Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Hapernas 2026: Otokritik Program Perumahan Nasional

Hapernas 2026: Otokritik Program Perumahan Nasional

  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Saat memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah melontarkan otokritik terhadap konsep pembangunan perumahan nasional yang masih terjebak pola lama. Indonesia membutuhkan perubahan mendasar atau bahkan “pemberontakan” agar problem perumahan rakyat tidak terus berulang.

Fahri menegaskan, rumah tidak semestinya diperlakukan sebagai sekadar komoditas komersial. Rumah merupakan hak dasar masyarakat dan bagian dari kebutuhan pokok yang menuntut kehadiran negara secara penuh. “Ketika Bung Hatta berpidato pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat pada tahun 1950 silam, hingga kini setelah 76 tahun kemudian, situasinya masih sama. Sampai hari ini kita belum mengerti konsep perumahan,” tegas Fahri saat Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026 yang diselenggarakan The HUD Institute di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Fahri menyatakan bahwa rumah harus ditempatkan bukan sebagai barang komoditas yang diperdagangkan. Rumah adalah public goods yang menjadi kebutuhan primer. “Rumah bukan barang komersial. Negara harus hadir sepenuh hati. Rumah adalah tangga peradaban,” tandasnya.

Ia menilai selama puluhan tahun pemerintah masih mengulang pendekatan yang sama, sementara persoalan backlog, rumah tidak layak huni, dan kawasan kumuh belum terselesaikan secara fundamental. Fahri bahkan menyitir kutipan terkenal dari Albert Einstein yang juga disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai kegilaan (insanity) yakni melakukan segala hal yang sama berulang kali, tetapi mengharapkan hasil berbeda.

“Namun kalau caranya seperti itu, tidak akan ada perubahan. Saya kira kita harus berani mengakui kalau konsepnya memang salah,” ujarnya.

Fahri juga mengingatkan pengembang agar tidak terlalu mengandalkan spekulasi pasar. Menurutnya, industri perumahan membutuhkan ekosistem yang membuat masyarakat memperoleh hunian secara mudah dan terjangkau, bukan sekadar didorong membeli rumah melalui uang muka murah atau nol persen.

Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah memandang perumahan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan bagian dari martabat dan kualitas hidup manusia. Untuk itu, Indonesia perlu menata sektor perumahan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari supply, demand, tanah, tata ruang hingga pembiayaan.

“Di antara semua institusi seperti kampus dan sebagainya, apalagi pengusaha, saya kira HUD Institute termasuk yang paling keras menyuarakan. Tapi menurut saya belum revolusioner. Negara harus hadir sepenuh hati,”

Refleksi Hapernas 2026: Deviasi Konsep FLPP

Ketua Majelis Tinggi Organisasi The HUD Institute, Suharso Monoarfa, menilai pemerintah terus mengulang kebijakan dengan pendekatan yang sama. Menurutnya, sektor perumahan membutuhkan pembenahan sistem dari hulu hingga hilir, terutama menyangkut persoalan ketersediaan tanah, pembiayaan, tata ruang dan data.

Menteri Perumahan Rakyat periode 2009-2011 ini mengatakan bahwa kunci keberhasilan sistem perumahan bukan hanya membangun rumah, tetapi menciptakan ekosistem yang menghubungkan tanah, daya beli, pembiayaan dan tata ruang.

Hapernas 2026

Menteri Perumahan Rakyat era 2009-2011 yang juga Ketua Majelis Tinggi The HUD Institute, Suharso Monoarfa, berpidato pada peringatan Hapernas 2026, di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)

Suharso juga menyinggung lahirnya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menurutnya sejak awal dirancang untuk memperbesar peran perbankan sekaligus menciptakan pembiayaan dengan bunga tetap dan tenor panjang bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menilai implementasinya kini telah mengalami deviasi.

“Sekarang terjadi deviasi. Gagasan awal FLPP adalah porsi pembiayaan dari perbankan tetap harus jauh lebih besar,” kata penggagas lahirnya FLPP pada era kepemimpinannya di Kementerian Perumahan Rakyat.

Hal serupa terjadi pada Tapera. Menurut Suharso, gagasan awal Tapera adalah mengintegrasikan berbagai skema tabungan perumahan yang sudah ada agar menjadi sumber pembiayaan jangka panjang. “Kadang-kadang sebuah gagasan tidak dipahami secara utuh, kemudian diambil begitu saja. Akibatnya menjadi salah, dan kesalahan itu terus berlanjut,” ujarnya.

Suharso Monoarfa menyatakan, salah satu persoalan paling mendasar yang hingga kini belum tuntas adalah kepastian hak atas tanah. Kompleksitas berbagai jenis hak atas tanah, termasuk Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL), dinilai membuat sistem pertanahan sulit menjadi fondasi pembangunan perumahan dalam skala besar. “Property rights kita tidak jelas. Itu satu persoalan besar tentang tanah,” tegasnya.

Ia menilai penyelesaian persoalan tanah menjadi syarat penting jika Indonesia ingin membangun hunian rakyat secara masif dan terjangkau.

Suharso menilai Indonesia membutuhkan “revolusi sistem perumahan” yang mengintegrasikan pasokan, permintaan, tanah, tata ruang, pembiayaan dan pemerintah daerah. “Rumah adalah basic needs. Karena merupakan kebutuhan dasar, intervensi negara harus ada,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Waspadai Risiko Keuangan Global

    Pemerintah Waspadai Risiko Keuangan Global

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati kondisi pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut, Pemerintah harus mewaspadai eskalasi risiko global yang memicu tekanan pasar keuangan global. Upaya normalisasi perekonomian di Negeri Paman Sam serta memanasnya tensi Rusia versus Ukraina menjadi isu global yang patut diwaspadai. “Beberapa waktu lalu kita dengar adanya kemungkinan percepatan normalisasi moneter di Amerika Serikat. Kemudian, meningkatnya tensi […]

  • Pemerintah Dukung Pembelian PDN

    Pemerintah Dukung Pembelian PDN

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mendorong pembelian produk dalam negeri (PDN) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai strategi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Targetnya 95 persen dari pagu anggaran barang dan jasa harus dibelikan PDN. Kalau kita bisa lakukan ini, industri dalam negeri dan UMKM akan hidup dan berkembang,” tegas Presiden Joko Widodo pada penganugerahan Penghargaan […]

  • Akses Tol Langsung Paramount Petals Mulai Dikerjakan

    Akses Tol Langsung Paramount Petals Mulai Dikerjakan

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Perusahaan properti, Paramount Land memulai pembangunan konstruksi (groundbreaking) akses tol langsung KM 25 yang menghubungkan jalan tol Jakarta-Merak dengan proyek kota mandiri (township) Paramount Petals. Akses tol ini akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di proyek seluas sekitar 400 hektar di barat Jakarta tersebut. Saat ini, dari tol Jakarta-Merak […]

  • REI Banten

    Kualitas Anggota dan Kaderisasi Jadi Prioritas REI Banten

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • 0Komentar

    SERPONG – Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia atau DPD REI Banten memprioritaskan program kerjanya di tahun 2026 untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kaderisasi menuju organisasi yang modern. Hal itu dibuktikan melalui pembentukan The Youth Club dan Banten Real Estat Institute. Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali menyebutkan pengembangan sumber daya […]

  • Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejumlah Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar program vaksinasi massal di beberapa wilayah di Tanah Air. Kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah yakni percepatan vaksinasi nasional sehingga mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity). “Kami melakukan program vaksinasi massal sebanyak 24 ribu dosis Sinovac untuk […]

  • PT Len Industri Diminta Pacu Produksi Panel Surya

    PT Len Industri Diminta Pacu Produksi Panel Surya

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Len Industri (Persero) diharapkan secara konsisten terus meningkatkan kapasitas produksi sel dan modul surya untuk mendukung bauran energi nasional. Upaya ini untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional. “Kami minta PT Len Industri terus melakukan pendalaman struktur industri hingga ke bagian hilir, khususnya pembuatan sel surya dengan mengolah bahan baku pasir silika,” kata […]

Translate »
expand_less