Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Optimisme Sektor Properti Harus Tetap Terjaga

Optimisme Sektor Properti Harus Tetap Terjaga

  • account_circle Sandiyu nuryono
  • calendar_month Sab, 18 Des 2021

Jakarta – Mendekati tahun 2022 yang tinggal menghitung hari, optimisme pelaku usaha terhadap pertumbuhan sektor properti tetap terjaga. Proyeksi pertumbuhan ekonomi di angka 4 persen hingga 5 persen di 2022 menjadi salah satu indikator munculnya optimisme tersebut.

“Optimisme ini harus terus dijaga. Prediksi economic growth kita seperti yang disampaikan sekitar 4 persen sampai 5 persen. Dan memang di tahun 2020, kami melihat ternyata masih ada sales yang cukup signifikan di masa ekonomi makro kita terkena kontraksi yang cukup serius,” jelas Chairman Sekolah Properti Muhammadiyah, Ahmad Syauqi Soeratno dalam diskusi secara daring bertajuk Indonesia Property Outlook 2022, Jumat, 18 Desember 2021.

Ahmad berharap optimisme ini kan terus terjaga tidak hanya di subsektor properti residensial. Tetapi juga di subsektor properti lainnya turut merangkak naik, termasuk di subsektor komersial.

“Ada insentif dari government yang sedikit banyak juga membantu para pengusaha properti. Dan insentif ini akan terus berjalan. Ada beberapa insentif akan selesai 2022 dan mungkin akan di-review lagi oleh pemerintah. Dari sisi policy sudah mulai ada dorongan dan dari sisi market tarikannya sudah mulai lebih kuat,” sambung Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna menjelaskan, meski ada optimisme, namun masih ada ketidakpastian di tahun 2022. Melihat kondisi di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi meski minus 2,1 persen, namun sektor properti tetap tumbuh 2,3 persen.

Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi kita minus 2,1 persen, tetapi justru yang unik pertumbuhan sektor properti 2,3 persen yang kontribusinya Rp324 triliun. Kelompok menegah ke atas itu mengalami akumulasi kekayaan yang luar biasa. Tentu ini pasar potensial untuk properti menengah ke atas,” jelas Mukhaer.

Tantangan

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida berpandangan, kondisi seperti sekarang tetap menjadi tantangan terberat bagi hampir seluruh industri. Tak terkecuali bisnis properti.

“Implikasi dari perlambatan proses pemulihan ekonomi terlihat di sektor perumahan. Terkait ketidakpastian yang menyebabkan pengembang memilih untuk lebih berfokus pada penjualan stok rumah yang belum terjual,” jelas Totok.

Totok menjelaskan, konsumen juga memilih untuk menahan melakukan konsumsi. Ini terlihat dari indeks penjualan ritel turun secara tahunan sebesar 12.91 persen. Sementara itu, dana pihak ketiga yang terhimpun di bank mengalami kenaikan. Terakhir, perbankan, masih sangat berhati-hati dalam penyaluran Kredit di masa Covid-19.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada tahun 2022. Hal tersebut di dorong oleh sentimen positif seperti suksesnya program vaksinasi yang akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan tahun mendatang.

Selain itu, terdapat beberapa kombinasi insentif pemerintah yang diterapkan untuk memerangi dampak negatif terhadap perekonomian, seperti terbitnya UU Cipta Kerja No. 11/2020. Beleid tersebut akan memangkas birokrasi perizinan sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bisnis.

Kebijakan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh OJK turut membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi. Optimisme juga muncul karena adanya penurunan suku bunga acuan (BI rate) ke rekor terendah dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi.

Demikian halnya dengan penerapan relaksasi PPN 100 persen untuk properti dengan harga kurang dari Rp 2 miliar rupiah dan 50 persen untuk properti dengan harga di bawah Rp 5 miliar, apabila diperpanjang pada tahun 2022.

Beragam insentif dan program pemerintah di atas terbukti menunjukkan hasil yang terlihat dari angka penjualan yang terus meningkat. Kebijakan pemerintah tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan minat beli masyarakat.

Saat Tepat Investasi

Meski menghadapi kondisi ekonomi terburuk hampir dua tahun terakhir, namun saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di properti. Pasalnya, kebijakan pemerintah untuk menerapkan insentif bagi pembeli properti memberikan angin segar. Insentif terebut tertuang dalam kebijakan insentif PPN DTP Perumahan yang diberlakukan mulai akhir kuartal I 2021 hingga Desember 2021.

Willingness pemerintah untuk menerapkan insentif di sektor properti belum pernah setinggi ini. Oleh karena itu ini adalah kesempatan seumur hidup untuk berinvestasi di properti,” tegas Totok.

Selain itu, saat ini sedang masa pemulihan ekonomi. Rumah juga lebih penting karena menjadi tempat yang paling aman bagi kita melindungi diri dan keluarga. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

    Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Rusun Pekerja

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pentingnya penyediaan rumah susun (rusun) untuk pekerja di kawasan industri. Ketersediaan fasilitas hunian ini bertujuan meningkatkan semangat dan produktivitas para pekerja yang bermuara pada kenaikan daya saing industri nasional. “Kita masih sangat membutuhkan ketersediaan rusun bagi pekerja. Pekerja di Indonesia perlu tinggal di hunian yang layak […]

  • Ilustrasi Pertumbuhan Sektor Properti

    Suplai Melimpah, Harga Properti Tumbuh Melambat

    • calendar_month Kam, 25 Nov 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Pada kuartal ketiga 2021, indeks harga properti hunian tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,80 persen secara kuartalan. Berdasarkan laporan Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pertumbuhan tersebut sedikit mengalami perlambatan ketimbang kenaikan pada kuartal sebelumnya, yaitu sebesar 2,24 persen secara kuartalan. “Tren kenaikan harga properti pada kuartal ketiga 2021 yang tumbuh secara terbatas menurut […]

  • Fifty Seven Promenade

    Hunian Premium, Ekspatriat Minati Fifty Seven Promenade

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (Intiland) melalui pengembangan apartemen Fifty Seven Promenade menghadirkan hunian premium yang menawarkan kenyamanan, kemudahan akses, dan fasilitas berkualitas premium di “jantung” Kota Jakarta bagi para profesional termasuk ekspatriat. Direktur Pemasaran Korporat Intiland, Susan Pranata mengatakan strategi pengembangan Fifty Seven Promenade bukan hanya berfokus pada lokasi yang strategis […]

  • BP Tapera Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan FLPP TA 2022 dari BPK

    BP Tapera Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan FLPP TA 2022 dari BPK

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dinilai mampu menerapkan Good Governance and Clean Governance sebagai bentuk tanggung jawab dalam menerapkan fungsi pelayanan kepada publik. Hal ini dibuktikan dengan telah dilakukannya penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) TA 2022 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang diwakili oleh […]

  • Ilustrasi Rumah dengan KPR FLPP/SSB/BP2BT (Foto: Istimewa)

    Akad KPR FLPP Diharapkan Tuntas Oktober 2021

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Peralihan pelayanan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dari PPDPP kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berlangsung pada 1 Januari 2022. Untuk itu, pengembang diharapkan dapat menuntaskan akad KPR FLPP pada Oktober 2021. “Batas terakhir untuk Akad KPR FLPP pada 27 Oktober 2021. Diharapkan pengembang dapat mengejar akad […]

  • Ilustrasi UU CK

    4 Langkah Pemerintah Soal Revisi UU CK

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memiliki waktu dua tahun untuk merevisi UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dibacakan. Setidaknya, ada empat langkah pemerintah guna menindaklanjuti putusan tersebut. “Dengan waktu dua tahun ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk meyelesaikan arahan dari Mahkamah Konstitusi,” ucap Asisten Deputi Moneter dan Sektor […]

Translate »
expand_less