Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Presiden Instruksikan Percepatan Akses Program Hunian Layak

Presiden Instruksikan Percepatan Akses Program Hunian Layak

  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk memperluas akses hunian layak dengan menerapkan berbagai langkah strategis sebagai upaya percepatan program perumahan rakyat.

“Dari hasil rapat bersama Presiden, beliau menyampaikan dukungan yang luar biasa untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet untuk program renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia,” ucap Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait dalam keterangannya yang dikutip Selasa, 7 April 2026.

Menurut Maruarar, program tersebut akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu rumah untuk direnovasi pada tahun 2026. “Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Presiden Prabowo. Ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, menurut Maruarar, Presiden turut memberikan arahan agar pemanfaatan lahan negara, khususnya yang berada di kawasan strategis perkotaan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun. Lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian turut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

“Bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Termasuk menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah, supaya ada kombinasi,” kata Maruarar.

Maruarar menegaskan, pemanfaatan lahan untuk hunian layak tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya seperti Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah lahan potensial untuk pembangunan hunian tersebut.

“Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan juga, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses. Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026,” ujarnya.

hunian layak

Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dengan agenda pembahasan hunian layak (Foto: Istimewa)

Hunian Layak di Lahan PT KAI

Saat meninjau lahan milik PT KAI (Persero) di Kiaracondong, Kota Bandung, Menteri PKP menilai menyatakan bahwa lahan tersebut berpotensi untuk pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Lahan tersebut dinilai strategis karena berlokasi di kawasan transportasi publik serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hunian terintegrasi yang memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kita melihat langsung lahannya, demand-nya, dan semua aturan yang bisa memudahkan rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan sekitar 6.000 m2 ini akan langsung kita bentuk tim bersama antara Kementerian PKP, KAI, Sekda, dan Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya menghadirkan hunian layak, tetapi juga fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam satu kawasan terpadu. “Seperti yang disampaikan, nanti ada huniannya, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Ara menilai pemanfaatan lahan milik KAI di kawasan perkotaan memiliki potensi besar untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Bandung. “Selama ini belum ada TOD berbasis kawasan kereta api seperti ini di Bandung. Kita mulai dari sini. Kita akan cari skema pembiayaan terbaik dan jalankan secepatnya,” tegasnya.

Untuk mempercepat realisasi, Kementerian PKP juga membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema kolaboratif, termasuk dukungan dari sektor swasta dan program tanggung jawab sosial perusahaan. “Jangan ragukan potensi Indonesia. Kita akan membuat berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan CSR dari perusahaan. Seperti kemarin ada komitmen dari Astra untuk membangun 1.000 rumah susun. Kita juga akan membuka peluang dukungan dari perusahaan maupun yayasan lainnya,” kata Menteri Ara.

Maruarar menambahkan, Presiden juga telah mengarahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Nusron Wahid untuk mempercepat penyediaan lahan. “Nantinya lahan yang dipersiapkan Pak Nusron, kita juga sudah mendapatkan arahan untuk bisa dipersiapkan pembiayaannya dan pembangunannya oleh danantara. Jadi sinergi ini tadi sudah diputuskan dan untuk bisa dikerjakan dengan masif,” tandasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop Pasar Modal

    REI DKI Jakarta Dorong Pengembang Kelas Menengah Masuk Pasar Modal

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar workshop edukatif. Kegiatan itu bertujuan mendorong pengembang properti memanfaatkan pasar modal sebagai instrumen alternatif pembiayaan jangka panjang di tengah tantangan pasar properti yang kian dinamis. Kecenderungan sektor perbankan lebih berhati-hati terhadap sektor properti terutama pascapandemi. Akibatnya, baik pengembang maupun […]

  • low carbon property

    Budiarsa Sastrawinata Ungkap Strategi Penerapan Low Carbon Property

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – FIABCI World President Elect 2022-2023 Budiarsa Sastrawinata mengungkapkan property development melibatkan perencanaan, perancangan, konstruksi dan kemudian pemeliharaan bangunan. “Sektor properti diperkirakan menyumbang 40% dari emisi karbon global dengan 27%-nya disumbangkan oleh building maintenance dan 11% dari bahan bangunan dan proses konstruksi,” jelas Budiarsa Webinar “Low Carbon Property Development Strategier and Best Practices” pada […]

  • Ini 10 Pasal UU Rusun yang Terdampak UUCK

    Ini 10 Pasal UU Rusun yang Terdampak UUCK

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Undang-undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja yang berlaku sejak 2 November 2020 memberikan dampak pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Setidaknya ada 10 pasal dalam UU Rusun yang terdampak UUCK. “Pasal-pasal yang terdampak Undang-Undang Cipta Kerja dari Undang-Undang No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, misalnya Pasal 16 ayat 2 […]

  • Menparekraf: Kunjungan ke Desa Wisata Meningkat 30%

    Menparekraf: Kunjungan ke Desa Wisata Meningkat 30%

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan dalam satu tahun terakhir kunjungan ke desa wisata mengalami peningkatan sekitar 30%. Hal ini kontradiktif dengan sektor pariwisata lainnya. “Sedikit berbagi data yang kita dapat dari Grab, justru saat ini kunjungan ke desa wisata naik 30%. Oleh karena itu, saya […]

  • Mendorong Implementasi ESG di Sektor Perumahan dan Pembiayaan

    Mendorong Implementasi ESG di Sektor Perumahan dan Pembiayaan

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Central Asia (BCA) Tbk telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau senilai Rp1,14 triliun. Green mortgage itu disalurkan untuk membiayai pemilikan rumah dan apartemen yang sudah mendapat sertifikasi hijau (greenship) di lima proyek properti. Kelima proyek tersebut adalah Citra Maja Raya (Maja, Lebak-Banten), Kota Baru Parahyangan (Padalarang Barat, Bandung Barat-Jawa Barat), […]

  • Menteri Nusron: 2029 Tidak Ada Lagi Konflik Agraria

    Pembentukan BPRA Percepat Distribusi Tanah Rakyat

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Ironi yang terjadi saat ini adalah sulitnya rakyat memiliki tanah. Sebaliknya, pemerintah dan korporasi justru lebih mudah mendapatkannya. Ketua Dewan Penasihat Great Institute, Moh Jumhur Hidayat menyebut, ketimpangan kepemilikan tanah saat ini sangat besar. “Indeks Gini penguasaan tanah mencapai 0,78. Ada satu orang menguasai jutaan hektare, sementara mayoritas petani justru tak punya lahan […]

Translate »
expand_less