Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pemerintah Fokus Keberlangsungan Sektor Properti

Pemerintah Fokus Keberlangsungan Sektor Properti

  • account_circle Sandiyu nuryono
  • calendar_month Sab, 10 Sep 2022

Jakarta – Keberlangsungan sektor properti menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, sektor properti mampu menyerap tenaga kerja dan memberi multiplier effect bagi industri lain.

“Dampak multiplier yang timbul baik dari sisi forward-linkage maupun backward-linkage yang diberikan industri properti juga menjadi dasar pertimbangan dibentuknya regulasi dan insentif agar properti dapat terus bertumbuh terutama di masa pemulihan saat ini,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat, 9 September 2022.

Airlangga menjelaskan, pengembangan sektor properti perlu mengingat pertumbuhan jumlah penduduk perkotaan yang kini berada di kisaran 56,7%. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 66,6% pada 2035 dan akan mencapai 70% pada 2045.

Proyeksi peningkatan kebutuhan properti tersebut juga terlihat dari data Susenas yang memperlihatkan angka backlog kepemilikan rumah telah mencapai 12,75 juta. Kebutuhannya berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan rumah tangga baru mencapai 700 – 800 ribu KK setiap tahunnya.

Salah satu upaya Pemerintah tersebut yakni melakukan reformasi regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Beleid tersebut guna mendorong kemudahan mekanisme layanan perizinan berusaha termasuk yang berkaitan dengan bangunan gedung.

Selain itu, Pemerintah juga akan mendorong percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) dengan bantuan dari Pemerintah Daerah untuk mempercepat pelaksanaannya.

Insentif

Selanjutnya, Pemerintah juga memberikan insentif berupa Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) hingga 100% untuk kredit properti, bagi bank yang memenuhi persyaratan rasio Non Performing Loan/Non Performing Financing.

Perpanjangan insentif PPN sebesar maksimal 50% untuk rumah atau unit dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. Pemerintah juga memberikan insentif PPN 25% untuk rumah atau unit dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar. Pemberlakuan beleid tersebut berakhir pada September 2022.

Menko Airlangga juga menambahkan, untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah melanjutkan berbagai program bantuan pembiayaan perumahan seperti Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Pemerintah juga berupaya mendukung para pelaku usaha properti dalam meningkatkan demand atas kebutuhan hunian bersubsidi. Saat ini, Pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang terkait dengan penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), sehingga diharapkan berjalan beriringan dengan pembangunan rumah yang merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah bagi MBR. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Rumah MBR SLIK(Foto: Ditjen Perumahan PUPR)

    ATR/BPN Susun Aturan Baru Penataan Ruang

    • calendar_month Sel, 8 Mar 2022
    • account_circle Adi Guru Mahendra
    • 0Komentar

    Jakarta – Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja masih sering menghadapi berbagai kendala dan persoalan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan konsultasi publik. Konsultasi Publik ini membahas perubahan atas Rancangan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN tentang Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang. Selain itu, konsultasi publik ini juga membahas Rancangan Peraturan […]

  • BP Tapera: Industri Perumahan Masih Menjanjikan di Tahun Depan

    BP Tapera: Industri Perumahan Masih Menjanjikan di Tahun Depan

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski tetap diperlukan kewaspadaan, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis industri perumahan khususnya perumahan subsidi masih menjanjikan di tahun depan. Hal itu didasari beberapa indikator positif yang bisa memacu program perumahan nasional. Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan beberapa indikasi positif di tahun 2023 antara lain pertama secara year to date […]

  • Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5,9 Persen

    Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5,9 Persen

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Asumsi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 pada rentang 5,3 persen hingga 5,9 persen. Hal ini sejalan dengan adanya sejumlah faktor positif dan aspek downside risk. “Yang positif adalah kenaikan komoditi, di satu sisi menimbulkan penerimaan negara dan juga mendorong investasi di Indonesia. Kondisi ini seperti yang terjadi di tahun 2011 hingga 2012. Namun, […]

  • Awal Mei 2024, Realisasi KPR FLPP Capai Rp8,8 Triliun

    Awal Mei 2024, Realisasi KPR FLPP Capai Rp8,8 Triliun

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 8 Mei 2024 mencapai 72.779 unit rumah atau senilai Rp8,830 triliun. Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP melalui 32 bank penyalur itu tersebar di 8.245 perumahan oleh 5.899 pengembang di 33 provinsi dan 376 Kabupaten/Kota. “Realisasi […]

  • Isu Perubahan Iklim, Dunia Usaha Diminta Lebih Proaktif

    Isu Perubahan Iklim, Dunia Usaha Diminta Lebih Proaktif

    • calendar_month Sel, 28 Des 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Dunia usaha diminta lebih proaktif terkait isu perubahan iklim, yaitu melalui keterlibatan dalam pembangunan dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) berbasis keanekaragaman hayati. “Saya mengharapkan peran aktif kalangan dunia usaha dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ucap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat seremoni Penganugerahan Program Perangkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan […]

  • Menuju Bank Modern dan Kekinian, BTN Siapkan Strategi Ini!

    Menuju Bank Modern dan Kekinian, BTN Siapkan Strategi Ini!

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    MALANG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN tengah bertransformasi menjadi bank modern dan kekinian untuk mengikuti perkembangan era digital yang tumbuh pesat saat ini. BTN menerapkan enam inisiatif strategis untuk merealisasikan proses transformasi tersebut. Enam inisiatif strategis tersebut meliputi sentralisasi proses kredit konsumer dan komersial, sentralisasi proses operasional ke wilayah dan […]

Translate »
expand_less