Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Pengembang Keluhkan SiKumbang Belum Terkoneksi ke LPJK

Pengembang Keluhkan SiKumbang Belum Terkoneksi ke LPJK

  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pengembang mengeluhkan belum terkoneksinya aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) ke sistem Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Akibatnya, proses pengajuan Sertifikasi Badan Usaha (SBU) dari developer ke LPJK menjadi terhambat. Padahal, SBU itu menjadi salah satu persyaratan dalam proses pengajuan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi di bank pelaksana.

“Saat developer hendak melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah bersubsidi, maka aplikasi SiKumbang mempersyaratkan adanya SBU. Tapi, pengajuan sertifikasi itu tidak bisa terproses karena SiKumbang belum terkoneksi secara baik dengan sistem di LPJK. Kami tidak bisa akad KPR selama SBU belum terbit,” ucap Direktur Utama PT Guntur Pratama Land, Guntur Julfitri Yono, kepada industriproperti.com, Jumat, 19 Februari 2021.

Menurut pengembang Perumahan Guntur Gelora City, hunian bersubsidi di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), kendala teknis ini sudah terjadi sejak Januari kemarin. “Jadi, saat manajemen konstruksi (MK) hendak memasukkan data NPWP, ternyata tertolak oleh sistem LPJK,” kata Guntur.

Pengawas pembangunan perumahan adalah tenaga ahli yang mengantongi SKA, ini adalah sdm internal perusahaan developer. Jadi tenaga ahli ini yang menggantikan peran konsultan manajemen konstruksi (MK) bagi pengembang hunian bersubsidi. “Sebab developer perumahan bersubsidi tidak mungkin jika harus mengeluarkan dana untuk menyewa konsultan MK. Pengembang masih diperbolehkan untuk tidak menggunakan jasa konsultan MK, dan penggantinya adalah tenaga ahli bersertifikasi yang harus ada pada masing-masing perusahaan pengembang,” kata dia.

Guntur sudah mencoba menanyakan permasalahan terkait belum tersambungnya aplikasi SiKumbang ke sistem yang ada di LPJK kepada Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kalbar. Pasalnya, sejak 22 Desember 2020, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Kalbar telah bubar.

“Aspekindo sebagai pihak yang membantu proses pengajuan SBU dan Sertifikasi Keahlian (SKA) bagi tenaga ahli dari pengembang, mempertanyakan apakah Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) selaku operator aplikasi SiKumbang sudah bekerjasama dengan LPJK. Sebab SiKumbang harus terkoneksi terlebih dahulu dengan sistem yang ada di LPJK. Apabila belum, maka pengajuan SBU dari developer tidak bisa terproses,” ucap Guntur, menirukan pernyataan dari Pengurus Aspekindo Kalbar.

Sekadar catatan, LPJK di daerah resmi bubar pasca terbitnya Keputusan Menteri PUPR Nomor: 1792/KPTS/M/2020 pada 21 Desember 2020 tentang Pengurus Lembaga Jasa Konstruksi Periode 2021 – 2024. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • infrastruktur perumahan tapera

    YLKI Soroti Polemik Kebijakan Tapera, Perlu Gotong Royong Atasi Backlog

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyoroti rencana pemerintah untuk menghimpun iuran wajib dari seluruh pekerja melalui Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Tulus Abadi menyebut ada dua hal yang menjadi polemik terkait kebijakan tersebut. “Terkait dengan isu Tapera pada perspektif YLKI sebagai lembaga konsumen yang pertama sebagai sebuah kebijakan publik […]

  • ppn dtp

    PUPR Beri Sinyal Insentif PPN DTP Tak Diperpanjang

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sinyal bahwa pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun tidak akan diperpanjang dan akan berakhir di bulan September 2022. “Kepada Anda semua saya mengingatkan bahwa sampai dengan bulan September ini program PPNDTP walaupun itu […]

  • desentralisasi fiskal

    Wamenkeu Beberkan 4 Grand Design Desentralisasi Fiskal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan empat tujuan dari desain besar (grand design) desentralisasi fiskal Indonesia. Pertama, desentralisasi fiskal harus memperkuat local taxing power. “Di APBN kita selalu bilang, yang kita kelola itu uang rakyat, uang kita, uang pajak. Kita punya koneksi, punya kedekatan batin dengan yang bayar penerimaan negara. Maka itu, […]

  • Festival UMKM 2025

    Bank Jakarta Dukung Festival UMKM 2025 di Kota Tua

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta mendukung upaya pemberdayaan UMKM melalui partisipasi aktif dalam Festival Kemudahan & Perlindungan UMKM 2025 yang digelar Kementerian UMKM di Kawasan Kota Tua, Jakarta. Acara ini menjadi ajang kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, BUMN/BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem usaha mikro di Indonesia. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas sinergi Bank […]

  • Tahun 2021, Program Perumahan Polri Hanya Tercapai 26 Persen

    Tahun 2021, Program Perumahan Polri Hanya Tercapai 26 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi progam perumahan Kepolisian Negara RI (Polri) tahun 2021 lalu hanya mencapai 10.131 unit rumah. Angka tersebut hanya 25,9 persen dari total target yakni sebesar 39.112 unit rumah di 34 Polda. “Setelah peluncuran program 100 ribu rumah bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) tahun 2021, personel PNPP yang sudah memiliki rumah mencapai 217.192 […]

  • Lebaran 2023, Perputaran Ekonomi Sektor Pariwisata Diprediksi Rp150 T

    Lebaran 2023, Perputaran Ekonomi Sektor Pariwisata Diprediksi Rp150 T

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) saat momen mudik dan libur Lebaran Tahun 2023 diprediksi hingga Rp 150 triliun. Angka itu naik dua kali lipat dari libur lebaran tahun lalu. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan 25 persen atau 300–350 juta pergerakan dari target 1,4 miliar mobilitas wisatawan nusantara tahun […]

Translate »
expand_less