Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Perpanjangan PPN DTP Properti 2026 Pacu Industri Manufaktur

Perpanjangan PPN DTP Properti 2026 Pacu Industri Manufaktur

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026

Jakarta – Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga 31 Desember 2026 dinilai tepat untuk memacu industri manufaktur nasional. Kebijakan yang diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan luas dengan industri dalam negeri.

“Kementerian Perindustrian menyambut baik dan memberikan apresiasi atas perpanjangan insentif PPN DTP untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga akhir 2026. Kebijakan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor properti yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai subsektor industri manufaktur,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025, yang memberikan insentif PPN DTP sebesar 100 % atas PPN terutang dari bagian harga jual sampai dengan Rp 2 miliar untuk rumah dengan harga jual maksimal Rp 5 miliar. Insentif ini berlaku untuk rumah baru yang siap huni dan diserahkan pertama kali oleh pengembang pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2026.

“Insentif ini tidak hanya meringankan beban biaya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama, tetapi juga akan menggeliatkan sektor properti nasional yang memiliki efek multiplier tinggi terhadap perekonomian. Hal ini sejalan dengan strategi penguatan industri dan konsumsi dalam negeri,” ujar Agus.

Menperin menjelaskan, sektor properti memiliki rantai pasok yang panjang dan melibatkan banyak subsektor industri, antara lain industri semen, keramik, kaca, logam dasar, furnitur, bahan material bangunan, alat listrik dan alat rumah tangga, serta sektor penunjang lainnya. Oleh karena itu, setiap stimulus yang diberikan kepada sektor properti akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan permintaan produk industri dalam negeri.

“Perpanjangan PPN DTP ini akan memacu aktivitas pembangunan dan transaksi properti, yang pada akhirnya meningkatkan utilisasi kapasitas di berbagai industri pendukungnya. Hal ini juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta menjaga stabilitas produksi di sektor manufaktur,” jelasnya.

PPN DTP Beri Kepastian Usaha

Lebih lanjut, Menperin menilai bahwa kebijakan PPN DTP tersebut juga memberikan kepastian bagi pelaku industri dalam menyusun perencanaan usaha dan investasi. “Dengan adanya stimulus fiskal yang berkelanjutan hingga 2026, pelaku industri memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok domestik, serta meningkatkan daya saing produk nasional,” imbuhnya.

PPN DTP

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

Menperin menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang terukur dan tepat sasaran sangat dibutuhkan di tengah dinamika ekonomi global. Perpanjangan insentif PPN DTP dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional berbasis permintaan domestik, sekaligus memperkuat struktur industri nasional agar lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian menjadi kunci dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Insentif PPN DTP ini bukan hanya mendukung masyarakat dalam memiliki hunian, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional secara menyeluruh,” tegas Menperin.

Menperin optimistis bahwa perpanjangan insentif PPN DTP untuk sektor properti hingga akhir 2026 akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional, sekaligus memperkuat kontribusi sektor industri terhadap perekonomian Indonesia. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peresmian hak penamaan Stasiun LRT

    Pramono-Rano Resmikan Nama Stasiun LRT Boulevard Utara Summarecon Mall

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan hak penamaan (naming rights) Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara menjadi Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara Summarecon Mall. Selain perubahan nama, juga diresmikan fasilitas jembatan penghubung (connecting bridge) antara stasiun tersebut dengan Summarecon Mall Kelapa Gading. Peresmian ini merupakan kolaborasi strategis antara PT LRT Jakarta sebagai operator transportasi publik […]

  • IKN

    Wow! IKN Bakal Jadi Kota Netral Karbon Pertama di Indonesia

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia pada 2045. Untuk mencapainya, Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) meluncurkan kajian ruang lingkup (scoping study) bagi IKN. “Kajian ini memberikan momentum dan arah yang jelas bagi kami untuk menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia pada 2045,” kata Kepala Otorita […]

  • Ilustrasi Pencarian Properti (Foto Adang Sumarna)

    Peringati Hapernas 2021, PPDPP Gelar Pameran Rumah Subsidi

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2021, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar Pameran Rumah Bersubsidi Virtual pada 20 – 31 Agustus 2021. Saat pameran, PPDPP juga akan menggelar akad kredit massal bagi 13 ribu calon debitur yang tersebar di 34 provinsi. […]

  • Hunian MBR Perlu Grand Design Sektor Informal

    Hunian MBR Perlu Grand Design Sektor Informal

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diminta menyiapkan skema pembiayaan serta pendataan hunian terkait kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu mutlak agar pelaksanaan pembangunan perumahan serta mendukung penyusunan grand design pembangunan perumahan MBR, utamanya sektor informal. “Kami mengapresi langkah BTN dalam penyusunan grand design pembiayaan perumahan untuk MBR. Salah satu hal yang penting saat […]

  • Tidak Mudah, Pengembangan Kota Baru Butuh Kriteria Jelas

    Tidak Mudah, Pengembangan Kota Baru Butuh Kriteria Jelas

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kemajuan pembangunan 10 kota baru publik di Indonesia masih kurang optimal akibat menghadapi banyak kendala. Padahal, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 menargetkan setidaknya empat kota baru bisa terealisasi yakni di Maja (Banten), Sofifi (Maluku Utara), Tanjung Selor (Kalimantan Utara) dan Sorong (Papua Barat). Founder SS Center, Soelaeman Soemawinata mengatakan membangun kota […]

  • Hunian Tertinggi di Sentul City Ini Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari PropertyGuru

    Hunian Tertinggi di Sentul City Ini Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari PropertyGuru

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    SENTUL CITY – Pengembangan sebuah kawasan properti membutuhkan perencanaan matang yang berpatokan pada rencana tata ruang atau masterplan gunamenciptakan sebuah kawasan baru yang nyaman. Karena itu, pengembangan properti bukan sekadar membangun rumah dan fungsi bangunan lainnya dan menyerahterimakan kepada konsumen. Dalam konteks itu, kawasan Sentul City didesain sejak awal untuk menjadi sebuah area perkotaan yang […]

Translate »
expand_less