Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PP Bank Tanah Jangan Selingkuhi Perumahan Rakyat

PP Bank Tanah Jangan Selingkuhi Perumahan Rakyat

  • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ketua Umum Konsorsium Nasional Perumahan Rakyat (Kornas Pera), Muhammad Joni, mengingatkan agar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Bank Tanah tidak melenceng dari tujuan awal. RPP turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) itu bertujuan mengatasi kesulitan penyediaan lahan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dia menyebutkan, bank tanah dan perumahan rakyat itu sejiwa dengan amanat konstitusional yakni Pasal 28H ayat 1 UUD tahun 1945. Menurut Joni, selama ini diskursus publik, pendapat ahli termasuk masukan dari The Housing and Urban Development (HUD) Institute mengenai bank tanah sangat kuat mengarah kepada upaya penyediaan tanah untuk perumahan rakyat.

“Para penyusun RPP Bank Tanah jangan mengabaikan semangat tersebut. Tolong acuhkan masalah penyediaan tanah untuk rumah MBR. Kalau itu terjadi, Pemerintah sama saja melakukan against constitution, melawan arus utama keinginan publik atau melawan jiwa bangsa  (against volk geist) dalam pembuatan hukum bank tanah,” tegas Joni yang juga Sekretaris Umum The HUD Institute tersebut kepada industriproperti.com, di Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.

Sebagai informasi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) masih menggodok RPP Bank Tanah. Aturan teknis mengenai bank tanah tersebut kabarnya akan disahkan usai Lebaran mendatang.

Menurut Joni, ide awal pembentukan bank tanah adalah untuk mengatasi kesenjangan dan kekosongan dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dalam hal land management. Utamanya bagi penyediaan perumahan di perkotaan yang sangat krusial dan saat ini sudah menjadi masalah akut.

Dia mewanti-wanti pemerintah untuk tidak mengabaikan penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan rakyat, karena bila itu terjadi maka kemungkinan besar akan ada gugatan hukum dari para pegiat dan aktivis perumahan rakyat.

Saat ini kekurangan (backlog) kebutuhan perumahan nasional diperkirakan sudah mencapai 13,6 juta unit. Dengan asumsi rerata produksi sebanyak 200 ribu unit per tahun, berarti perlu waktu 68 tahun bagi Indonesia untuk mengatasi defisit perumahan itu.

Oleh karena itu, ungkap Joni, bank tanah sangat tepat menjadi solusi dalam mengatasi backlog dan mendorong percepatan penyediaan rumah yang layak, terjangkau dan berkeadilan sosial.

“Saya kita sekarang semua mata sedang tertuju ke Kementerian ATR/BPN yang sedang menyusun PP Bank Tanah. Publik tengah menanti komitmen Presiden Joko Widodo terhadap program perumahan rakyat,” pungkas Joni.

Tugas dan Fungsi Berbeda

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto menyebutkan bahwa RPP Bank Tanah masih dalam pembahasan. “Ya sedang dalam pembahasan. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama segera dapat diundangkan,” ungkap dia.

Himawan menjelaskan, dalam struktur Kementerian ATR/BPN, bank tanah sebenarnya merupakan bagian dari tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan. Meski begitu, nantinya keberadaan lembaga atau badan bank tanah tersebut tidak akan mengambil peran Kementerian ATR/BPN.

Menurut Himawan, peran bank tanah dan Kementerian ATR/BPN berbeda. Kementerian ATR/BPN bertugas mendaftarkan setiap tanah dan memberikan legalitasnya, tetapi tidak punya wewenang untuk melakukan transaksi. Peran kementerian lebih kepada melakukan optimalisasi pemanfaatan tanah.

Di sisi lain, negara juga harus berpikir sesuai konsep land development, yakni negara harus memiliki cadangan tanah untuk pembangunan fasilitas publik dan sebagainya. Di sinilah, kata Himawan, bank tanah akan berperan.

Bank tanah bisa memiliki dua peran, yakni mengelola tanah telantar dan tanah yang siklus haknya habis melalui ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN. Kalau sudah mendapat ketetapan, maka Ditjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan akan memantau pengelolaan tanah-tanah itu.

Cara kedua adalah melalui pengadaan tanah, yakni dengan merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Terakhir, pengadaan tanah bisa diadakan secara langsung seperti developer.

“Jelas bahwa peran Kementerian ATR/BPN dengan Bank Tanah akan berbeda. Demikian juga untuk produk yang dihasilkan sangat berbeda,” papar Himawan. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPN DTP Diperpanjang, Metland Expo ‘BLANJAPROPERTI’22 Digelar

    PPN DTP Diperpanjang, Metland Expo ‘BLANJAPROPERTI’22 Digelar

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menggelar Metland Expo ‘Blanjaproperti’22 yang dilaksanakan secara hybrid, online pada periode 1 Februari-31 Maret 2022 melalui situs website www.blanjaproperti.com dan onsite di Metropolitan Mall Bekasi periode 1-13 Februari 2022. Pameran yang diadakan untuk menyambut HUT ke-28 Metland itu diyakini turut membantu pemerintah dalam mengoptimalkan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan […]

  • Sektor Jasa Keuangan Diminta Kawal Perekonomian Nasional

    Sektor Jasa Keuangan Diminta Kawal Perekonomian Nasional

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo mengajak pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga sektor jasa keuangan dan perekonomian Indonesia agar inklusif dan berkelanjutan ditengah situasi geopolitik yang masih belum kondusif. Kepala Negara juga menyampaikan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2024 tetap akan bertumbuh secara baik. “OJK harus terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan. Ini catatan […]

  • Insentif PPN DTP Gairahkan Pasar, KAS Group Luncurkan Klaster Kopenhagen

    Insentif PPN DTP Gairahkan Pasar, KAS Group Luncurkan Klaster Kopenhagen

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • 0Komentar

    BOGOR – Pengembang merespons positif pemilihan umum (pemilu) 2024 yang berlangsung lancar dan aman dengan semakin aktif melucurkan proyek properti terbaru. Salah satunya PT Kesuma Agung Selaras atau KAS Group yang meluncurkan klaster baru di Perumahan Graha Laras Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pelaku industri properti optimistis kebutuhan hunian masih cukup tinggi, ditopang angka kekurangan (backlog) […]

  • Tol Serang-Panimbang Beroperasi Tahun 2024

    Tol Serang-Panimbang Beroperasi Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan infrastruktur Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 km. Ruas tol ini diproyeksikan segera beroperasi pada tahun 2024 mendatang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan tol untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan. “Akses jalan yang semakin baik akan menunjang […]

  • Rumah yang dibangun melalui program Baan Mankong di distrik Sai Mai, Kota Bangkok (Foto: Rina Chandran, Thomson Reuters Foundation)

    Program Pemerintah Thailand untuk Relokasi Masyarakat di Kawasan Kumuh

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebagai negara dengan persentase rumah tangga yang ditinggal di kawasan kumuh setinggi 23,7%, Thailand sedang berupaya untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakatnya, khususnya bagi rumah tangga kumuh yang berkedudukan di pinggir kali dan sungai, melalui program Baan Mankong, yang diselenggarakan sejak tahun 2003. Program ini bertujuan untuk membantu penghuni daerah kumuh untuk […]

  • Paramount Land Gelar “Amazing Gading Serpong” Property Expo 2024

    Paramount Land Gelar “Amazing Gading Serpong” Property Expo 2024

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Paramount Land menggelar pameran properti bertajuk “Amazing Gading Serpong” Property Expo 2024 untuk periode 6-11 Maret 2024 di West Atrium Living World Alam Sutera, Tangerang. Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave mengatakan Paramount Land mengawali tahun 2024 dengan optimisme tinggi bahwa pasar properti di tahun ini lebih baik. Hal itu, ungkapnya, […]

Translate »
expand_less