakat dengan kriteria tertentu. Misalnya, SLIK atau riwayat konsumen yang sudah dua tahun atau sudah selesai permasalahannya agar cepat bisa dikoreksi,” jelasnya.

Tuntaskan Kemiskinan

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan program 3 juta rumah dilandasi keprihatinan Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat terbawah di Indonesia, yakni mereka yang tidak memiliki rumah karena kondisi ekonomi yang sangat lemah, sehingga terpaksa tinggal di pemukiman kumuh di perkotaan, menggelandang, atau tinggal di rumah yang tidak layak huni.

“Misinya bukan hanya untuk membangun rumah, tetapi memberantas kemiskinan. Indonesia akan mencapai 100 tahun kemerdekaan, tapi masih banyak rumah yang tidak memiliki fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK), sehingga orang buang air di sungai. Kami sebagai pejabat datang dan pergi, waktu yang kami punya itu singkat, sehingga kami tidak ingin main-main ketika mendapat mandat dari rakyat,” tutur Fahri pada dialog interaktif yang sama. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

    Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Industri properti terutama di sektor perumahan akan semakin membaik di era pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Sinyal-sinyal melesatnya sektor properti sangat terasa, didukung berbagai indikator yang mendukung booming properti di tahun 2025 sampai 2029 mendatang. Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit mengatakan sejumlah indikator yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023, 2024 […]

  • REI Tanam Seribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai

    REI Tanam Seribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • 0Komentar

    Denpasar – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali melaksanakan penanaman pohon. Kali ini, REI menanam seribu pohon mangrove jenis bakau kurap (Rhizophora mucronata) di area Konservasi Bakau Wantilan, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pura Dalam Penataran Suwung, Bali, Selasa, 21 Mei 2024. Ketua Umum REI Joko Suranto menyampaikan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan […]

  • Pembeli Hunian Pertama di Melbourne Dapat Diskon Pajak 50%

    Pembeli Hunian Pertama di Melbourne Dapat Diskon Pajak 50%

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, mengeluarkan kebijakan khusus bagi para pembeli hunian pertama (first home buyers) termasuk para pembeli dari luar negeri. Pemerintah Victoria memberikan potongan pajak hingga 50% untuk stamp duty para first home buyers untuk proyek hunian off-the-plan hingga Juli 2022. Hal ini tentu saja membuat sektor properti di negara bagian […]

  • Tingkatkan SDM, PLN Gandeng 5 Universitas Top Dunia

    Tingkatkan SDM, PLN Gandeng 5 Universitas Top Dunia

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT PLN (Persero) berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perusahaan sebagai modal utama dalam menempuh transisi energi di Indonesia. Salah satunya melalui kerja sama program capacity building dengan kampus terbaik dan industri energi terkemuka di Australia dan New Zealand. “Kami berharap melalui kerja sama ini kompetensi pegawai dan IT PLN meningkat secara signifikan […]

  • Wow! Inggris Terapkan Aturan Leasehold 990 Tahun

    Wow! Inggris Terapkan Aturan Leasehold 990 Tahun

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Inggris telah melaksanakan reformasi peraturan properti terbesar selama 40 tahun, dengan memperpanjang leasehold (atau yang dikenal di Indonesia sebagai Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, atau Hak Pakai) dari maksimal 99 tahun menjadi 990 tahun tanpa biaya ‘sewa’. Ada dua perbedaan status kepemilikan atas properti, yakni pemegang freehold memiliki tanah serta bangunannya. Sedangkan, […]

  • Kuota FLPP Diprediksi Habis Agustus 2021

    Kuota FLPP Diprediksi Habis Agustus 2021

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kuota kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 157.500 unit tahun 2021 diperkirakan habis pada Agustus 2021. Hal ini mengacu rerata penyaluran KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak kurang dari 20 ribu unit per bulan. Asumsi bakal kuota KPR FLPP bakal segera habis paling lambat Agustus 2021 […]

Translate »
expand_less